Articles

Cuma Butuh 1 Menit! Rahasia Menjadi Orang Tua “Sadar Label” Demi Lindungi Si Kecil dari Gula Tersembunyi

Post pada 25 Feb 2026

Halo, Bunda! Bagaimana kabarnya hari ini? Menjadi orang tua di zaman sekarang memang penuh tantangan ya, Bun. Apalagi kalau sudah bicara soal jajanan Si Kecil. Rasanya, di mana pun kita berada, kepungan camilan berwarna-warni dengan rasa yang lezat selalu menggoda mereka.

Sering kali kita hanya fokus pada “yang penting Si Kecil mau makan” atau “yang penting dia senang”. Padahal, di balik kemasan yang lucu, ada hal krusial yang sering kita lewatkan: Label Gizi. Meluangkan waktu hanya 60 detik untuk membaca label sebelum memasukkan produk ke keranjang belanja bisa menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi masa depan Si Kecil. Yuk, mulai jadi orang tua yang “Sadar Label” untuk mencegah bahaya gula tersembunyi!

Kenapa Harus “Sadar Label”? Jangan Cuma Tergiur Rasa!

sadar gula garam pada jajanan anak
Kenapa Bunda wajib tahu cara membaca label pada makanan? Agar sadar gula garam pada jajanan anak.

Banyak dari kita yang membeli jajanan hanya karena melihat merek yang terkenal atau rasa yang disukai Si Kecil. Mengutip pesan dari BPOM, kita tidak boleh hanya mengenal pangan olahan dari rasanya saja. Rasa yang enak di lidah belum tentu “enak” bagi tubuh dalam jangka panjang.

Menjadi orang tua yang sadar label berarti Bunda memiliki kendali penuh atas apa yang masuk ke tubuh Si Kecil. Mengapa ini penting?

  1. Mencegah Obesitas Dini. Gula berlebih adalah penyumbang kalori terbesar yang sering tidak disadari.
  2. Menghindari Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Diabetes tipe 2 dan hipertensi kini mulai menyerang anak-anak akibat pola makan yang salah.
  3. Membentuk Kebiasaan Makan Sehat. Apa yang Bunda kenalkan sekarang akan menjadi standar rasa bagi Si Kecil hingga dewasa nanti.

Baca juga: Kenali Gejala, Ciri dan Cara Mengatasi Diabetes pada Anak. Lakukan Hal-hal Ini Agar Anak Kita Terhindar Dari Diabetes

Batasan Gula, Garam, dan Lemak untuk Si Kecil (Aturan GGL)

Banyak Bunda yang bertanya-tanya, sebenarnya berapa sih batasan aman untuk anak? Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan ahli gizi, berikut adalah panduan kasarnya:

1. Batas Konsumsi Gula

Untuk anak-anak, disarankan tidak mengonsumsi gula lebih dari 25 gram atau setara dengan 2-3 sendok makan per hari. Bayangkan, satu botol minuman kemasan terkadang sudah mengandung 20 gram gula. Artinya, jatah harian Si Kecil hampir habis hanya dari satu minuman!

2. Batas Konsumsi Garam (Natrium)

Terlalu banyak garam bisa memberatkan kerja ginjal Si Kecil yang masih berkembang.

  • Usia 1-3 tahun: Kurang dari 2 gram (setara 1/2 sendok teh) per hari.
  • Usia 4-6 tahun: Kurang dari 3 gram per hari.

3. Batas MSG

Meskipun MSG dinyatakan aman oleh lembaga kesehatan dunia jika dikonsumsi dalam batas wajar, penggunaan berlebih pada anak bisa membuat mereka menjadi picky eater karena terbiasa dengan rasa gurih yang kuat (penyedap rasa).

