Artikel

Mumpung Ada Hari Keluarga Nasional Jadi Momen Pencegahan Stunting

Post pada 29 Jun 2021

Hari Keluarga Nasional (Harganas) masuk kalender hari nasional yang diperingati setiap bulan Juni, tepatnya 29 Juni. Tahun ini, Harganas ke-28 akan jatuh pada hari Selasa (29/6/2021). Harganas menjadi bentuk pengakuan betapa pentingnya peran dan nilai keluarga, sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat.

Harganas digagas Haryono Suyono. Dia adalah Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Saat itu menyampaikan tiga pokok pikiran terkait Harganas.

Pertama, mewarisi semangat kepahlawanan dan perjuangan bangsa. Kedua, menghargai dan perlunya keluarga bagi kesejahteraan bangsa. Dan ketiga, membangun keluarga menjadi keluarga yang bekerja keras dan mampu berbenah diri menuju keluarga sejahtera.

Lantas, Presiden Soeharto menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas) di tahun 1993. Namun, peringatan ini baru mendapat legalitas pada 15 September 2014, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014 tentang penetapan 29 Juni sebagai Harganas dan bukan hari libur.

Tahun ini, tema Harganas adalah “Keluarga Keren Cegah Stunting” dengan tagar #KeluargaIndonesiacegahstunting. Tema tersebut diangkat mengingat keluarga Indonesia menghadapi tantangan risiko anak stunting atau keadaan tubuh yang sangat pendek karena kekurangan gizi. Stunting (tengkes) tidak hanya mengancam fisik dan kecerdasan, tetapi juga sangat memengaruhi masa depan terkait kesehatan dan produktivitas.

Saat ini, satu dari empat anak balita di Indonesia mengalami tengkes. Kondisi ini disebabkan oleh kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang. Data hasil Survei Status Gizi Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada 2019 menyebut prevalensi tengkes pada anak balita tercatat 27,76 persen.

Maka itu, pastikan untuk selalu memenuhi gizi si kecil sejak masa kehamilan. Konsumsilah makanan sehat dan bergizi. Bila perlu tambahkan suplemen yang telah disetujui oleh dokter. Selain itu, periksa kondisi kehamilan secara rutin ke dokter atau bidan untuk memantau kondisi si kecil dalam janin. Ya, ini sangat diperlukan agar Bunda mengetahui apa yang dibutuhkan, dan yang harus dilakukan agar si kecil bisa tumbuh dengan sehat.

Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro.

Alhasil, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka Bunda sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting.

WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya Bunda berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

Orangtua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

PT United Family Food (Unifam) juga percaya keluarga merupakan hal penting. Unifam memiliki misi yakni memposisikan setiap keluarga sebagai ‘pahlawan dalam kehidupan sehari-hari’.

Perusahaan yang dikenal dengan produk permen susu Milkita ini menempatkan ‘keluarga’ sebagai prioritas di mana perusahaan diposisikan sebagai media untuk memfasilitasi dan melayani misi tersebut.  Sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia, Unifam memercayai ‘menghormati pahlawan tanpa tanda jasa dalam kehidupan sehari-hari” berarti memberikan penghargaan tertinggi kepada orang-orang dan komunitas di lingkungan sekitar Unifam melalui produk dan layanan terbaik.

Selama 40 tahun, Unifam telah berhasil menciptakan produk berkualitas bagi keluarga Indonesia. Beragam produk kudapan berhasil diciptakan untuk disantap tiap anggota keluarga. Mulai dari produk permen seperti Milkita, Super Zuper dan Jagoan Neon, hingga produk-produk lainnya seperti Milkita Kental Manis, Pino Ice Cup dan Kiko Ice Stick.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel