{"id":1746,"date":"2022-03-02T10:25:00","date_gmt":"2022-03-02T03:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2023-03-23T10:26:36","modified_gmt":"2023-03-23T03:26:36","slug":"di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen","title":{"rendered":"Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Permen?"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":1505,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[58],"class_list":["post-1746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-siaran-pers"],"acf":{"short_description":"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.","post_content":"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.\r\n\r\nAnggapan itu wajar sih. Ada rasa kekhawatiran permen mengundang kegemukan pada anak. Termasuk juga membuat nafsu makan anak hilang sampai bikin tersedak. Meski begitu, permen tak melulu berefek negatif.\r\n\r\nSebut saja kandungan gula dalam permen yang disebut sukrosa bakal mudah terserap tubuh untuk diubah menjadi energi. Tambahan lagi, ada pula permen yang kaya gizi karena terbuat dari bahan baku susu seperti permen susu Milkita.\r\n\r\nArtinya, memberikan permen untuk anak sah-sah saja sepanjang diatur dan dibatasi porsinya. Kemudian yang menjadi pertanyaan, kira-kira di usia berapa anak boleh diperkenalkan dengan permen?\r\n\r\nPaling afdol pemberian permen ke anak ketika menginjak usia tiga tahun. Kenapa? Karena di usia itu, buah hati sudah terlatih mengkoordinasikan otot mulut dengan baik. Sebaliknya, mengenalkan permen di usia tiga tahun berpotensi menimbulkan bahaya tersedak.\r\n\r\nLantas, apa saja yang perlu diperhatikan orang tua, khususnya bunda, saat memberikan permen. Baiklah, simak penjelasan berikut ini.\r\n<h2><strong>1. Pastikan diproduksi dari perusahaan terkenal<\/strong><\/h2>\r\nLangkah ini dimaksudkan agar produk permen itu terjamin kualitas dan higienitas. Lain halnya bila diproduksi dari perusahaan yang belum dikenal tentu akan mengundang tanya kelayakannya proses produksi.\r\n<h2><strong>2. Awali dengan permen lolipop<\/strong><\/h2>\r\nDi tahap awal, anak bisa dikenalkan permen lolipop yang selalu dibekali dengan stik putih berongga. Tujuannya agar permen tidak benar-benar ditaruh dalam mulut sehingga meminimalisir anak tersedak.\r\n<h2><strong>3. Adab mengkonsumsi permen<\/strong><\/h2>\r\nAjari anak adab mengkonsumsi permen. Misalnya dengan duduk tenang dan jangan bercanda.\r\n<h2><strong>4. Pilihlah permen dengan bahan baku susu<\/strong><\/h2>\r\nMemilih permen susu adalah langkah bijak dalam mengenalkan anak dengan camilan satu ini. Bukan hanya rasanya yang disenangi anak, tapi permen susu mengandung banyak kebaikan gizi yang diperlukan tubuh si kecil. Misalnya saja\u00a0<a href=\"https:\/\/unitedfamilyfood.co.id\/brands\/milkita-candy-1\">permen susu Milkita<\/a>\u00a0yang merupakan pelopor permen susu di Indonesia yang sudah eksis selama dua dasawarsa.\r\n<h2><strong>5. Perlu pembatasan<\/strong><\/h2>\r\nSegala sesuatu yang berlebih pasti kurang baik. Maka itu, perlu membangun kesepakatan dengan anak berapa porsi permen yang boleh dikonsumsi dalam sehari.\r\n\r\nSetidaknya lima langkah ini dapat diterapkan dalam mengenalkan permen ke anak. Maklum, upaya melarang anak mengkonsumsi permen membutuhkan usaha yang lebih keras ketimbang memberi pemahaman ke anak.\r\n\r\nJangan lupa untuk mengunjungi\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\">Tokopedia<\/a>\u00a0&amp;\u00a0<a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/unifamofficial\">Shopee<\/a>\u00a0UNIFAM untuk melihat promo terbaik."},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Permen? | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Permen? | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-02T03:25:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-23T03:26:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1264\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"844\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen\",\"name\":\"Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Permen? | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-03-02T03:25:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-23T03:26:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg\",\"width\":1264,\"height\":844,\"caption\":\"Momen Bunda Bersama Dengan Anaknya\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Permen? | United Family Food","description":"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Permen? | United Family Food","og_description":"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2022-03-02T03:25:00+00:00","article_modified_time":"2023-03-23T03:26:36+00:00","og_image":[{"width":1264,"height":844,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen","name":"Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Permen? | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg","datePublished":"2022-03-02T03:25:00+00:00","dateModified":"2023-03-23T03:26:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Sulit bagi anak menolak permen. Bukan sekadar rasanya yang manis, tapi warna dan bentuknya pun memikat. Sayang, orang tua punya anggapan berbeda tentang permen. Ada pandangan negatif terhadap panganan satu ini. Bikin gigi rusak, tinggi kandungan zat pewarna, sampai mengundang masalah kesehatan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/di-usia-berapa-anak-boleh-diperkenalkan-permen#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/46bd9aff953b65f8ef5e365c7bbe7956-1.jpeg","width":1264,"height":844,"caption":"Momen Bunda Bersama Dengan Anaknya"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1746"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1748,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1746\/revisions\/1748"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}