Waspada “Gula Tersembunyi” di Balik Nama Asing

sadar kandungan gula garam pada makanan anak

Nah, ini dia tantangan terbesarnya, Bun! Terkadang, di label kemasan tidak tertulis kata “Gula” secara gamblang. Produsen sering menggunakan nama-nama ilmiah yang mungkin terasa asing di telinga kita. Inilah yang disebut gula tersembunyi.

Daftar nama lain gula yang sering muncul di label:

  • Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (High Fructose Corn Syrup/HFCS)
  • Maltodextrin
  • Dekstrosa / Dextrose
  • Sukrosa
  • Invert Sugar
  • Konsentrat Sari Buah (Terdengar sehat, tapi tetap saja gula!)

Jika Bunda melihat nama-nama di atas berada di urutan 3 besar pada komposisi (Ingredients), artinya produk tersebut didominasi oleh gula.

Baca juga: 5 Resep Makanan Bergizi untuk Keluarga yang Gampang Banget Dibuat

Tips Jitu Menjadi Orang Tua Sadar Gula Garam pada Jajanan Anak

Mulai sekarang, yuk terapkan ritual “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) setiap kali belanja. Berikut tips praktis untuk Bunda:

  1. Baca Tabel Informasi Nilai Gizi: Perhatikan kolom “Gula/Sugars” dan “Natrium/Sodium”. Pastikan angkanya tidak melonjak tinggi.
  2. Perhatikan Takaran Saji: Hati-hati, Bun! Kadang satu bungkus camilan isinya dua atau tiga takaran saji. Jadi, kalau Si Kecil menghabiskan sebungkus, Bunda harus mengalikan jumlah gula di label tersebut.
  3. Pilih Produk dengan Klaim Lebih Sehat: Cari label yang mencantumkan “Rendah Gula” atau “Tanpa Pemanis Buatan”.
  4. Bandingkan Dua Produk: Jangan ragu untuk memegang dua produk berbeda dan membandingkan mana yang kadar natrium atau gulanya lebih rendah.
  5. Edukasi Si Kecil: Pelan-pelan ajak Si Kecil melihat label. “Lihat deh, Kak, minuman ini gulanya banyak sekali, nanti giginya bisa sakit. Kita cari yang lain ya?”

Dampak Jangka Panjang Jika Kita “Cuek” Terhadap Label

Mungkin sekarang dampaknya belum terlihat. Si Kecil masih lincah dan ceria. Namun, konsumsi gula dan garam berlebih yang menumpuk selama bertahun-tahun bisa memicu:

  1. Kerusakan Gigi (Karies): Bakteri di mulut sangat menyukai sisa gula dari jajanan.
  2. Gangguan Konsentrasi: Sugar rush atau lonjakan energi sesaat setelah makan gula bisa membuat anak sulit fokus dan hiperaktif, lalu mendadak lemas (sugar crash).
  3. Risiko Hipertensi: Kegemaran makan yang asin-asin sejak kecil terbawa hingga dewasa dan meningkatkan risiko darah tinggi.

Baca juga: Bunda, Stop Suapi Anak Sambil Nonton! Ini Alasannya Demi Kesehatan si Kecil

Sehatnya Si Kecil Berawal dari Jari Bunda yang Membalik Kemasan

Menjadi orang tua yang “Sadar Label” bukan berarti kita melarang Si Kecil jajan sama sekali. Dunia anak-anak tetap butuh keseruan! Namun, tugas kitalah sebagai orang tua untuk menyaring mana yang layak masuk ke tubuh mereka dan mana yang sebaiknya dihindari.

Luangkan waktu 1 menit saja untuk membaca label gizi. Langkah kecil ini adalah bentuk kasih sayang nyata Bunda untuk menjaga kesehatan jantung, ginjal, dan metabolisme Si Kecil di masa depan. Mari kita rayakan Hari Gizi Nasional dengan komitmen menjadi konsumen yang lebih cerdas dan kritis demi generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat.

Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram @Unifam.id. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar lebih aman dan pasti asli!

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel