Articles

Bunda Capek Sendirian? Momen Jam 2 Pagi Ini Bikin Sadar Ayah Juga Tim Inti!

Post pada 22 Sep 2026

Setiap harinya, kotak masuk DM media sosial kita di Unifam selalu diramaikan dengan berbagai curhatan hangat. Ada cerita perjuangan MPASI yang bikin pusing, curhat lelahnya mengurus toddler yang lagi aktif-aktifnya, hingga drama rumah tangga skala kecil yang sering bikin Bunda senyum-senyum sendiri.

​Namun, ada satu pesan masuk baru-baru ini yang rasanya begitu membekas dan sayang sekali kalau hanya disimpan sendiri. DM ini datang dari seorang Bunda muda, sebut saja Bunda Rina.

​“Min, aku mau cerita sedikit boleh ya? Kemarin malam aku sempat emosi dan lelah banget gara-gara si Kecil rewel seharian. Aku merasa cuma aku yang paling capek di rumah. Tapi malam itu, pas aku kebangun jam dua pagi, aku lihat suamiku lagi duduk di lantai samping tempat tidur. Dia lagi nepuk-nepuk punggung si Kecil sambil ngetik laporan kerjaan di laptop pakai satu tangan. Matanya sudah merah banget karena mengantuk, tapi tangannya tetap lembut nenangin anak kami biar aku bisa tidur nyenyak.

​Di situ aku langsung nangis diam-diam di balik selimut. Cerita peran ayah dalam pengasuhan anak yang selama ini sering aku sepelekan, ternyata nyata di depan mata. Ternyata, peran Suami itu enggak kalah besar ya, Min?”

​Cerita singkat dari Bunda Rina tadi rasanya mewakili banyak dari kita. Di tengah riuhnya rutinitas harian, kita sering kali tanpa sadar membagi peran rumah tangga secara kaku: Ibu fokus mengurus anak dan rumah, sementara Ayah hanya bertugas mencari nafkah. Padahal, cerita peran ayah dalam pengasuhan anak menyimpan banyak momen berharga yang kerap kali luput dari pandangan kita.

Baca juga: Parenting Tanpa Guilt: 10 Cara Ibu dan Ayah Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Rutinitas Harian

Ketika Persepsi “Ayah Hanya Pencari Nafkah” Mulai Bergeser

​Sejak dulu, konstruksi sosial kerap membentuk persepsi bahwa sosok ibu adalah pilar utama dalam urusan pengasuhan anak. Ibu identik dengan kelembutan, ketelatenan, dan kehadiran fisik yang intensif sejak anak dilahirkan. Sebaliknya, figur ayah sering digambarkan sebagai sosok tangguh yang berada di balik layar, sibuk bekerja dari pagi hingga malam, dan baru hadir untuk urusan disiplin atau keputusan besar.

​Padahal, dalam tumbuh kembang anak, keterlibatan Ayah secara emosional dan fisik memiliki dampak luar biasa. Pengasuhan bukan soal siapa yang lebih dominan, melainkan bagaimana kedua orang tua bekerja sebagai satu tim yang saling melengkapi (coparenting).

​Ketika seorang Ayah mau mengambil peran aktif, mulai dari hal kecil seperti mengganti popok, menemani main, hingga mendengarkan celotehan anak sebelum tidur, ia sedang membangun fondasi emosional yang kokoh bagi masa depan buah hatinya.

Baca juga: Ko-Regulasi Emosi Pasangan: Peran Penting Ayah Mengatasi Tantrum Saat Libur Panjang (Ibu Tenang, Anak Senang!)

langkah libatkan ayah dalam pengasuhan anak di rumah

Momen-Momen Kecil yang Membuka Mata

​Banyak Bunda yang baru menyadari besarnya peran pasangan justru dari momen-momen sederhana yang tidak terdokumentasi. Seperti halnya cerita Bunda Rina di atas, ada banyak cerita serupa yang membuktikan betapa hadirnya Ayah mampu memberi pengaruh besar:

​1. Punggung Kokoh untuk Jam-Jam Rawan

​Siapa yang tidak familiar dengan masa-masa awal memiliki bayi? Waktu tidur yang terputus-putus dan tangisan di tengah malam kerap membuat mental seorang Ibu berada di titik terendah. Di momen inilah, uluran tangan seorang Ayah menjadi penyelamat. Saat Ayah secara sukarela mengambil alih tugas menggendong anak yang sedang colic agar Bunda bisa beristirahat sejenak, itu bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk dukungan emosional yang sangat berarti.

​2. Gaya Main Ayah yang Berbeda namun Penting

​Pernahkah Bunda merasa khawatir saat melihat Ayah mengajak si Kecil bermain? Cara bermain Ayah biasanya lebih fisik, agak berantakan, dan terkesan “berisiko”. Namun, menurut penelitian perkembangan anak, eksplorasi fisik bersama Ayah justru membantu mengasah keberanian, motorik kasar, serta kemampuan anak dalam memecahkan masalah. Jika Bunda mengajarkan kelembutan dan kehati-hatian, maka Ayah mengajarkan keberanian dan ketangguhan.

​3. Tempat Bertanya dan Teman Diskusi Anak

​Seiring bertambahnya usia anak, pertanyaan-pertanyaan ajaib mulai bermunculan. Cara Ayah merespons keingintahuan anak sering kali memberikan sudut pandang baru. Diskusi acak antara anak dan Ayah di meja makan atau saat perjalanan di dalam mobil membentuk karakter anak menjadi lebih terbuka dan percaya diri.

Baca juga: Ayah juga Pahlawan Kesehatan Bayi Baru Lahir! Ini Peran Pentingnya dalam Tumbuh Kembang Anak

​Dampak Luar Biasa Kehadiran Ayah bagi Tumbuh Kembang Anak

​Mengapa keterlibatan Ayah dalam pengasuhan begitu penting? Berbagai penelitian di bidang psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak yang dibesarkan dengan keterlibatan aktif dari kedua orang tuanya memiliki beragam keunggulan:

  • ​Kecerdasan Emosional yang Lebih Baik: Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung lebih mampu mengelola emosi dan memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah saat menghadapi lingkungan baru.
  • ​Kepercayaan Diri yang Tinggi: Kehadiran Ayah yang memberikan apresiasi dan perhatian dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dalam mengeksplorasi potensi dirinya.
  • ​Perkembangan Kognitif dan Bahasa: Ayah cenderung menggunakan kosa kata yang beragam saat berbicara dengan anak, yang secara tidak langsung memperkaya perbendaharaan kata si Kecil.
  • ​Role Model Hubungan yang Sehat: Melihat bagaimana Ayah menghormati dan membantu Ibu di rumah akan menjadi panduan bagi anak dalam membangun hubungan yang sehat saat mereka dewasa kelak.

Menghilangkan Label “Ayah Cuma Membantu”

​Salah satu hal yang sering tanpa sadar kita lakukan adalah menganggap partisipasi Ayah sebagai bentuk “bantuan” saja (helping out). Kalimat seperti, “Wah, rajin banget ayahnya mau bantu jaga anak,” secara tidak langsung memosisikan bahwa pengasuhan adalah tugas penuh Ibu, dan Ayah hanya sekadar sukarelawan.

​Mari kita ubah pola pikir tersebut bersama-sama. Pengasuhan adalah tanggung jawab bersama. Ketika Ayah memandikan anak, menyuapi makan, atau mendampingi belajar, Ayah sedang menjalankan perannya sebagai orang tua, bukan sekadar membantu tugas Ibu.

​Memberikan ruang dan kepercayaan penuh kepada Ayah untuk mengasuh anak dengan caranya sendiri juga sangat penting. Kadang, kita sebagai Ibu terlalu perfeksionis, seperti menuntut baju anak harus pas matching-nya atau cara menyuapi harus sesuai standar kita. 

Biarkan Ayah menemukan iramanya sendiri. Sedikit berantakan tidak apa-apa, yang terpenting adalah ikatan (bonding) yang terjalin antara Ayah dan anak.

Baca juga: Father-Child Bonding: Cara Ayah Mengajarkan Life Skills Sederhana Lewat Hobi Kreatif di Rumah

Merawat Kerja Sama Tim dalam Keluarga

​Agar kerja sama antara Bunda dan Ayah dalam mengasuh anak bisa berjalan harmonis, komunikasi yang terbuka menjadi kuncinya. Berikut beberapa langkah sederhana untuk mempererat keterlibatan Ayah di rumah:

​1. Buat Pembagian Peran yang Jelas dan Fleksibel

​Diskusikan bersama jadwal dan area tanggung jawab masing-masing. Misalnya, Ayah memegang peran untuk menemani anak mandi sore dan membaca buku sebelum tidur, sementara Bunda menyiapkan kebutuhan makan. Namun, tetaplah fleksibel jika salah satu sedang merasa sangat lelah.

​2. Berikan Apresiasi dan Ciptakan Suasana Positif

​Sama seperti Bunda yang senang jika usahanya dihargai, Ayah juga butuh pengakuan. Ucapan sederhana seperti, “Terima kasih ya sudah nemanin adik main sore ini, aku jadi bisa istirahat sebentar,” akan membuat Ayah merasa dihargai dan semakin semangat untuk terlibat.

​3. Sediakan Waktu Quality Time Khusus Ayah dan Anak

​Biarkan Ayah dan si Kecil memiliki waktu luang berdua tanpa campur tangan Bunda, misalnya jalan-jalan ke taman di hari Minggu pagi atau sekadar merakit mainan bersama. Waktu-waktu khusus ini akan menciptakan kenangan manis yang akan diingat anak hingga dewasa.

Baca juga: Bunda Bilang “Enggak”, Ayah Bilang “Boleh”: Trik Kompromi Pola Asuh Tanpa Pakai Drama

Pelukan Hangat dan Momen Bahagia Bersama Unifam

​Mengasuh anak adalah perjalanan panjang yang penuh warna. Tidak ada orang tua yang sempurna, namun usaha untuk selalu hadir dan saling melengkapi adalah hal yang paling berharga bagi buah hati kita. Untuk para Bunda yang mungkin saat ini sedang merasa lelah, cobalah untuk melihat sekeliling.

Kadang, bentuk kasih sayang dan peran Ayah tidak selalu diungkapkan lewat kata-kata manis, melainkan lewat langkah kaki yang tetap berjalan meski lelah, tangan yang siap menopang, dan kehadiran yang tenang di saat-saat terberat kita. Mari kita terus apresiasi setiap usaha kecil yang dihadirkan oleh pasangan di rumah, sebab rumah yang hangat dibangun oleh kerja sama dua hati yang saling mendukung.

​Menjalani peran sebagai orang tua memang penuh tantangan, namun setiap momen kebersamaan bersama keluarga selalu layak untuk dirayakan. Unifam hadir untuk menemani setiap langkah perjalanan Bunda dan Ayah dalam menciptakan kehangatan serta keceriaan di rumah melalui produk-produk berkualitas yang disukai seluruh anggota keluarga.

Bunda ingin mendampingi hari-hari tumbuh kembang Si Kecil dengan suasana yang hangat dan penuh kebahagiaan? Dapatkan berbagai produk pilihan terbaik Unifam untuk menemani momen kebersamaan keluarga di rumah.

Belanja praktis, dijamin asli, dan lebih tenang langsung melalui Official Store kami:

​Jangan lupa untuk terus terhubung dengan kami! Yuk, follow Instagram @Unifam.id untuk mendapatkan beragam tips pengasuhan menarik, cerita inspiratif sesama Bunda, serta info kuis dan promo seru setiap minggunya. Punya cerita menarik atau ingin curhat seputar suka duka mengasuh si Kecil seperti cerita Bunda di atas? Jangan ragu untuk langsung drop pesan dan curhat via DM Instagram @Unifam.id ya, Bunda! Mimin siap mendengarkan dan berbagi kehangatan bersama Bunda.

​Pastikan juga Bunda selalu menyediakan camilan dan produk favorit keluarga dari Unifam di rumah. Ingat, selalu beli produk-produk asli Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia agar kualitas dan keamanannya tetap terjamin untuk si Kecil tercinta. Selamat menikmati momen indah mengasuh buah hati bersama Ayah, Bunda!

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel