Artikel

Cukup Corat-Coret! Rahasia Visual Journaling Agar Bunda Lebih Happy dan Waras Setiap Hari

Post pada 13 Apr 2026

Halo, Bunda! Pernah nggak sih merasa ada hari di mana kepala rasanya penuh banget? Antara cucian yang menumpuk, ide menu MPASI yang itu-itu saja, sampai urusan kerjaan atau bisnis sampingan yang seolah nggak ada habisnya. Kadang, mau cerita ke suami atau sahabat pun rasanya lelah duluan untuk merangkai kata-katanya.

​Nah, bertepatan dengan momen Hari Seni Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 April, Unifam ingin mengajak Bunda mengenal satu cara “pelarian” yang sangat menenangkan: Visual Journaling.

​Eits, jangan minder dulu! Mendengar kata “seni” atau “menggambar” bukan berarti Bunda harus jago membuat lukisan estetik layaknya pelukis profesional. Di sini, kita akan bicara tentang bagaimana corat-coret sederhana bisa jadi penyelamat visual journaling kesehatan mental ibu. Yuk, simak ulasannya!

Apa Itu Visual Journaling? (Spoiler: Bukan Cuma Buat Seniman!)

apa itu visual journaling dan manfaatnya untuk kesehatan mental ibu muda
Kenali apa itu visual journaling dan cara memulai visual journaling untuk jaga kesehatan mental ibu di sini

​Selama ini kita mungkin lebih akrab dengan journaling dalam bentuk tulisan atau buku harian. Tapi, ada kalanya kata-kata saja nggak cukup untuk mewakili perasaan yang campur aduk. Visual journaling adalah praktik menuangkan emosi, pikiran, dan pengalaman ke dalam bentuk gambar, warna, kolase, atau simbol.

​Berbeda dengan art therapy yang biasanya bersifat klinis dan didampingi oleh profesional (seperti tren yang sempat ramai di April 2025 lalu), visual journaling adalah praktik mandiri. Ini adalah bahasa perasaan pribadi Bunda yang bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, bahkan di tengah jam tidur siang si Kecil yang singkat.

Kenapa harus visual? Kadang, rasa lelah atau cemas itu bentuknya abstrak. Dengan mengambil krayon atau spidol, Bunda memberikan “wujud” pada rasa tersebut. Tidak perlu rapi, tidak perlu proporsional. Corat-coret yang terlihat berantakan pun punya makna yang sangat dalam bagi kesehatan mental.

Baca juga: Parenting Tanpa Guilt: 10 Cara Ibu dan Ayah Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Rutinitas Harian

Mengapa Visual Journaling Sangat Penting untuk Ibu Muda?

​Menjadi ibu muda adalah fase transisi yang luar biasa namun juga menantang. Perubahan hormon, kurang tidur, hingga kehilangan waktu untuk diri sendiri (me-time) seringkali memicu stres. Mengutip dari laman kesehatan seperti Alodokter dan Hello Sehat, aktivitas menulis atau mencatat perasaan (journaling) memiliki manfaat besar, seperti:

  1. Meredakan Stres: Mengeluarkan emosi ke atas kertas membantu menurunkan tingkat kortisol (hormon stres).
  2. Mengenali Pemicu Emosi: Bunda jadi lebih sadar, misalnya ternyata Bunda merasa sangat burnout kalau rumah berantakan di sore hari.
  3. Sarana Katarsis: Menjadi tempat “sampah” yang aman untuk semua kekesalan tanpa perlu merasa menghakimi diri sendiri.

​Dengan sentuhan visual, manfaat ini jadi berlipat ganda karena melibatkan sisi kreatif otak yang seringkali “tertidur” akibat rutinitas rumah tangga yang mekanis.

Baca juga: 5 Manfaat untuk Kesehatan Mental Anak

5 Cara Memulai Visual Journaling Tanpa Harus Jago Gambar

cara memulai journaling untuk kesehatan mental

​Banyak Bunda yang mundur duluan karena merasa nggak punya bakat seni. Padahal, kuncinya bukan pada hasil akhirnya, tapi pada prosesnya. Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk memulai:

​1. Gunakan Warna sebagai Perwakilan Perasaan

Lupakan sejenak aturan menggambar yang harus rapi atau memiliki bentuk yang sempurna. Dalam visual journaling, warna adalah sahabat terbaik Bunda untuk mengungkapkan apa yang sulit diucapkan oleh kata-kata. Cukup ambil satu warna yang paling mewakili suasana hati Bunda saat ini; biarkan insting yang memilih tanpa perlu banyak berpikir. Warna bukan sekadar hiasan, melainkan bahasa emosi paling jujur yang bisa Bunda tuangkan secara instan di atas kertas.

​Jika Bunda sedang merasa lelah, gemas, atau penat dengan rutinitas, jangan ragu untuk mengambil krayon merah dan buatlah corat-coret dengan tekanan yang kuat sebagai bentuk pelepasan energi. Sebaliknya, saat Bunda merasa tenang dan damai melihat si Kecil tertidur pulas, gunakanlah sapuan warna biru muda atau hijau yang lembut untuk mengabadikan momen syahdu tersebut. Dengan cara ini, setiap goresan warna menjadi cermin perasaan yang membantu Bunda merasa lebih lega dan terhubung dengan diri sendiri.

​2. Simbol Sederhana yang Berbicara

Bunda tidak perlu merasa terbebani untuk menggambar objek yang rumit seperti anatomi manusia atau pemandangan alam yang detail. Dalam dunia visual journaling, simbol-simbol sederhana justru seringkali lebih ampuh untuk berbicara dan menjadi “kode” rahasia bagi perasaan Bunda. Cukup gunakan bentuk-bentuk dasar yang mudah dibuat namun sarat makna untuk menggambarkan dinamika emosi yang Bunda rasakan sepanjang hari tanpa perlu keahlian khusus.

​Bayangkan sebuah matahari kecil yang bersinar untuk mewakili energi Bunda yang sedang penuh, atau gumpalan awan mendung saat hati sedang terasa “abu-abu” dan butuh ruang untuk bersedih. Saat pikiran sedang ruwet dan banyak urusan yang menumpuk, goresan garis-garis kusut bisa menjadi pelampiasan yang sangat melegakan. Sebaliknya, selipkan gambar hati atau bunga mungil untuk setiap momen manis yang Bunda syukuri hari ini, sekecil apa pun itu, agar jurnal Bunda menjadi pengingat bahwa selalu ada kebahagiaan di tengah rutinitas.

Baca juga: “Silent Divorce” – Musuh Dalam Selimut yang Bikin Rumah Tangga Hambar

​3. Kolase dari Potongan Kertas (Junk Journaling)

Punya tumpukan potongan brosur supermarket, tiket parkir, atau bekas label dari snack favorit si Kecil? Jangan langsung dibuang ya, Bun! Benda-benda sepele ini sebenarnya bisa menjadi elemen visual yang sangat bercerita di dalam jurnal Bunda. Praktik junk journaling ini memungkinkan Bunda untuk menyusun memori harian secara instan tanpa perlu merasa terbebani untuk menggambar atau menulis narasi yang panjang lebar.

​Menempelkan potongan kertas di atas halaman jurnal memberikan kepuasan taktil yang anehnya sangat menenangkan pikiran. Aktivitas sederhana ini membantu Bunda menciptakan “jendela” visual tentang momen yang telah dilewati, sekaligus memberikan tekstur yang unik pada catatan harian. Ini adalah cara paling praktis dan menyenangkan untuk mendokumentasikan keseharian Bunda tanpa harus mahir menggoreskan pena sama sekali.

​4. Teknik Scribbling (Corat-Coret Bebas)

Tutup mata sejenak selama sepuluh detik, lalu biarkan tangan Bunda bergerak bebas mengikuti insting di atas kertas tanpa rencana apa pun. Teknik scribbling atau corat-coret bebas ini adalah cara yang luar biasa untuk melepaskan beban pikiran yang menumpuk tanpa perlu merasa takut salah. Biarkan garis-garis itu mengalir begitu saja, mengikuti irama napas dan detak jantung Bunda yang sedang mencari ketenangan di tengah riuhnya jadwal harian.

​Setelah selesai, buka mata Bunda dan lihatlah pola unik yang tercipta dari gerakan spontan tersebut. Bunda bisa mulai mewarnai celah-celah kecil di antara garis-garis yang saling silang, persis seperti sedang mengisi buku mewarnai favorit. Aktivitas sederhana ini berfungsi sebagai bentuk meditasi ringan yang sangat efektif untuk melepas penat, membantu otak Bunda untuk lebih rileks dan kembali fokus dengan perasaan yang jauh lebih lega.

​5. Manfaatkan Stiker dan Washi Tape

Jika halaman jurnal terasa masih terlalu kosong dan Bunda merasa bingung ingin mulai menggambar dari mana, jangan ragu untuk mengandalkan bantuan stiker lucu atau selotip dekoratif yang biasa disebut washi tape. Menata stiker-stiker mungil atau menempelkan potongan selotip berwarna-warni di sepanjang pinggiran kertas bisa menjadi pemantik kreativitas yang sangat instan. Cara ini sangat efektif untuk memberikan “nyawa” pada halaman jurnal Bunda, membuatnya terlihat lebih cantik dan hidup tanpa perlu usaha ekstra.

​Sentuhan dekorasi sederhana ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang menghadirkan kegembiraan kecil di tengah rutinitas yang padat. Ada efek bahagia yang muncul secara alami saat Bunda melihat hasil tatanan stiker yang rapi dan menggemaskan di atas kertas. Dengan memanfaatkan aksesori ini, aktivitas visual journaling jadi terasa jauh lebih ringan, menyenangkan, dan tentunya bisa memberikan rasa puas setiap kali Bunda membuka kembali lembaran jurnal tersebut.

​Tips Konsisten Journaling di Tengah Kesibukan

Menjaga konsistensi dalam melakukan visual journaling memang menjadi tantangan tersendiri bagi Bunda yang setiap harinya disibukkan dengan urusan rumah tangga dan buah hati. Namun, kunci utamanya bukanlah pada durasi yang lama, melainkan pada bagaimana Bunda menciptakan celah kecil di tengah rutinitas untuk sekadar “bernapas” melalui seni. Agar kebiasaan baik ini tidak hanya menjadi wacana dan tetap terasa menyenangkan tanpa menambah beban pikiran, berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Bunda terapkan:

  • Sediakan “Art Kit” Kecil: Simpan buku sketsa kecil dan beberapa alat warna di tempat yang mudah dijangkau (misalnya di samping tempat tidur atau dekat meja makan).
  • Lepaskan Ekspektasi: Jangan bandingkan jurnal Bunda dengan apa yang ada di media sosial. Jurnal Bunda adalah ruang privat, tidak ada benar atau salah.
  • Jadikan Ritual: Coba lakukan saat anak sedang istirahat atau sesaat sebelum Bunda tidur.
  • Ajak si Kecil: Kalau Bunda sulit lepas dari anak, ajak mereka menggambar bersama. Bunda fokus pada jurnal Bunda, si Kecil asyik dengan kertasnya sendiri. Ini bisa jadi momen bonding yang menyenangkan!

Baca juga: Bukan Lagi Zamannya “Pokoknya!”, Ini Cara Ngobrol Biar Didengar Remaja Tanpa Drama

Bahagia Menjadi Bunda yang Kreatif Melalui Seni Harian

​Momen Hari Seni Sedunia ini menjadi pengingat manis bahwa seni adalah milik semua orang, termasuk Bunda yang mungkin sedang dasteran di rumah sembari mengurus si Kecil. Seni bukan hanya soal galeri mewah atau lukisan mahal, melainkan soal kejujuran Bunda dalam berekspresi. Menyisihkan waktu 10-15 menit sehari untuk visual journaling bukanlah tindakan egois atau bentuk pengabaian tugas, melainkan sebuah investasi self-care yang sangat berharga. Ingat ya Bun, gelas yang kosong tidak akan bisa menuang air; jadi, pastikan “gelas” emosi Bunda terisi kembali agar Bunda tetap memiliki energi cinta yang penuh untuk mengasuh keluarga dengan bahagia.

Visual journaling adalah perjalanan untuk mengenal diri sendiri kembali di tengah kesibukan peran sebagai Ibu yang luar biasa. Melalui setiap warna yang dipulas dan garis yang ditarik, Bunda sebenarnya sedang berdialog dengan batin sendiri, memberikan validasi atas segala rasa lelah sekaligus rasa bangga yang dirasakan setiap harinya. Jangan biarkan kesehatan mental terabaikan oleh rutinitas. Mari ambil kertas, pilih warna favorit Bunda, dan biarkan perasaan berbicara melalui visual. Selamat Hari Seni Sedunia untuk semua Bunda hebat!

​Jangan lupa untuk terus follow Instagram @Unifam.id agar Bunda selalu mendapatkan berbagai tips menarik seputar parenting, gaya hidup sehat, hingga inspirasi harian yang seru.

​Sambil asyik melakukan visual journaling atau menikmati waktu me-time, pastikan Bunda selalu menyediakan stok camilan berkualitas dari Unifam yang sudah terjamin mutunya untuk menemani hari Bunda maupun sebagai bekal sehat si Kecil. Bunda bisa mendapatkan semua produk favorit Unifam dengan mudah melalui Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia. Pastikan selalu berbelanja di toko resmi untuk mendapatkan promo menarik dan jaminan keaslian produk ya, Bun!

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel