{"id":3697,"date":"2024-04-01T12:25:09","date_gmt":"2024-04-01T05:25:09","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2024-04-01T12:25:10","modified_gmt":"2024-04-01T05:25:10","slug":"tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal","title":{"rendered":"Tips Menghadapi 8 Tingkah Laku Anak yang Menjengkelkan dengan Bijak"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":3701,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[111,182,183],"class_list":["post-3697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-tips-untuk-bunda","tag-anak-nakal","tag-tingkah-laku-anak"],"acf":{"short_description":"Baru-baru ini, selebgram Aghnia Punjabi membagikan kisah pilunya di Instagram. Buah hatinya yang berusia 1,5 tahun mengalami penganiayaan oleh pengasuh yang baru bekerja selama dua hari. Kejadian ini tentu membuat banyak Bunda merinding dan khawatir. Simak selengkapnya di sini.","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini, selebgram Aghnia Punjabi membagikan kisah pilunya di Instagram. Buah hatinya yang berusia 1,5 tahun mengalami penganiayaan oleh pengasuh yang baru bekerja selama dua hari. Kejadian ini tentu membuat banyak Bunda merinding dan khawatir.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Si pengasuh beralasan kalau buah hati Aghnia berperilaku menjengkelkan. Hingga dia terpancing emosi dan menganiaya. Terkadang si kecil bertingkah di luar kendali? Apakah Bunda pernah merasakannya?\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Menangis histeris di mal, menolak makan sayur, atau bahkan memukul adiknya? Tenang, Bunda, bukan hanya si kecilnya Bunda saja yang seperti itu. Setiap anak memiliki momen-momen \"menjengkelkan\" yang membuat Bunda frustasi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tahukah Bunda bahwa di balik tingkah-tingkah menyebalkan itu, sebenarnya terdapat proses perkembangan yang luar biasa pada si kecil? Ya, Bunda tidak salah baca. Justru tingkah-tingkah tersebut merupakan tanda bahwa si kecil sedang belajar dan berkembang.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Berikut 8 tingkah \"menjengkelkan\" si kecil yang sebenarnya normal dan wajar, beserta tips untuk mengatasinya:<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">1. Melakukan Tantrum di Tempat Umum<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Si kecil tiba-tiba saja merengek dan menangis di tengah-tengah supermarket? Tenang, Bunda. Tantrum merupakan cara anak untuk mengekspresikan perasaannya. Cobalah untuk tenang dan tetap memberikan dukungan emosional.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tantrum merupakan hal yang wajar terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Saat tantrum, si kecil mungkin menangis histeris, berguling-guling, atau bahkan memukul. Hal ini terjadi karena si kecil belum mampu mengungkapkan keinginannya dengan baik.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau si kecil mengalami tantrum di tempat umum,\u00a0 jangan langsung terpancing emosi. Bunda bisa membawa si kecil ke tempat yang lebih tenang. Setelah itu, coba alihkan perhatian si kecil dengan aktivitas atau mainan. Setelah si kecil merasa tenang, jangan lupa untuk mengajak si kecil ngobrol tentang apa yang sebenarnya diinginkan.<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-3699 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-wajar.webp\" alt=\"tingkah laku anak yang menjengkelkan namun sebenarnya wajar\" width=\"640\" height=\"960\" \/>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">2. Menolak Makan Makanan Sehat<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak seringkali lebih suka makan makanan yang kurang sehat, seperti makanan cepat saji. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang wajar bila anak-anak memang lebih menyukai makanan yang manis dan gurih daripada makanan sehat. Jangan heran jika si kecil sering menolak sayur dan buah-buahan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebagai Bunda, kita perlu memberikan contoh yang baik dan terus mengenalkan makanan sehat secara perlahan-lahan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghadapi tingkah si kecil yang dirasa \u2018menyebalkan\u2019 karena menolak makan makanan sehat, Bunda bisa melibatkan si kecil dalam proses memasak. Selain itu Bunda juga bisa <\/span><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tips-memberikan-gizi-seimbang-pada-anak\"><span style=\"font-weight: 400;\">menawarkan makanan sehat dengan cara yang menarik<\/span><\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Jangan paksa si kecil untuk makan, tapi berikan contoh dengan makan makanan sehat di depan si kecil.\u00a0 Karena biasanya anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">3. Sulit Diajak Tidur<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa anak memang memiliki kesulitan untuk tidur, terutama pada usia balita. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rasa cemas, terlalu banyak energi, atau belum memiliki jadwal tidur yang teratur.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Malam sudah larut, tapi si kecil masih saja bersemangat bermain. Ini adalah hal yang wajar karena anak-anak memiliki energi yang tinggi. Bunda bisa mencoba membuat rutinitas tidur yang nyaman dan mengurangi stimulasi sebelum tidur.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Buatlah jadwal tidur yang teratur untuk si kecil. Meski mungkin di awal-awal akan terasa sulit, tapi secara perlahan si kecil akan terbiasa dengan jadwal tersebut. Suasana kamar yang tenang dan nyaman juga akan membantu si kecil untuk cepat terlelap. Seperti membacakan dongeng atau menyanyikan lagu pengantar tidur untuk si kecil.<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-3700 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-wajar-2.webp\" alt=\"tips menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan\" width=\"640\" height=\"960\" \/>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">4. Menolak untuk Mandi atau Berganti Pakaian<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bagi beberapa anak, mandi bisa menjadi aktivitas yang menyebalkan. Mereka mungkin merasa kedinginan, tidak suka air sabun, atau takut air.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga beberapa anak memang tidak suka mandi atau berganti pakaian karena mereka ingin terus bermain. Bunda bisa mencoba membuat proses ini lebih menyenangkan dengan menggunakan mainan atau bernyanyi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan mainan air akan menarik perhatian si kecil dan membuat kegiatan mandi jadi menyenangkan. Selain sambil\u00a0 bernyanyi, Bunda juga bisa menceritakan kisah-kisah seru saat mandi. Cara terakhir, Bunda bisa mengajak si kecil untuk memilih sabun atau mainan yang digunakan saat mandi.\u00a0<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">5. Berbohong atau Menyembunyikan Kebenaran<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun menyebalkan, namun berbohong adalah hal yang umum terjadi pada anak-anak. Ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mereka tentang moralitas dan konsekuensi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya anak-anak mulai belajar berbohong pada usia sekitar 3-4 tahun. Hal ini biasanya terjadi karena mereka ingin menghindari hukuman, mendapatkan sesuatu yang diinginkan, atau menarik perhatian.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-menghadapi-anak-yang-berbohong\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghadapi si Kecil yang Berbohong<\/a><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tenangkan emosi Bunda, jangan marah dan menuduh si kecil berbohong. Tapi bicarakan dengan si kecil tentang mengapa dia berbohong. Ajarkan si kecil tentang nilai-nilai kejujuran. <\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Berikan konsekuensi yang logis jika si kecil berbohong, tapi bukan berupa hukuman fisik. Jangan segan-segan untuk memberikan pujian pada si kecil, terutama ketika dia mengatakan yang sebenarnya.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">6. Mengoceh Terus-Menerus<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Si kecil tidak henti-hentinya berceloteh tentang segala hal? Meskipun kadang menyulitkan, tapi ini adalah cara anak-anak untuk mengeksplorasi dunia dan belajar berkomunikasi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak memang suka berbicara, dan terkadang hal ini bisa membuat Bunda merasa jengkel. Namun, ocehan si kecil merupakan cara dia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan diri.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengarkan ocehan si kecil dengan penuh perhatian. Bunda bisa ajukan pertanyaan untuk mendorong si\u00a0 kecil berbicara lebih lanjut. Ajak si kecil bermain peran untuk melatih kemampuan komunikasinya. Sesekali berikan si kecil waktu untuk bermain sendiri agar mengeksplor kemampuan dirinya.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/kemampuan-dan-daftar-mainan-motorik-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Daftar Mainan yang Dapat Membantu Perkembangan Motorik Anak<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">7. Menunjukkan Perilaku Agresif<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Teriak, menendang, atau memukul adalah perilaku yang tidak diinginkan, namun pada beberapa kasus, anak melakukannya karena mereka kesulitan mengungkapkan emosi mereka dengan kata-kata. Bunda bisa membantu mereka dalam mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi secara positif.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ajarkan si kecil tentang cara mengendalikan emosinya. Berikan\u00a0 contoh dengan menunjukkan perilaku yang tenang dan damai. Bunda juga boleh memberikan konsekuesi yang logis jika si kecil\u00a0 berperilaku agresif. Setelah si kecil mulai tenang, ajarkan cara menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik untuk si kecil.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">8. Menunjukkan Ketidakpatuhan<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak seringkali menolak melakukan apa yang kita minta karena mereka ingin memperoleh kontrol atas situasi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak memang suka mencoba batas-batas yang diberikan orang tua.\u00a0 Hal ini sebenarnya merupakan bagian dari proses mereka untuk menjadi mandiri.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai Bunda, kita bisa memberikan pilihan yang sesuai dengan batas-batas yang telah ditetapkan. Buatkan aturan yang jelas dan konsisten, serta konsekuensi yang logis bila si kecil melanggar aturan tersebut. Berikan si kecil pilihan dalam beberapa hal.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tambahan, mari kita kaitkan dengan kasus Aghnia, yang anaknya dianiaya oleh pengasuh karena dianggap menjengkelkan. Dalam kasus ini, penting bagi kita sebagai orangtua untuk tidak menyalahkan anak, melainkan mencoba memahami dan membimbing mereka dengan kasih sayang. Kita juga perlu waspada terhadap tanda-tanda kekerasan atau pelecehan terhadap anak, dan selalu<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-komunikasi-antar-anggota-keluarga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> berkomunikasi dengan mereka secara terbuka<\/a>.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, Bunda, setiap anak adalah anugerah yang berharga. Dengan kesabaran, pengertian, dan kasih sayang, kita bisa membantu mereka tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang baik. Teruslah memberikan dukungan dan cinta kepada si kecil, karena mereka adalah masa depan yang cerah bagi dunia ini.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel ini bermanfaat bagi Bunda dan semua orangtua lainnya dalam menghadapi tingkah laku anak yang kadang-kadang menyulitkan. Tetaplah menjadi sosok yang sabar dan penuh kasih dalam mengasuh anak-anak kita. Salam sayang untuk si kecil dari Bunda!<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Tingkah Laku Anak yang Menjengkelkan Namun Normal| Unifam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan bukan dengan kekerasan. Simak 8 tips menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan berikut\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Tingkah Laku Anak yang Menjengkelkan Namun Normal| Unifam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan bukan dengan kekerasan. Simak 8 tips menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan berikut\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-01T05:25:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-01T05:25:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"935\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"505\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal\",\"name\":\"8 Tingkah Laku Anak yang Menjengkelkan Namun Normal| Unifam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp\",\"datePublished\":\"2024-04-01T05:25:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-01T05:25:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan bukan dengan kekerasan. Simak 8 tips menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan berikut\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp\",\"width\":935,\"height\":505,\"caption\":\"tingkah laku anak yang menjengkelkan namun normal\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Tingkah Laku Anak yang Menjengkelkan Namun Normal| Unifam","description":"Menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan bukan dengan kekerasan. Simak 8 tips menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan berikut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"8 Tingkah Laku Anak yang Menjengkelkan Namun Normal| Unifam","og_description":"Menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan bukan dengan kekerasan. Simak 8 tips menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan berikut","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2024-04-01T05:25:09+00:00","article_modified_time":"2024-04-01T05:25:10+00:00","og_image":[{"width":935,"height":505,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal","name":"8 Tingkah Laku Anak yang Menjengkelkan Namun Normal| Unifam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp","datePublished":"2024-04-01T05:25:09+00:00","dateModified":"2024-04-01T05:25:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan bukan dengan kekerasan. Simak 8 tips menghadapi tingkah laku anak yang menjengkelkan berikut","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tingkah-laku-anak-yang-menjengkelkan-namun-sebenarnya-normal#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/ibu-anak-1.webp","width":935,"height":505,"caption":"tingkah laku anak yang menjengkelkan namun normal"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3697"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3704,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3697\/revisions\/3704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}