Artikel

Bantu Si Upik Pahami Vaksinasi Bagian dari Kontribusi Lindungi Generasi Penerus

Post pada 11 Feb 2022

Belakangan ini lagi gencar-gencarnya program vaksinasi untuk anak rentang usia 6-11 tahun. Program yang lagi digenjot pemerintah ini bertujuan melindungi anak terinfeksi virus Covid-19. Bukan hanya demi anak yang terlindungi, vaksinasi ini juga dapat membantu melindungi anggota keluarga lain yang tak memenuhi syarat vaksinasi.

Bahkan Presiden Joko Widodo menekankan secara langsung vaksin Covid-19 menjadi ikhtiar pemerintah dalam upaya melindungi anak-anak dari penyebaran virus Corona baik varian lama atau baru.

Mantan Wali Kota Solo itu juga mengingatkan vaksinasi pada anak tak hanya terkait pandemi saja, tapi juga meliputi imunisasi. ”Semua juga harus disesuaikan karena anak-anak kita juga harus mendapatkan imunisasi, mendapatkan vaksinasi untuk penyakit-penyakit lain,” kata Jokowi, demikian sapaan akrabnya, seperti dikutip dari Sekretariat Negara.

Program vaksinasi Covid-19 di masa pandemi ini memang menjadi fokus pemerintah. Di saat bersamaan, program tersebut juga membutuhkan dukungan orangtua. Dukungan ini penting mengingat tujuan dari vaksinasi adalah mendorong terciptanya herd immunity.

Lebih jauh lagi, vaksinasi untuk anak menjadi prioritas mengingat usia mereka memiliki kerentanan tertular virus yang asal mulanya dari Wuhan, Tiongkok, tersebut. Apalagi virus Covid-19 kini memiliki banyak varian.

Alhasil, orangtua juga didorong menjadi pihak yang turut membantu mensukseskan program vaksinasi. Selain itu, orangtua juga sebaiknya mengambil peran sebagai pendamping saat anak mendapat vaksinasi. Bagi sebagian anak, vaksinasi menjadi hal yang menakutkan karena kadang menimbulkan trauma bagi anak.

Tambahan lagi, orangtua juga menyiapkan pengetahuan yang cukup seputar vaksinasi. Utamanya adalah efek yang ditimbulkan atau biasa disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Vaksinasi Covid-19 memang menimbulkan KIPI yang berbeda antara satu anak dengan yang lain. Pendek kata, setiap tubuh anak akan merespons pemberian vaksin secara berbeda-beda. Tentunya anak-anak masih akan merasakan efek samping yang disuntikkan.

Hanya pada umumnya, KIPI yang terjadi cenderung ringan seperti bengkak di lokasi suntikan, nyeri otot, atau anak terlihat lemah.

Maka itu, dokter banyak yang menyarankan agar anak istirahat dan minum yang cukup. Bila dirasa perlu, anak dapat diberikan paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan. Kemudian yang tak kalah penting, orangtua sebaiknya mempersiapkan segala sesuatunya agar proses vaksinasi pada anak berjalan lancar.

Biar lebih menyenangkan, tak ada salahnya memberikan dia hadiah atas keberaniannya divaksin. Misalnya memberikan camilan sehat macam Pino Ice Cup yang menyegarkan sekaligus kaya akan Vitamin C.

Terakhir, berilah pemahaman ke anak bila program vaksinasi Covid-19 merupakan bentuk kontribusi yang nyata kepada masyarakat agar pandemi segera berakhir. Dengan demikian, anak dapat kembali bersekolah dan beraktivitas seperti sedia kala.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel