Articles

Sekolah Itu Seru! Rahasia Mengubah “Mager” Jadi Semangat Saat Masa Liburan Usai

Post pada 07 Jan 2026

Halo Bunda! Liburan panjang rasanya cepat sekali berlalu, ya? Setelah berminggu-minggu asyik bermain di rumah, bangun siang, atau mungkin jalan-jalan ke luar kota, kini saatnya Si Kecil kembali ke rutinitas sekolah. Tapi, jujur deh Bunda, seringkali transisi ini tidak semulus yang kita bayangkan. Alih-alih semangat menyiapkan buku, Si Kecil mungkin malah jadi lebih rewel, mengeluh sakit perut, atau bahkan menangis karena enggan berpisah dengan Bunda di rumah.

Fenomena ini sering disebut sebagai post-holiday blues. Rasa cemas atau enggan kembali ke sekolah adalah hal yang sangat wajar bagi anak-anak. Nah, tugas kita adalah menjadi “pemandu sorak” sekaligus teman belajar yang suportif. Dengan pendekatan yang tenang dan penuh kasih sayang, kita bisa mengubah rasa cemas itu menjadi rasa antusias. Yuk, kita simak strategi mindful agar sekolah kembali menjadi tempat yang penuh kegembiraan bagi Si Kecil melalui beberapa tips anak kembali sekolah berikut ini!

Baca juga: Trik agar Anak Tidak Mengalami Post Holiday Blues Setelah Lebaran

Mengenal Gejala Post-Holiday Blues pada Si Kecil

tips anak kembali sekolah setelah liburan
Pasca liburan, si Kecil enggan ke sekolah? SImak 9 tips anak kembali sekolah dengan semangat berikut!

Bunda, sebelum kita menyusun strategi, hal pertama yang paling penting adalah menyadari bahwa perubahan suasana hati Si Kecil bukan berarti mereka “nakal” atau malas. Transisi dari masa liburan yang santai menuju jadwal sekolah yang ketat adalah perubahan besar bagi otak kecil mereka. Seringkali, rasa cemas ini muncul karena mereka merasa nyaman dengan kebebasan selama libur dan merasa berat harus kembali ke aturan yang kaku.

Si Kecil mungkin menunjukkan gejala seperti mendadak sulit tidur, nafsu makan berkurang, atau menjadi sangat manja dan menempel terus pada Bunda. Dengan memahami kondisi ini secara mindful, Bunda tidak akan cepat terpancing emosi jika Si Kecil mulai rewel. Sebaliknya, Bunda bisa hadir sepenuhnya untuk memberikan pelukan dan validasi bahwa merasa “sedih karena liburan habis” itu adalah perasaan yang normal dan boleh dirasakan.

Baca juga: 5 Tanda Anak Siap Sekolah yang Harus Bunda Kenali

9 Tips Anak Kembali Sekolah: Strategi Mindful Atasi Cemas dan Post-Holiday Blues

tips agar anak bebas cemas post holiday blues

Menghadapi hari pertama sekolah setelah libur panjang sering kali memunculkan perasaan campur aduk, baik bagi Bunda maupun Si Kecil. Ada rasa rindu ingin bertemu teman, tapi di sisi lain ada rasa berat karena harus meninggalkan kenyamanan rumah yang santai. Nah, agar transisi ini tidak berakhir dengan drama atau air mata, Bunda perlu menerapkan strategi yang cerdas namun tetap lembut di hati. Mari kita intip 9 langkah nyata yang bisa Bunda lakukan untuk membantu Si Kecil kembali ke sekolah dengan mental yang kuat, hati yang tenang, dan semangat belajar yang membara tanpa rasa cemas yang berlebihan.

Mengembalikan Jadwal Tidur Secara Bertahap

Bunda pasti setuju kalau pagi hari yang kacau biasanya bermula dari malam yang kurang tidur. Selama liburan, mungkin Si Kecil terbiasa begadang nonton kartun atau bangun lebih siang, dan mengubahnya secara mendadak saat hari pertama sekolah adalah resep drama yang sempurna. Mengatur kembali jam biologis anak adalah kunci utama agar mereka tidak kelelahan saat memulai hari pertamanya.

Mulailah mengatur kembali jam tidur Si Kecil setidaknya satu minggu sebelum sekolah dimulai. Ajak Si Kecil tidur 15 menit lebih awal setiap malamnya hingga mencapai jam tidur ideal untuk sekolah. Tubuh yang bugar karena istirahat cukup adalah fondasi utama agar emosi Si Kecil tetap stabil dan mereka tidak gampang cranky saat harus menghadapi pelajaran di kelas nanti.

Membangun Antusiasme Melalui Persiapan Bersama

Salah satu cara terbaik untuk mengusir rasa cemas adalah dengan melibatkan Si Kecil dalam proses persiapan. Seringkali rasa takut muncul karena mereka merasa kehilangan kontrol atas situasi barunya. Dengan melibatkan mereka, kita memberikan rasa berdaya dan tanggung jawab yang menyenangkan bagi mereka. 

Coba ajak Si Kecil memilih tas baru, menyampul buku bersama, atau sekadar menata kotak pensilnya. Saat mereka memilih sendiri perlengkapan sekolahnya, akan muncul rasa kepemilikan dan rasa bangga. Bunda bisa menyelipkan obrolan seru seperti, “Wah, nanti kotak pensil ini bakal jadi teman Adek belajar hal-hal hebat di kelas, lho! Kira-kira mau ditaruh di mana ya biar gampang diambil?”

Menggunakan Afirmasi Positif Setiap Pagi

Bunda, kata-kata adalah doa, dan bagi Si Kecil, kata-kata Bunda adalah kekuatannya. Seringkali tanpa sadar kita justru menambah beban mental mereka dengan berkata, “Nanti di sekolah jangan nakal ya,” atau “Awas jangan sampai nilainya jelek.” Padahal, yang mereka butuhkan adalah keyakinan bahwa mereka mampu melewati hari dengan baik.

Mari kita ubah polanya menjadi afirmasi yang memberdayakan. Sebelum berangkat atau saat di perjalanan, tatap mata Si Kecil dan katakan, “Bunda yakin Adek akan menemukan hal seru hari ini,” atau “Adek adalah anak yang berani dan baik hati, teman-teman pasti senang main bersamamu.” Kalimat-kalimat positif ini akan menjadi “tameng” bagi mental mereka saat menghadapi keramaian di sekolah.

tips anak kembali sekolah

Menceritakan Kembali Momen Seru Bersama Teman

Terkadang Si Kecil lupa betapa asyiknya bermain bersama teman-teman karena terlalu fokus pada rasa nyaman di rumah bersama Bunda. Tugas Bunda adalah “memancing” kembali ingatan-ingatan bahagia mereka tentang sisi sosial sekolah yang tidak mereka temukan di rumah selama liburan.

Cobalah ajak Si Kecil mengingat siapa teman sebangkunya yang lucu, atau guru favorit yang selalu punya cerita menarik. Bunda bisa bertanya, “Eh, Si Kecil ingat nggak waktu main ayunan sama teman-teman pas istirahat? Pasti mereka sudah kangen mau main lagi bareng Adek!” Mengingat kembali sisi sosial yang menyenangkan akan sangat membantu mengurangi rasa asing setelah lama tidak bertemu teman-teman.

Menyiapkan Kejutan di Dalam Kotak Bekal

Dukungan Bunda tidak harus berhenti di gerbang sekolah saja, lho. Bunda tetap bisa hadir di tengah waktu istirahat mereka melalui makanan dan perhatian kecil yang Bunda siapkan dari rumah. Bekal bukan cuma soal nutrisi, tapi juga soal bentuk cinta Bunda yang dibawa Si Kecil ke kelas.

Menyiapkan menu favorit Si Kecil adalah salah satu tips anak kembali sekolah yang paling jitu. Bunda bisa menambahkan kejutan kecil seperti sepucuk surat singkat bertuliskan “Selamat makan, anak hebat!” atau stiker lucu di kotak makannya. Sesekali Bunda juga bisa memberikan Camilan Sehat kesukaan Si kecil, seperti Permen Susu Milkita dari Unifam. Bunda bisa mendapatkan produknya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia. Melihat bekal yang ditata cantik dan pesan cinta dari Bunda akan membuat perasaan mereka jauh lebih tenang dan merasa didukung sepenuhnya meskipun Bunda sedang tidak ada di sampingnya.

Melatih Rutinitas Pagi yang Tenang (Mindful Morning)

Bunda, suasana rumah yang terburu-buru adalah pemicu cemas nomor satu bagi anak-anak. Kalau kita memulai pagi dengan teriakan “Ayo cepat!” atau “Nanti terlambat!”, Si Kecil akan berangkat sekolah dalam kondisi otak yang sedang stres (fight or flight). Kondisi ini tentu tidak bagus untuk menyerap pelajaran.

Usahakan Bunda sudah bangun lebih awal sehingga bisa menyiapkan segala sesuatunya sebelum Si Kecil bangun. Sambut mereka dengan tenang, lakukan ritual pagi mindful dengan santai mulai dari mandi, sarapan, hingga memakai sepatu. Berikan waktu ekstra agar mereka tidak merasa diburu-buru. Pagi yang tenang tanpa teriakan adalah kunci agar Si Kecil bisa memiliki suasana hati yang stabil seharian.

Baca juga: Bangun Tidur Tanpa Drama: Mengubah Rutinitas Pagi Menjadi Petualangan Kemandirian

Menjadi Pendengar yang Hangat Saat Pulang Sekolah

Momen ketika Si Kecil baru pulang sekolah adalah waktu yang sangat krusial untuk mengevaluasi perasaannya. Bunda, alih-alih langsung bertanya “Tadi dapat nilai berapa?” atau “Ada tugas nggak?”, cobalah fokus pada pengalaman emosional mereka terlebih dahulu.

Dengarkan cerita mereka dengan antusias, berikan tanggapan seperti “Wah, seru banget!” atau “Oh, jadi begitu ceritanya?”. Jika mereka bercerita tentang kesulitan, jangan buru-buru menasihati. Cukup katakan bahwa Bunda mengerti perasaannya. Dengan merasa didengar, beban mental Si Kecil setelah seharian beradaptasi akan luruh, dan mereka akan merasa sekolah adalah tempat yang aman untuk diceritakan.

Mengurangi Tekanan Akademis di Minggu-Minggu Awal

Bunda perlu ingat bahwa minggu pertama kembali ke sekolah adalah masa transisi, bukan masa untuk langsung mengejar prestasi puncak. Otak Si Kecil butuh waktu untuk “pemanasan” kembali setelah mesinnya diistirahatkan selama liburan. Menekan mereka terlalu keras di awal hanya akan membuat mereka semakin enggan sekolah.

Berikan mereka ruang untuk sekadar menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan sosial dan rutinitas belajarnya. Biarkan mereka bermain sedikit lebih lama setelah mengerjakan tugas di minggu-minggu awal sebagai bentuk self-reward. Ketika tekanan akademis tidak terlalu berat, rasa cemas akan berganti dengan kenyamanan, dan rasa antusias belajar pun akan muncul dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa.

Menghadirkan Konsistensi dan Kesabaran Tanpa Batas

Setiap anak punya “jam” adaptasi yang berbeda-beda, Bunda. Ada anak yang langsung lari kegirangan masuk kelas pada hari pertama, tapi ada juga yang butuh waktu berminggu-minggu untuk berhenti merasa sedih saat berpisah di gerbang sekolah. Keduanya adalah proses yang valid.

Tetaplah konsisten dengan rutinitas yang sudah dibangun, tapi tetap fleksibel dengan emosi Si Kecil. Jika hari ini masih ada sedikit air mata, jangan menyerah dan jangan membandingkan mereka dengan anak lain ya, Bunda. Tetap berikan pelukan dan kata-kata penyemangat. Kesabaran Bunda dalam mendampingi masa transisi ini akan menjadi memori indah bagi Si Kecil bahwa Bunda selalu ada untuk mendukung mereka.

Baca juga: Ko-Regulasi Emosi Pasangan: Peran Penting Ayah Mengatasi Tantrum Saat Libur Panjang (Ibu Tenang, Anak Senang!)

Menanamkan Kebahagiaan Belajar untuk Masa Depan

Bunda, perjalanan mengembalikan semangat sekolah Si Kecil memang membutuhkan usaha ekstra dan kesabaran seluas samudra. Namun, dengan menerapkan berbagai strategi mindful ini, kita sebenarnya sedang mengajarkan Si Kecil cara mengelola perubahan dalam hidup mereka. Kita tidak hanya menyiapkan mereka untuk satu hari sekolah, tapi untuk seumur hidup mereka dalam menghadapi transisi.

Ingatlah bahwa tujuan utama kita bukan hanya agar mereka mau masuk kelas, tapi agar mereka memiliki rasa “The Joy of School” kegembiraan dalam belajar. Dengan dukungan Bunda yang penuh kasih dan tanpa tekanan, sekolah akan berubah dari tempat yang mencemaskan menjadi petualangan yang mereka nantikan setiap pagi. Selamat mendampingi Si Kecil kembali ke sekolah dengan ceria, Bunda!

Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram @Unifam.id. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar lebih aman dan pasti asli!

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel