Post pada 09 Jan 2026
Halo, Bunda! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Bunda dan keluarga selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat, ya.
Pernahkah Bunda merasa si Kecil terlalu asyik dengan gadget-nya sampai-sampai enggan melirik keluar jendela? Atau mungkin Bunda sedang mencari ide aktivitas akhir pekan yang seru tapi juga punya nilai edukasi yang mendalam? Nah, kebetulan sekali nih, Bun! Di bulan Januari ini, ada satu momen spesial yang bisa kita jadikan alasan untuk mengajak keluarga “kotor-kotoran” tapi bermanfaat.
Setiap tanggal 10 Januari, kita memperingati Hari Gerakan 1 Juta Pohon. Momen ini bukan sekadar seremoni lingkungan biasa, lho. Bagi kita para orang tua, ini adalah peluang emas untuk mengajak si Kecil melakukan Outdoor Discovery, petualangan di luar ruangan yang akan menumbuhkan rasa cinta mereka pada alam sejak dini.
Yuk, kita bahas tuntas kenapa menanam pohon bersama keluarga itu seru banget dan bagaimana tipsnya supaya si Kecil makin antusias!

Mungkin Bunda bertanya-tanya, “Kenapa sih harus repot-repot menanam pohon? Kan ribet bawa tanah, pupuk, dan harus panas-panasan?”
Eits, tunggu dulu, Bunda. Menanam pohon bukan cuma soal membuat lingkungan jadi lebih rimbun. Bagi anak-anak, aktivitas ini adalah sekolah kehidupan yang paling nyata. Melansir dari laman KlikDokter, mengajak anak berkebun atau menanam pohon memiliki segudang manfaat bagi tumbuh kembangnya.
Berikut adalah beberapa alasan kenapa Bunda harus mulai merencanakan aktivitas ini:

Agar agenda “Outdoor Discovery” ini sukses dan tidak berakhir dengan tantrum, Bunda perlu melakukan beberapa persiapan simpel tapi krusial:
Untuk anak-anak, pilihlah tanaman yang hasilnya bisa langsung terlihat atau dirasakan. Misalnya, bibit pohon buah (mangga, jambu, atau jeruk) yang nantinya bisa mereka panen sendiri. Jika lahan di rumah terbatas, Bunda bisa memulai dengan tanaman pot atau sayuran yang pertumbuhannya cepat.
Supaya si Kecil merasa seperti tukang kebun beneran, belikan mereka set peralatan berkebun khusus anak yang berwarna-warni. Sarung tangan kecil, sekop plastik yang kokoh, dan penyiram tanaman berbentuk unik akan membuat mereka semakin semangat.
Sambil menyiapkan alat, Bunda bisa bercerita sedikit. “Dek, tanggal 10 Januari nanti kita mau bantu bumi bernapas lebih lega, lho. Kita mau ikutan Gerakan 1 Juta Pohon supaya nanti udara di rumah kita makin segar dan adem.” Penjelasan sederhana seperti ini membuat si Kecil merasa sedang menjalankan “misi rahasia” untuk menyelamatkan bumi.

Nah, saat harinya tiba, yuk ikuti langkah-langkah praktis ini supaya kegiatan menanam jadi pengalaman yang tak terlupakan:
Ajak si Kecil keliling halaman. Biarkan dia yang menentukan (dengan arahan Bunda) di mana pohon itu akan “tinggal”. Tanyakan padanya, “Kira-kira pohon ini suka sinar matahari yang banyak atau yang teduh ya, Kak?”
Meskipun Ayah yang mungkin melakukan penggalian yang berat, biarkan si Kecil ikut mencangkul sedikit tanahnya. Beritahu mereka bahwa lubang ini adalah “tempat tidur” yang nyaman bagi akar pohon.
Ini bagian yang seru! Ajarkan si Kecil cara melepas plastik pelindung bibit dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Ini melatih kelembutan dan rasa sayang mereka pada makhluk hidup.
Setelah bibit masuk, minta si Kecil untuk menutupinya kembali dengan tanah. Biarkan mereka menepuk-nepuk tanah di sekitar batang dengan tangan mereka. Jangan takut kotor ya, Bun! Bakteri baik di tanah justru bagus untuk imunitas anak, asalkan langsung cuci tangan setelah selesai.
Berikan kehormatan kepada si Kecil untuk menyiramkan air pertama kali. Katakan bahwa ini adalah “minuman segar” untuk teman baru mereka.
Sambil menanam, Bunda bisa menyisipkan edukasi tentang alam di sekitar. Misalnya, ketika melihat semut atau cacing, jangan langsung teriak geli ya, Bun!
Gunakan kesempatan itu untuk menjelaskan: “Lihat deh, ada cacing! Cacing itu sahabat petani, dia bantu bikin tanah jadi gembur supaya pohon kita cepat besar.” Dengan begitu, si Kecil akan belajar menghargai setiap makhluk hidup, sekecil apa pun itu.
Aktivitas ini juga mengajarkan anak tentang Empathy for Nature. Anak yang terbiasa merawat tanaman cenderung akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak suka merusak atau membuang sampah sembarangan.
Setelah lelah dan seru-seruan menanam pohon, biasanya si Kecil akan merasa lapar. Nah, ini saat yang tepat untuk memberikan reward berupa camilan favorit yang berkualitas seperti Milkita Candy, Milkita Lolipop, atau Milkita Milky Bar. Sambil bersantai di bawah pohon yang lebih besar atau di teras rumah, Bunda bisa mengajak si Kecil berbincang ringan tentang apa yang ia rasakan hari ini, mulai dari rasa senang, capek, hingga kebanggaan karena sudah ikut merawat bumi.
Mencintai alam adalah perjalanan panjang, dan langkah kecil yang Bunda lakukan di Hari Gerakan 1 Juta Pohon ini adalah awal yang luar biasa. Kelak, saat pohon itu tumbuh besar dan berbuah, si Kecil akan mengingat bahwa ia pernah berkontribusi untuk kebaikan bumi bersama orang-orang tersayangnya.
Menanam pohon bersama keluarga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk karakter anak dan keberlangsungan bumi kita. Melalui momen Hari Gerakan 1 Juta Pohon, Bunda telah memberikan pelajaran berharga tentang kerja keras, kesabaran, dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.
Ingat ya Bun, anak-anak adalah peniru yang hebat. Jika mereka melihat Bunda mencintai dan merawat alam, maka mereka pun akan tumbuh dengan nilai-nilai yang sama. Jadi, yuk jangan ragu untuk mengajak si Kecil berpetualang di luar ruangan!
Semoga artikel ini menginspirasi Bunda untuk menciptakan momen Outdoor Discovery yang seru di rumah ya!
Jangan lupa untuk selalu update tips parenting seru dan info produk menarik lainnya dengan cara follow Instagram @Unifam.id.
Dan kalau stok camilan sehat atau permen favorit si Kecil sudah mulai menipis, Bunda nggak perlu repot keluar rumah. Langsung saja belanja dengan aman dan nyaman di Toko Official Unifam hanya di Shopee dan Tokopedia. Banyak promo menarik yang menanti Bunda, lho!
Selamat merayakan Hari Gerakan 1 Juta Pohon, Bunda! Mari hijaukan bumi, mulai dari halaman rumah kita sendiri. Bunda, sudah ada rencana ingin menanam pohon apa bersama si Kecil nanti?




