Post pada 18 Aug 2026
Pernah tidak, Bunda merasa gemas sekaligus elus dada saat melihat Si Kecil menangis guling-guling di supermarket hanya karena tidak dibelikan mainan baru? Padahal, kalau melihat ke dalam kamarnya, tumpukan mainan sudah mirip toko mainan mini. Atau mungkin, Bunda pernah merasa lelah karena Si Kecil sering sekali mengeluh saat diminta menghabiskan makanannya?
Tenang, Bunda tidak sendirian. Di tengah gempuran dunia modern yang serba cepat dan penuh dengan stimulus visual yang menarik, wajar sekali jika anak-anak mudah merasa “kurang”. Mereka begitu mudah melihat apa yang dimiliki teman-temannya di media sosial atau TV, lalu merasa harus memiliki hal yang sama untuk bisa bahagia.
Sebagai ibu muda, kita sering kali fokus mengajarkan Si Kecil membaca, berhitung, atau berbahasa Inggris sejak dini. Namun, ada satu keterampilan hidup (life skill) yang tak kalah krusial, tapi seringkali terlewatkan: kemampuan untuk bersyukur.
Lalu, bagaimana cara menumbuhkan rasa syukur pada anak tanpa harus terkesan menasihati atau menggurui? Jawabannya ternyata sangat sederhana, murah, dan seru untuk dilakukan bersama seluruh anggota keluarga! Mari kita kenalan dengan ritual Family Gratitude Jar (Toples Rasa Syukur Keluarga).
Sebelum kita masuk ke langkah praktis pembuatan toples ajaib ini, mari kita pahami dulu mengapa rasa syukur itu bagaikan “pupuk ajaib” bagi tumbuh kembang emosional anak.
Secara psikologis, anak-anak yang terbiasa mengekspresikan rasa syukur tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh (resilient), memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah, dan lebih mudah merasa bahagia. Mengerti cara menumbuhkan rasa syukur pada anak sejak dini juga membantu membentuk empati pada anak. Anak tidak hanya fokus pada keinginan dirinya sendiri, tetapi juga mulai menyadari kebaikan orang-orang di sekitarnya, mulai dari masakan enak yang dibuatkan Bunda, bantuan Ayah saat merapikan sepeda, hingga senyuman dari Pak Satpam di depan kompleks.
Bersyukur bukanlah bakat bawaan lahir, Bunda. Bersyukur adalah sebuah otak emosional yang harus dilatih setiap hari. Dan layaknya olahraga, latihan ini butuh sarana yang menyenangkan agar Si Kecil betah melakukannya!
Bayangkan sebuah toples kaca bening yang ditaruh di meja makan atau ruang keluarga. Setiap hari, atau seminggu sekali, setiap anggota keluarga, Ayah, Bunda, dan Si Kecil, menuliskan satu hal kecil yang mereka syukuri di selembar kertas warna-warni, lalu memasukkannya ke dalam toples tersebut.
Sederhana sekali, bukan? Tapi jangan salah, dampaknya luar biasa!
Toples yang tadinya kosong, lama-kelamaan akan dipenuhi oleh gulungan-gulungan kertas warna-warni. Secara visual, Si Kecil bisa melihat langsung betapa banyaknya hal baik yang sudah keluarga kalian dapatkan. Saat hari buruk datang atau saat Si Kecil sedang cranky, toples ini bisa dibuka kembali untuk membaca ulang momen-momen indah yang pernah dilalui.
Ritual ini mengubah konsep “syukur” yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret dan dapat disentuh oleh anak.

Agar prosesnya terasa seperti kegiatan bermain yang menyenangkan dan bukan tugas sekolah, simak langkah-langkah seru berikut ini, Bunda!
Mulailah dengan mengajak Si Kecil mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat Gratitude Jar. Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk memulai ritual hangat ini. Bunda bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah sekaligus mengajarkan Si Kecil konsep daur ulang.
Bunda bisa memakai toples kaca atau plastik bekas yang sudah dibersihkan, kertas warna-warni, serta alat tulis atau krayon. Melibatkan anak sejak tahap persiapan awal ini akan memancing rasa ingin tahu dan antusiasmenya.
Luangkan waktu khusus di akhir pekan bersama Ayah dan Si Kecil di ruang keluarga. Bebaskan Si Kecil untuk mendekorasi toples sesuai imajinasinya, mulai dari menempelkan stiker favorit hingga mengikatkan pita warna-warni di leher toples. Semakin Si Kecil terlibat dalam proses kreasi ini, semakin besar rasa memiliki (sense of ownership) terhadap toples tersebut!
Kunci utama dalam cara menumbuhkan rasa syukur pada anak adalah konsistensi. Tentukan waktu khusus setiap harinya di mana seluruh anggota keluarga berkumpul. Waktu makan malam atau sesaat sebelum tidur adalah momen paling pas.
Saat makan malam, setelah selesai makan, ajak semua orang duduk sebentar. Tanyakan pada Si Kecil, “Kak/Ade, hal paling menyenangkan apa yang bikin kamu senyum hari ini?”
Ajak setiap anggota keluarga mengekspresikan momen indahnya hari ini. Untuk Si Kecil yang sudah bisa menulis, biarkan dia menuliskan sendiri kalimat sederhananya. Tidak perlu panjang-panjang, contohnya:
Lalu bagaimana jika Si Kecil belum bisa membaca atau menulis? Jangan berkecil hati, Bunda! Minta Si Kecil menggambarkannya. Gambar senyuman, matahari, atau gambar acak khas balita sudah sangat cukup. Bunda bisa membantu menuliskan keterangannya secara singkat di balik kertas gambar tersebut.
Gulung atau lipat kertas tersebut, lalu biarkan Si Kecil sendiri yang memasukkannya ke dalam toples. Berikan tepuk tangan kecil, pujian, atau pelukan hangat setiap kali sebuah kertas berhasil masuk. Apresiasi sederhana ini memberikan dorongan positif (positive reinforcement) yang membuat anak merasa didengar dan dihargai.
Dalam praktiknya, tentu tidak selalu mulus ya, Bunda. Ada kalanya Si Kecil sedang bad mood atau bingung harus menulis apa. Kalau situasi ini terjadi, berikut beberapa trik halus sebagai cara menumbuhkan rasa syukur pada anak:
Jika Si Kecil menjawab “Gak ada, biasa aja hari ini”, jangan dipaksa ya, Bunda. Coba ubah pertanyaannya menjadi lebih spesifik:
”Tadi di sekolah, siapa teman yang paling bikin kamu tertawa?”
”Bagian mana dari makanan Bunda yang paling enak menurut kamu hari ini?”
”Hal apa yang bikin kamu merasa nyaman banget hari ini?”
Anak adalah peniru yang ulung. Sebelum meminta anak mengisi toples, tunjukkan dulu cara Bunda dan Ayah melakukannya. Katakan dengan suara lantang dan penuh antusias: “Kalau Bunda, hari ini bersyukur banget karena tadi pas jalan pulang gak kena macet, jadi bisa lebih cepat ketemu Ade!”
Apapun yang ditulis atau digambar oleh Si Kecil, meskipun menurut kita sepele seperti “bersyukur punya permen warna merah”, hargai saja ya, Bunda. Jangan pernah berkata, “Masa cuma gitu aja bersyukur?”. Biarkan rasa syukur itu tumbuh secara alami dari hal-hal kecil yang dekat dengan duniasnya.
Salah satu bagian paling manis dari ritual Family Gratitude Jar adalah momen “Panen Syukur”! Bunda bisa menetapkan waktu khusus untuk membuka toples ini bersama-sama, misalnya di malam pergantian tahun baru, saat ulang tahun Si Kecil, atau kapan saja ketika keluarga sedang butuh dorongan semangat.
Bayangkan betapa hangatnya suasana saat Bunda dan Ayah duduk menikmati camilan, lalu menumpahkan ratusan kertas warna-warni dari dalam toples. Satu per satu kertas dibacakan bergantian. Kalian akan tertawa mengingat momen konyol yang pernah terjadi, terharu membaca tulisan polos Si Kecil beberapa bulan lalu, dan menyadari betapa banyaknya berkah di dalam rumah. Tanpa perlu ceramah panjang lebar, saat itulah Si Kecil akan paham secara mendalam bahwa hidupnya penuh dengan kebaikan.
Menumbuhkan karakter positif memang butuh proses, kesabaran, dan konsistensi. Family Gratitude Jar bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan investasi emosional jangka panjang yang membekali Si Kecil dengan “benteng emosional” yang kuat hingga dewasa. Memahami cara menumbuhkan rasa syukur pada anak ternyata tidak harus rumit, bukan?
Yuk, siapkan toples bekas di rumah hari ini dan mulai tradisi hangat ini! Jangan lupa bagikan keseruan kreasi Gratitude Jar keluarga Bunda di media sosial agar makin banyak ibu-ibu muda yang terinspirasi.
Isi gratitude jar dengan camilan favorit yang lezat, aman, dan bernutrisi, seperti Milkita, Kata Oma, Super Zuper dan lainnya. Pastikan Bunda selalu membeli produk asli Unifam melalui Official Store resmi kami:
Dapatkan berbagai tips parenting menarik, ide aktivitas seru bersama anak, hingga info promo spesial dengan cara follow Instagram resmi kami di @Unifam.id.
Ingin melengkapi momen kumpul keluarga dengan produk favorit seperti Milkita, Kata Oma, atau Pino Ice Cup? Pastikan Bunda selalu membeli produk yang asli dan terjamin kualitasnya hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia. Selamat mencoba ritual baru ini di rumah ya, Bunda!




