{"id":1988,"date":"2022-08-29T19:49:00","date_gmt":"2022-08-29T12:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2023-03-25T19:50:26","modified_gmt":"2023-03-25T12:50:26","slug":"ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah","title":{"rendered":"Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":1989,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[58],"class_list":["post-1988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-siaran-pers"],"acf":{"short_description":"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.","post_content":"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.\r\n\r\nDari sinilah muncul gagasan pengasuhan dengan metode positive parenting. Seperti dikutip dari\u00a0<em>Parenting First Cry<\/em>, konsep pengasuhan positif atau positive parenting adalah metode strategis yang berlandaskan pada prinsip relasi orangtua dengan anak merupakan poin utama yang harus dijaga.\r\n\r\nDalam menjaga relasi yang sehat, konsep pengasuhan ini mengedepankan rasa empati dan mau mendengarkan suara anak. Dalam penerapannya, bunda bisa menempatkan diri sebagai sahabat anak yang mengedepankan rasa kasih sayang.\r\n\r\nDesty Apryanggun, M.Psi, Psikolog Anak dari Kalbu-platform online counselling-, menilai bunda yang menjadi sahabat akan mendorong anak memiliki sifat terbuka dan tak sungkan lagi bicara blak-blakan.\r\n\r\nDi waktu bersamaan, bunda juga tetap bertanggung jawab membangun kedisiplinan anak dengan menunjukkan sikap tegas. Tegas bukan berarti galak. Tetapi memiliki batasan tentang suatu aturan dan konsisten menjalankannya.\r\n\r\nDesty memaparkan lima cara yang dapat bunda praktikkan agar konsep positive parenting dapat diterapkan di rumah.\r\n<h2>1. Jadilah panutan<\/h2>\r\nAnak adalah peniru ulung. Lakukanlah sesering mungkin hal yang bunda ingin anak lakukan juga.\u00a0 Pahamilah hal ini sehingga bunda dapat memberikan contoh dan teladan yang positif di hadapan anak. Bila bunda selalu rutin mengucapkan salam ketika masuk ke rumah, maka anak akan menirunya meskipun bunda tidak secara langsung mengajarkan.\r\n<h2>2. Paham perkembangan anak<\/h2>\r\nMemahami perkembangan anak juga menjadi kunci dalam mengadopsi positive parenting. Dengan begitu, bunda dapat menyesuaikan aturan main dalam mendidik anak yang sesuai dengan kemampuan kognitif, keterampilan fisik, dan sosial emosinya. Bunda bisa memantau perkembangan anak pada milestone sesuai usianya.\r\n<h2>3. Luangkan waktu berkualitas untuk membersama\u00a0anak<\/h2>\r\nWaktu bersama orangtua adalah hal yang penting untuk anak. Meskipun dilakukan dengan singkat asalkan berkualitas dapat menggantikan waktu saat tak bersama anak. Hindari hal-hal yang dapat mengganggu waktu atau ngobrol bersama anak (misal gadget), dan lakukan aktivitas apapun yang bisa dilakukan bersama. Jadikanlah waktu membersamai anak sebagai agenda rutin yang konsisten dilakukan, setidaknya 30 menit dalam sehari. Relasi sehat orangtua dan anak tentu menjadi salah satu faktor keberhasilan positive parenting.\r\n<h2>4. Bukan hukuman tapi konsekuensi<\/h2>\r\nSaat anak melakukan kesalahan, berfokuslah pada solusi apa yang harus dilakukan anak untuk menyelesaikan masalahnya. Bukan memarahi apalagi memberi hukuman pada anak. Hukuman hanya akan membuat anak taat saat dilihat, bukan membuat anak menjadi paham tentang konsekuensi sebab akibat. Memberi hukuman juga bisa membuat relasi orangtua dan anak menjadi renggang.\r\n<h2>5. Bangun komunikasi positif<\/h2>\r\nCoba simak bedanya kalimat ini, \u201cSudah waktunya belajar, yuk kita belajar bersama\u201d dengan kalimat \u201cCepat belajar! Kalau malas nanti jadi\u00a0 bodoh dan gak punya teman.\u201d Kalimat pertama lebih memberikan kesan positif, dan kalimat kedua berisi ancaman serta\u00a0<em>labeling<\/em>\u00a0untuk anak. Inilah alasan bunda perlu membangun komunikasi positif dalam berinteraksi dengan anak. Penyampaian yang positif akan diterima dengan lebih baik.\r\n\r\nPastinya menerapkan positive parenting bukan perkara mudah. Butuh usaha lebih dan kesabaran ekstra untuk menahan diri agar tidak mudah emosi saat anak menunjukkan perilaku tidak menyenangkan.\r\n\r\nTapi tetap jangan menyerah. Ingatlah bila pola pengasuhan ini menjadi investasi bunda di kemudian hari dalam relasi dengan anak. Selain hubungan anak yang lebih erat, positive parenting dapat menjadi bekal untuk anak lebih percaya diri dan memaksimalkan potensi dirinya.\r\n\r\nJangan lupa untuk mengunjungi\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/pino_indonesia\/\">Instagram PINO Indonesia<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\">Tokopedia<\/a>\u00a0&amp;\u00a0<a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/unifamofficial\">Shopee<\/a>\u00a0UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM."},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-29T12:49:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-25T12:50:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1025\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"605\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah\",\"name\":\"Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png\",\"datePublished\":\"2022-08-29T12:49:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-25T12:50:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png\",\"width\":1025,\"height\":605,\"caption\":\"Anak sedang berkomunikasi dengan ibunya.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah | United Family Food","description":"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah | United Family Food","og_description":"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2022-08-29T12:49:00+00:00","article_modified_time":"2023-03-25T12:50:26+00:00","og_image":[{"width":1025,"height":605,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png","type":"image\/png"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah","name":"Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png","datePublished":"2022-08-29T12:49:00+00:00","dateModified":"2023-03-25T12:50:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ayo-semua-bunda-bisa-terapkan-positive-parenting-di-rumah#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/35e80bbd51428671fbe09a6d6b919a25.png","width":1025,"height":605,"caption":"Anak sedang berkomunikasi dengan ibunya."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1988"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1991,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1988\/revisions\/1991"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}