{"id":4267,"date":"2024-07-08T09:00:00","date_gmt":"2024-07-08T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2024-07-05T13:24:54","modified_gmt":"2024-07-05T06:24:54","slug":"apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming","title":{"rendered":"Stop Mom Shaming: Dukungan, Bukan Penilaian untuk Para Bunda"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":4268,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[162,165,279],"class_list":["post-4267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-bullying","tag-self-improvement","tag-mom-shaming"],"acf":{"short_description":"Hai Bunda, di era media sosial ini, kita dengan mudahnya 'beropini' dan menyimpulkan apa yang kita lihat, terkadang dengan dalih perhatian. Namun, di balik niat baik, sering kali komentar yang dilontarkan justru menghakimi dan memberi nasihat seolah-olah paling memahami keadaan dan kebutuhan orang lain. Hal ini, terutama sering dialami oleh para Bunda. Yuk, kenalkan apa itu mom shaming dan cara menghadapi mom shaming di sini. ","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Hai Bunda, di era media sosial ini, kita dengan mudahnya 'beropini' dan menyimpulkan apa yang kita lihat, terkadang dengan dalih perhatian. Namun, di balik niat baik, sering kali komentar yang dilontarkan justru menghakimi dan memberi nasihat seolah-olah paling memahami keadaan dan kebutuhan orang lain. Hal ini, terutama sering dialami oleh para Bunda.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Di balik keputusan-keputusan yang Bunda ambil untuk buah hati, tak jarang Bunda menerima kritik pedas, bahkan dari keluarga sendiri. Kalimat-kalimat seperti \"<\/span><b><i>Anaknya masih bayi tapi sudah ditinggal bekerja. Penting banget ya pekerjaannya hingga tega mengabaikan anaknya sendiri?<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\" atau \"<\/span><b><i>Apa dia nggak mau kasih ASI sih, bayi masih merah gitu sudah diberi susu formula. Malas banget jadi ibu, menyusui saja tidak mau.<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\" sering kali terlontar, menyakiti hati dan membuat Bunda merasa dihakimi.<\/span>\r\n<blockquote><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan survei BukaReview pada tahun 2021, <\/span><b>88% Ibu Milenial dan Gen Z mengalami <\/b><b><i>mom shaming<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/blockquote>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataan pahit ini menunjukkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mommy shaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> semakin marak terjadi, dan efeknya pun tak main-main. Psikologis Bunda bisa terganggu, merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tak nyaman, bahkan merasa diri tidak pantas menjadi seorang ibu.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, yang Bunda butuhkan adalah <\/span><b>dukungan atas pilihannya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Bunda adalah individu yang paling memahami kebutuhan buah hatinya dan tahu yang terbaik untuk anaknya.<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-4269 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-keira-burton-6624322.webp\" alt=\"apa itu mom shaming dan cara menghadapinya\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mom Shaming?<\/span><\/i><\/h2>\r\n<i><span style=\"font-weight: 400;\">Mom shaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><b>komentar atau kritik yang bertujuan mempermalukan, merendahkan, menghina, atau bahkan menyakiti perasaan seorang ibu<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Kritik ini bisa datang dari siapa saja, lho, Bunda. Bisa dari keluarga, teman, bahkan orang asing di media sosial.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya ibu rumah tangga, Bunda yang bekerja pun kerap menjadi sasaran empuk mom shaming. Alasannya beragam, mulai dari dianggap mengabaikan anak hingga dituduh tidak sayang pada Si Kecil.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Survei menunjukkan bahwa <\/span><b>pelaku <\/b><b><i>mommy shaming<\/i><\/b><b> terbanyak adalah orangtua kandung<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, lho, Bunda! Disusul suami, mertua, teman, petugas kesehatan, hingga komentar orang lain di media sosial.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Topik yang sering dijadikan bahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mom shaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun beragam, Bunda. Mulai dari asupan makanan anak, pemilihan susu formula atau ASI, metode mendisiplinkan anak, hingga tumbuh kembang, kebiasaan tidur, keamanan anak, penampilan tubuh Bunda dan anak, dan, <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tipe-parenting-yang-perlu-diketahui-orang-tua\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pola asuh anak<\/a> serta cara Bunda mendidik dan merawat Si Kecil.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-Ciri Perilaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mom Shaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang Sering Terjadi<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Bunda mendengar komentar pedas atau kritik yang merendahkan atas pilihan Bunda dalam mengasuh anak? Jika ya, Bunda mungkin telah mengalami <\/span><b><i>mom shaming<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Perilaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">verbal <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bullying\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bullying<\/a><\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan mengkritik atau memberi komentar negatif yang bertujuan untuk mempermalukan, merendahkan, atau bahkan menyakiti perasaan seorang ibu ini, bisa dilakukan secara sengaja atau tidak disengaja, dan bisa datang dari siapa saja, lho, Bunda.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara mengetahui apakah Bunda pernah mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mommy shaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Berikut beberapa ciri-cirinya:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Mengkritik Pilihan Metode Melahirkan<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kenapa operasi caesar sih? Normal aja lebih baik.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Melahirkan di rumah? Berbahaya lho!\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kok gak pakai epidural sih? Pasti sakit banget.\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Mengomentari Tubuh Ibu dan Bayi<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kok masih kurus banget ya setelah melahirkan?\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Perutnya udah gede banget, kapan sih lahirannya?\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya kok kecil banget ya, kurang gizi kali?\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/jangan-panik-tak-selamanya-anak-kurus-itu-kurang-gizi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anak Kurus? Bukan Berarti Kurang Gizi Loh!<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Mengkritik Pilihan Menyusui<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kenapa gak menyusui sih? Kan lebih sehat buat bayinya.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Susu formula lebih praktis lho, gak perlu repot menyusui.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"ASI nya gak keluar banyak ya? Coba minum susu pelancar ASI dong.\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Mengomentari Makanan Anak<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Wah, kok makanannya banyak banget? Nanti gendut lho!\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kenapa anaknya dikasih makanan instan? Gak sehat!\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya masih kecil kok udah dikasih gula?\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Membandingkan Tumbuh Kembang Anak<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya kamu kok belum bisa jalan ya? Anak tetangga udah lho.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya kamu kok kurus banget sih, kalah sama anak saya.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya kamu pinter banget ya, ngomongnya udah lancar.\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/mengenali-speech-delay-pada-anak-sejak-dini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenali dan Cara Mengatasi Anak Speech Delay<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Mengkritik Pilihan Menjadi Ibu Bekerja atau Ibu Rumah Tangga<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Tega banget sih ninggalin anak demi kerja?\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Ngapain sih kerja, mending di rumah aja urusin anak.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya jadi gak terurus nih, kasihan.\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Mengkritik Pilihan Pola Asuh<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kenapa anaknya dimarahi terus? Kasihan dong.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Terlalu bebas nih ngasih anak <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membatasi-penggunaan-gadget-pada-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">main <\/a><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gadget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya kok gak disiplin banget sih?\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[caption id=\"attachment_4078\" align=\"aligncenter\" width=\"600\"]<a href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/daftar-akun-parenting-di-social-media\"><img class=\"wp-image-4078 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/unifam-1.webp\" alt=\"daftar akun parenting di social media wajib follow\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a> Belajar Parenting dari Social Media? Ini daftar akun parenting di social media yang boleh banget di follow[\/caption]\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">8. Mengomentari Kehidupan Ibu di Media Sosial<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kok postingannya tentang anak mulu sih? Gak ada yang lain?\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Anaknya kok selalu rapi dan bersih ya? Pasti banyak pembantunya nih.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Kehidupan kayaknya sempurna banget ya, gak ada masalah sama sekali?\"<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak Mom Shaming Bagi Kesehatan Bunda\u00a0<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mom shaming seringkali dianggap sebagai hal yang biasa, namun dampaknya bagi kesehatan mental dan emosional seorang ibu bisa sangat merusak. Padahal, <\/span><a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/mengenal-dan-mengatasi-gangguan-kesehatan-mental-ibu-muda\"><span style=\"font-weight: 400;\">menjaga kesehatan\u00a0 mental Bunda sangatlah penting<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">..Mommy shaming bukanlah hal yang sepele, dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan Bunda dan hubungan dengan anak.\u00a0 Tindakan ini tidak hanya menyakiti hati Bunda, tapi juga dapat membawa dampak buruk yang mendalam.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Timbulnya Rasa Tidak Percaya Diri<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\"><em>Verbal bullying<\/em> yang terus-menerus dapat membuat Bunda merasa tidak percaya diri. Kalimat-kalimat yang menyakitkan bisa mengganggu kesehatan mental Bunda, bahkan menyebabkan stres dan cemas berlebihan. Bunda mungkin merasa bahwa segala yang dilakukannya salah, dan hal ini dapat merusak kepercayaan diri Bunda.<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-4270 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-alexander-suhorucov-6457551.webp\" alt=\"dampak mom shaming pada kesehatan mental ibu\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Munculnya Perasaan Menyalahkan Diri Sendiri<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tekanan dari mommy shaming bisa membuat Bunda kehilangan fokus dan merasa tidak mampu. Bunda mungkin akan merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri, yang pada akhirnya dapat berujung pada depresi. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental Mama, tapi juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Memicu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baby Blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Depresi<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Bunda yang baru saja melahirkan, mommy shaming juga bisa menjadi pemicu baby blues dan postpartum depression. Rasa cemas dan stres akibat mom shaming dapat mempengaruhi kemampuan Bunda dalam mengasuh anak. Anak-anak bisa merasakan perubahan emosional Bunda, yang pada akhirnya juga mempengaruhi kondisi psikologis mereka.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jangan biarkan komentar negatif orang lain mempengaruhi kebahagiaan dan kesehatan mental Bunda. Namun bila sampai kesehatan mental Bunda terganggu, simak beberapa <\/span><a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/10-cara-menjaga-kesehatan-mental-ibu-rumah-tangga\"><span style=\"font-weight: 400;\">tips menjaga kesehatan mental bagi ibu rumah tangga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">9 Cara Jitu Menghadapi Mom Shaming<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mom shaming memang bisa mengganggu, tapi jangan khawatir Bunda, ada beberapa cara yang bisa membantu:<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-4271 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-pixabay-51953.webp\" alt=\"cara menghadapi mom shaming\" width=\"640\" height=\"424\" \/>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Tidak Perlu Merespon<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika Bunda mendapat komentar \"pedas,\" lebih baik tersenyum dan biarkan saja. Bunda tidak perlu meresponsnya. Berdebat atau mengonfirmasi komentar yang ditujukan pada Bunda hanya buang-buang waktu dan tidak mengubah tindakan pelaku mom shaming.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Tanggapi dengan Humor<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Boleh lho, Bunda menanggapi komentar pedas orang lain dengan menambahkan bumbu-bumbu humor. Ini bisa mencairkan suasana yang tegang juga, bukan?<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Ucapkan Terima Kasih<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika Bunda merasa tidak enak membiarkan masukan yang datang dari orang lain, coba beri respon netral. Misalkan, dengan mengucapkan terima kasih atas saran dan perhatian yang diberikan. Cara ini mungkin bisa menenangkan Bunda.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/me-time-2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tanda Moms Butuh Me Time<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Pahami Sumbernya<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah untuk memahami latar belakang atau motivasi dari orang yang melakukan mom shaming. Terkadang, mereka mungkin memiliki keyakinan atau pengalaman yang berbeda, atau mereka mungkin mencoba menyampaikan perhatian dengan cara yang tidak tepat.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Jaga Batas<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jangan ragu untuk menetapkan batasan dengan orang-orang yang mencoba untuk melakukan mom shaming. Jika perlu, katakan dengan tegas bahwa Bunda tidak ingin mendengar kritik mereka atau topik tertentu di luar batas pembicaraan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Percaya Diri dengan Keputusan Diri Sendiri<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, Bunda adalah sosok ibu terbaik bagi anak Bunda. Percayalah dengan keputusan yang Bunda yakini adalah yang terbaik untuk anak dan Bunda, bukan apa yang orang lain yakini dan katakan soal apa yang seharusnya Bunda lakukan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Libatkan Pasangan<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Suami adalah partner terbaik Bunda dalam mengasuh anak. Ceritakan kepada suami mengenai kegundahan Bunda karena menerima kritikan. Bisa jadi, suami memiliki sudut pandang yang lebih bijak untuk membantu Bunda menghadapi komentar tersebut. <\/span><a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/dampak-dan-kiat-mempererat-hubungan-suami-istri-harmonis\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi yang harmonis antara suami istri juga memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">8. Dukung dengan Informasi dari Ahlinya<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda juga bisa mencegah dampak membanding-bandingkan anak dengan mencari informasi sendiri atau bertanya pada ahlinya tentang suatu topik yang kerap menjadi bahan perbandingan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">9. Fokus pada Tujuan<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Daripada memikirkan hal-hal yang bikin insecure dari orang lain, lebih baik fokus pada tumbuh kembang anak dan tujuan pola asuh yang Bunda tetapkan. Alih-alih mendengarkan komentar orang, lebih baik segeralah <em>move on<\/em> dan perhatikan hal lain. Bila perlu, Bunda juga bisa membuat boundaries tertentu untuk hal ini.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/kenali-tipe-love-language-pasangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rahasia Cinta Bahagia Bunda dan Suami - Love Language Suami Istri<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, Saling Dukung Sesama Ibu<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mom shaming adalah perilaku yang tidak hanya menyakitkan, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental para ibu. Perilaku ini tidak hanya merenggut rasa percaya diri, tapi juga dapat memicu stres, kecemasan, dan bahkan depresi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sudah saatnya kita menciptakan komunitas yang saling mendukung dan menghargai pilihan setiap ibu. Mari ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para ibu untuk berbagi cerita dan pengalaman tanpa rasa takut dihakimi atau direndahkan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ingatlah, setiap ibu memiliki caranya sendiri dalam mengasuh anak. Tidak ada yang benar atau salah, yang terpenting adalah ibu merasa nyaman dan anak pun tumbuh dengan sehat dan bahagia.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, hentikan mom shaming! Mari ciptakan komunitas yang saling mendukung dan menghargai pilihan setiap Bunda.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, kamu tidak sendiri. Kamu adalah ibu yang hebat!<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mom Shaming: Apa dan 9 Cara Mengadapi Mom Shaming | Unifam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mom shaming - istilah untuk verbal bullying pada ibu muda. Selengkapnya mengenai apa dan cara menghadapi mom shaming ada di sini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mom Shaming: Apa dan 9 Cara Mengadapi Mom Shaming | Unifam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mom shaming - istilah untuk verbal bullying pada ibu muda. Selengkapnya mengenai apa dan cara menghadapi mom shaming ada di sini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-08T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-05T06:24:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming\",\"name\":\"Mom Shaming: Apa dan 9 Cara Mengadapi Mom Shaming | Unifam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp\",\"datePublished\":\"2024-07-08T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-05T06:24:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Mom shaming - istilah untuk verbal bullying pada ibu muda. Selengkapnya mengenai apa dan cara menghadapi mom shaming ada di sini\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp\",\"width\":1216,\"height\":832,\"caption\":\"apa itu mom shaming, dampak mom shaming dan cara menghadapi mom shaming\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mom Shaming: Apa dan 9 Cara Mengadapi Mom Shaming | Unifam","description":"Mom shaming - istilah untuk verbal bullying pada ibu muda. Selengkapnya mengenai apa dan cara menghadapi mom shaming ada di sini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mom Shaming: Apa dan 9 Cara Mengadapi Mom Shaming | Unifam","og_description":"Mom shaming - istilah untuk verbal bullying pada ibu muda. Selengkapnya mengenai apa dan cara menghadapi mom shaming ada di sini","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2024-07-08T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-07-05T06:24:54+00:00","og_image":[{"width":1216,"height":832,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming","name":"Mom Shaming: Apa dan 9 Cara Mengadapi Mom Shaming | Unifam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp","datePublished":"2024-07-08T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-07-05T06:24:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Mom shaming - istilah untuk verbal bullying pada ibu muda. Selengkapnya mengenai apa dan cara menghadapi mom shaming ada di sini","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menghadapi-mom-shaming#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pikaso_texttoimage_35mm-film-photography-A-young-asian-woman-with-lon-1.webp","width":1216,"height":832,"caption":"apa itu mom shaming, dampak mom shaming dan cara menghadapi mom shaming"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4267"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4276,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4267\/revisions\/4276"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}