{"id":3538,"date":"2024-02-20T14:45:24","date_gmt":"2024-02-20T07:45:24","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2024-02-20T14:45:25","modified_gmt":"2024-02-20T07:45:25","slug":"cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying","title":{"rendered":"Cegah si Kecil jadi Pelaku Bullying &#8211; Ini 7 Tips untuk Bunda Lakukan"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":3541,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[111,115,162],"class_list":["post-3538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-tips-untuk-bunda","tag-parenting","tag-bullying"],"acf":{"short_description":"Sebagai orang tua, tentunya Bunda tidak ingin jika si Kecil menjadi korban bullying atau bahkan (lebih parahnya) menjadi pelaku bullying. Bagaimana caranya agar si Kecil tidak tumbuh menjadi pelaku bullying? Ini dia 7 caranya. ","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, tentunya Bunda tidak ingin jika si Kecil menjadi korban <em>bullying<\/em> atau bahkan (lebih parahnya) menjadi pelaku <em>bullying<\/em>. Tidak jarang si Kecil tidak mengetahui kalau tindakannya adalah salah satu bentuk <em>bullying<\/em>. Mereka dapat saja menganggap apa yang dilakukan adalah bercandaan dengan temannya.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika hal ini dibiarkan terus-terusan, bisa jadi si Kecil nantinya akan menjadi pelaku bullying. Karena itu penting sekali loh Bunda, untuk mendidik anak agar tidak menjadi pelaku <em>bullying<\/em>. Bunda dan Ayah perlu memberitahukan sejak dini kepada si Kecil mengenai hal ini. Berikut ini ada beberapa tips yang Bunda dapat lakukan untuk mencegah si Kecil menjadi pelaku di masa depan.\u00a0<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu <em>Bullying<\/em>?<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memberikan tipsnya, ada baiknya kita pahami dulu apa itu bullying dan bentuknya seperti apa saja. Kata \u201c<em>bullying<\/em>\u201d sendiri menjadi kata yang sering didengar belakangan ini untuk menggambarkan tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang.\u00a0<\/span>\r\n<blockquote><span style=\"font-weight: 400;\">Situs <\/span><a href=\"https:\/\/www.stopbullying.gov\/bullying\/what-is-bullying\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #0000ff;\">Stopbullying<\/span>\u00a0<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">menyebutkan bahwa <em>bullying<\/em> adalah tindakan agresif yang tidak diinginkan dan dilakukan berulang (atau ada kecenderungan diulangi lagi nanti) di kalangan anak sekolah, yang melibatkan kekuatan yang tidak seimbang.\u00a0<\/span><\/blockquote>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ada 2 (dua) hal yang ditekankan di sini, yaitu ketidakseimbangan kekuatan (bisa kekuatan fisik, popularitas, dan lain-lain) serta tindakan berulang (atau kemungkinan berulang).\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di situs yang sama, disebutkan juga bahwa tindakan membully juga termasuk tindakan mengancam, menyebarkan rumor, penyerangan secara fisik ataupun kata-kata, dan juga mengecualikan seseorang dari sebuah grup.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini, mungkin yang terlintas dalam benak Bunda ketika mendengar kata <em>bully<\/em> adalah sosok anak laki-laki bertubuh besar. Namun, dengan penjelasan dan jenis <em>bullying<\/em> di atas, sebenarnya tindakan membully dapat dilakukan oleh semua orang, baik pria maupun wanita, besar atau kecil.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dan seperti yang disebutkan sebelumnya, ada kemungkinan jika pelaku sendiri tidak menyadari kalau dia sudah melakukan tindakan <em>bullying<\/em> tersebut.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<img class=\"wp-image-3539 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/cegah-si-kecil-jadi-pelaku-bullying.webp\" alt=\"cara mencegah anak jadi pelaku bullying\" width=\"600\" height=\"400\" \/>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku <em>Bullying<\/em><\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa tips untuk Bunda dan Ayah dalam mendidik si Kecil agar tidak menjadi pelaku bullying, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.\u00a0<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Ajarkan si Kecil tentang <em>Bullying<\/em><\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang disebutkan tadi, tidak jarang si Kecil tidak memahami kalau tindakannya adalah bentuk tindakan bullying. Atau bahkan mengatakan kata-kata yang termasuk dalam konteks <em>bullying<\/em> secara verbal.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, penting sekali untuk Bunda dan Ayah, mengajarkan arti bullying dan juga dampak negatifnya terhadap si Kecil dan juga orang lain. Ajarkan juga jenis-jenis <em>bullying<\/em> yang dapat dilakukan agar si Kecil paham dan mengerti.\u00a0<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Kembangkan Kecerdasan Emosional si Kecil Sejak Dini<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kecerdasan emosional yang baik, si Kecil dapat memilah-milah emosi mana yang baik dan buruk. Mana yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Si Kecil juga memahami cara berempati dengan baik terhadap orang lain. Karena itu penting bagi si Kecil memahami masalah emosional sejak dini.\u00a0<\/span>\r\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/mengembangkan-kecerdasan-emosional-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Sejak Dini<\/a><\/span><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Tanamkan Rasa Hormat dan Saling Menghargai<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda perlu mengajarkan pentingnya <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-menghargai-orang-lain\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">saling menghargai<\/a> satu sama lain dan juga saling menghormati dalam lingkungan rumah dan juga sekolah. Dengan melakukan hal ini, si Kecil memahami bagaimana dia seharusnya bersikap terhadap teman-teman sebaya dan juga yang lebih tua (serta yang lebih muda).\u00a0<\/span>\r\n\r\n<img class=\"alignnone wp-image-3540\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying.webp\" alt=\"cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying\" width=\"600\" height=\"400\" \/>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Ajarkan si Kecil Mengelola Emosinya<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu yang menjadi faktor munculnya <em>bullying<\/em> adalah karena emosi yang meledak-ledak dan tidak dapat ditahan. Karena itu, penting bagi Bunda dan Ayah untuk mengajarkan si Kecil untuk mengelola emosinya (terutama amarah) dan menyalurkannya ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif.\u00a0<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Jaga Komunikasi Dua Arah dengan si Kecil<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda harus terus menjaga komunikasi terbuka dan dua arah dengan si Kecil. Jangan hanya menyuruh si Kecil melakukan A, B, C tanpa mendengarkan si Kecil. Bisa jadi si Kecil sebenarnya ingin bertanya dan ingin tahu lebih tentang suatu hal, namun karena tidak dapat komunikasi dengan Bunda, akhirnya dia lampiaskan (tanpa sengaja) ke temannya.<\/span>\r\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-komunikasi-antar-anggota-keluarga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjaga Komunikasi Antar Anggota Keluarga agar Tetap Harmonis<\/a><\/span><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Awasi Pergaulan si Kecil<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Termasuk mengawasi siapa saja teman si Kecil di lingkungan rumah maupun sekolah. Seperti apa perilaku teman-temannya dan bagaimana mereka bisa berinteraksi satu sama lain. Dengan demikian, Bunda tahu siapa temannya dan bagaimana interaksi si Kecil jika sedang bersama teman.\u00a0<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Jadi Teladan<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ingat Bunda dan Ayah adalah pihak pertama yang dilihat si Kecil untuk ditiru. Jika si Kecil melihat Bunda dan Ayah biasa melakukan bullying (tanpa disadari) bisa jadi dia akan menirunya dan mempraktekkannya ke temannya. Karena itulah, Bunda dan Ayah perlu hati-hati dan menjadi teladan untuk si Kecil dalam berinteraksi.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Nah Bunda, itu dia cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying di masa depan. Selain 7 cara di atas, Bunda juga dapat mengajarkan buruknya bullying melalui role play atau story telling.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda dapat menggunakan figur fiksional seperti Neon Sky, Neon Ruby dan Neon Jax dari <a href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/brands\/jagoan-neon\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jagoan Neon<\/a> untuk menjelaskan buruknya tindakan <em>bullying<\/em>. Buat cerita bagaimana ketiga karakter tidak menyukai <em>bullying<\/em> dan berani melawan jika melihat ada <em>bullying<\/em> di sekitar. <\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, si Kecil akan lebih paham dan mengikuti jejak karakter kesayangannya itu - menjadi anak yang anti <em>bullying<\/em>. O iya, Bunda bisa beli Jagoan Neon di toko official Unifam di <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a> loh.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, menjaga si Kecil dari menjadi korban atau pelaku bullying adalah tanggung jawab yang sangat besar. Dengan menyediakan lingkungan yang aman, mendidik dengan nilai-nilai yang benar, dan memberikan perhatian serta dukungan yang berkelanjutan, Bunda dapat membantu melindungi si Kecil dari pengalaman traumatis terkait bullying. <\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ingatlah bahwa setiap tindakan kecil yang Bunda lakukan untuk membentuk karakter si Kecil akan memiliki dampak yang besar dalam membentuk kepribadiannya di masa depan.<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>7 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak jadi pelaku bullying. 7 cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying ini bisa membantu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak jadi pelaku bullying. 7 cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying ini bisa membantu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-20T07:45:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-20T07:45:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"593\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"383\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\",\"name\":\"7 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp\",\"datePublished\":\"2024-02-20T07:45:24+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-20T07:45:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak jadi pelaku bullying. 7 cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying ini bisa membantu.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp\",\"width\":593,\"height\":383,\"caption\":\"cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying | United Family Food","description":"Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak jadi pelaku bullying. 7 cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying ini bisa membantu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"7 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying | United Family Food","og_description":"Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak jadi pelaku bullying. 7 cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying ini bisa membantu.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2024-02-20T07:45:24+00:00","article_modified_time":"2024-02-20T07:45:25+00:00","og_image":[{"width":593,"height":383,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying","name":"7 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp","datePublished":"2024-02-20T07:45:24+00:00","dateModified":"2024-02-20T07:45:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak jadi pelaku bullying. 7 cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying ini bisa membantu.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/unifam-1-1.webp","width":593,"height":383,"caption":"cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3538"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3544,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3538\/revisions\/3544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}