Post pada 19 Feb 2026
Halo, Bunda! Pernah tidak Bunda lagi asyik menyruput teh hangat, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari ruang tengah? Si Kakak marah-marah karena mainannya diambil, sementara Si Kecil (adik) menangis kencang karena kaget dibentak. Rasanya kepala mau pecah ya, Bunda? Fenomena ini sering kita sebut sebagai sibling rivalry atau persaingan antar saudara.
Banyak yang bilang bertengkar itu bumbunya persaudaraan, tapi kalau setiap hari terjadi, capek juga ya? Nah, ada cara yang lebih modern dan menyentuh hati untuk mengatasinya, yaitu dengan pendekatan Mindful Sibling. Intinya, kita bukan cuma menyuruh mereka “diam” atau “berbagi”, tapi mengajarkan empati pada kakak adik agar mereka sadar akan emosi satu sama lain. Yuk, kita bedah rahasianya agar rumah kembali tenang dan penuh tawa!

Sebelum kita masuk ke solusi, Bunda perlu tahu dulu nih kenapa sih Si Kecil sering sekali bertengkar. Ada beberapa faktor yang bisa memicu pertengkaran antara kakak dan adik, diantaranya :
Memahami penyebab ini penting banget supaya Bunda nggak gampang terbawa emosi. Ingat, mereka nggak bermaksud nakal, mereka cuma belum tahu cara mengomunikasikan perasaannya dengan benar.
Pernah nggak Bunda bilang ke Si Kakak, “Ayo dong mengalah, kan kamu sudah gede!”? Ternyata, kalimat ini kurang efektif lho, Bunda. Alih-alih menyuruh mengalah, yuk ajak Si Kakak menjadi “Detektif Emosi”. Kita bantu dia membaca situasi kenapa adiknya bersikap demikian.
Berikut langkah-langkah praktisnya:

Setelah Si Kakak mulai paham soal emosi, saatnya kita bangun jembatan koneksi di antara mereka. Mengajarkan empati pada kakak adik adalah investasi jangka panjang supaya mereka bisa jadi sahabat seumur hidup.
Bunda bisa mencoba beberapa cara berikut ini:
Mencegah persaingan antar saudara sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari di rumah, Bunda. Seringkali, percikan konflik muncul karena Si Kecil merasa adanya ketidakadilan atau kurangnya ruang untuk mengekspresikan.
Kunci utamanya bukan tentang bagaimana kita menghentikan pertengkaran saat sudah terjadi, melainkan bagaimana kita membangun fondasi rasa aman dan menghargai perbedaan karakter masing-masing anak sejak dini. Dengan langkah preventif yang tepat, Bunda bisa menciptakan suasana rumah yang lebih sejuk dan minim drama.
Bunda bisa lho menggunakan mainan atau boneka untuk mengajarkan empati. Misalnya, Bunda bermain peran sebagai boneka yang sedang sedih karena mainannya diambil. Tanyakan pada Si Kakak, “Kira-kira boneka ini biar nggak sedih lagi harus diapain ya, Kak?”
Cara ini jauh lebih masuk ke logika anak daripada sekadar ceramah panjang lebar. Melalui permainan, Si Kecil belajar memosisikan dirinya di “sepatu” orang lain. Semakin sering dilatih, empati ini akan menjadi otomatis saat dia berhadapan dengan saudaranya sendiri. Selain itu, Bunda juga bisa mengajak si Kecil menonton film sarat makna untuk belajar hal-hal seperti ini.
Bunda, kita nggak bisa mengajarkan ketenangan kalau kita sendiri sedang “meledak”. Mengurus kakak-adik memang melelahkan. Jangan lupa untuk ambil napas sejenak. Kalau Bunda merasa emosi sudah di ubun-ubun, nggak apa-apa kok minta bantuan Ayah atau meletakkan Si Kecil di tempat aman sebentar sementara Bunda menenangkan diri. Anak-anak belajar regulasi emosi dari melihat cara Bunda menenangkan diri.
Menerapkan mindful sibling memang butuh waktu dan konsistensi, tapi hasilnya luar biasa. Dengan mengajarkan empati pada kakak adik, Bunda sedang membekali mereka dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Ingat, tujuan kita bukan untuk menghilangkan pertengkaran sama sekali—karena itu hampir mustahil—tapi untuk membekali mereka kemampuan menyelesaikan konflik dengan kepala dingin dan hati yang penuh kasih. Semangat ya, Bunda! Bunda pasti bisa menciptakan harmoni di rumah.
Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram @Unifam.id. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar lebih aman dan pasti asli!




