{"id":4699,"date":"2024-09-18T09:00:00","date_gmt":"2024-09-18T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2024-09-17T16:22:09","modified_gmt":"2024-09-17T09:22:09","slug":"ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya","title":{"rendered":"Terjebak dalam Cengkeraman Cinta? Kenali Ciri dan Cara Lepas dari Hubungan Posesif!"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":4701,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[315,316],"class_list":["post-4699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-hubungan","tag-posesif"],"acf":{"short_description":"Bunda, pernahkah merasa terkekang dalam hubungan? Seperti ada tali tak kasat mata yang mengikat, membuat Bunda sulit bernapas lega? Mungkin Bunda sedang berada dalam hubungan posesif. Yuk, kenali ciri dan cara lepas dari hubungan posesif ini. ","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, pernahkah merasa terkekang dalam hubungan? Seperti ada tali tak kasat mata yang mengikat, membuat Bunda sulit bernapas lega? Mungkin Bunda sedang berada dalam hubungan posesif.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan posesif bisa terasa manis di awal, Bunda. Rasa perhatian yang berlebihan, keinginan untuk selalu bersama, dan rasa cemburu yang \"romantis\" bisa membuat Bunda merasa dicintai.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seiring berjalannya waktu, rasa posesif ini bisa berubah menjadi racun yang merusak hubungan. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang ciri-ciri hubungan posesif dan bagaimana cara Bunda bisa melepaskan diri dari situasi ini.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Posesif vs Over Protektif<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, pernah merasa bingung membedakan antara pasangan yang posesif dan yang terlalu protektif? Keduanya memang terdengar mirip, tapi memiliki makna dan dampak yang berbeda.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasangan yang posesif cenderung <\/span><b>ingin mengontrol setiap aspek kehidupan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bunda. Ia merasa Bunda adalah miliknya dan tidak boleh memiliki kebebasan. Tanda-tandanya seperti: cemburu berlebihan, melarang Bunda bergaul dengan teman, atau mengancam jika Bunda tidak menurut.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-ciri-pasangan-overprotektif-dan-cara-mengatasinya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasangan yang <\/a><\/span><b>overprotektif lebih kepada ingin menjaga Bunda dari bahaya.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ia mungkin khawatir dengan keselamatan Bunda, tapi caranya yang berlebihan justru membuat Bunda merasa tidak bebas. Misalnya, selalu menanyakan keberadaan Bunda setiap saat atau melarang Bunda melakukan aktivitas tertentu karena dianggap terlalu berisiko.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan utama terletak pada motivasi di balik perilaku tersebut. Pasangan yang posesif didorong oleh rasa tidak aman dan keinginan untuk mengontrol, sedangkan pasangan yang overprotektif didorong oleh rasa sayang dan khawatir.Meski berbeda, keduanya sama-sama membuat tidak nyaman dan perlu diatasi.\u00a0<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">5 Ciri-Ciri Hubungan Posesif yang Perlu Bunda Waspadai<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Bunda merasa pasangan terlalu sering menanyakan keberadaan Bunda? Atau mungkin merasa tidak bebas melakukan aktivitas sendiri karena selalu diawasi? Jika Bunda merasakan hal serupa, ada kemungkinan Bunda sedang berada dalam hubungan yang posesif. Ciri-ciri hubungan posesif ini seringkali sulit dikenali karena terbungkus dalam kemasan cinta. Berikut ini\u00a0 tanda-tanda pasangan posesif yang patut Bunda waspadai.<\/span>\r\n<h3><b>1. Cemburu Berlebihan<\/b><\/h3>\r\n[caption id=\"attachment_4087\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-4087 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-a-darmel-6642995.webp\" alt=\"ciri toxic relationship dalam rumah tangga\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Banyak jenis hubungan yang perlu diwaspadai, seperti <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengatasi-toxic-relationship-dalam-rumah-tangga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hubungan toxic dalam rumah tangga<\/a>, hubungan posesif dan lainnya[\/caption]\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali Bunda berinteraksi dengan orang lain, terutama lawan jenis, pasangan langsung menuduh Bunda berselingkuh.\u00a0 Ini adalah tanda bahaya dari hubungan posesif.\u00a0 Pasangan Bunda mungkin merasa tidak aman dan cemburu berlebihan, sehingga menganggap setiap interaksi Bunda dengan orang lain sebagai ancaman.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda perlu memahami bahwa cemburu yang berlebihan adalah bentuk ketidakpercayaan dan kontrol yang tidak sehat. Pasangan Bunda mungkin memiliki masalah kepercayaan diri atau trauma masa lalu yang membuatnya bersikap demikian.<\/span>\r\n<h3><b>2. Ingin Selalu Tahu<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan Bunda sedang keluar untuk bertemu teman.\u00a0 Pasangan Bunda menanyakan dengan detail siapa saja yang Bunda temui, apa yang Bunda lakukan, dan kapan Bunda akan pulang.\u00a0 Pasangan Bunda mungkin juga menelepon Bunda berkali-kali selama Bunda keluar untuk memastikan Bunda masih berada di tempat yang Bunda katakan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pasangan selalu ingin tahu setiap detail tentang kegiatan Bunda, mulai dari ke mana Bunda pergi, dengan siapa, hingga apa yang Bunda lakukan. Ini adalah tanda bahwa pasangan Bunda memiliki kontrol yang berlebihan dan tidak mempercayai Bunda.\u00a0 Bunda mungkin merasa seperti sedang diawasi dan tidak punya ruang pribadi.<\/span>\r\n<h3><b>3. Mengontrol<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pasangan selalu berusaha mengatur segala hal dalam hidup Bunda, mulai dari pakaian yang boleh dipakai hingga teman yang boleh diajak bertemu.\u00a0 Ini adalah tanda bahwa pasangan Bunda memiliki keinginan untuk mengendalikan Bunda dan tidak menghormati pilihan Bunda.\u00a0 Bunda mungkin merasa seperti boneka yang dikendalikan dan tidak punya kebebasan untuk menentukan pilihan sendiri.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/10-cara-menjaga-kesehatan-mental-ibu-rumah-tangga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sayangi Diri Sendiri - Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu<\/a><\/h4>\r\n<h3><b>4. Mengancam<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika pasangan Bunda sering mengeluarkan ancaman saat Bunda tidak menurut pada keinginannya, ini merupakan salah satu ciri-ciri hubungan posesif yang harus Bunda waspadai.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pasangan Bunda menggunakan kekerasan verbal untuk mengendalikan Bunda.\u00a0 Ancaman ini bisa berupa ancaman untuk meninggalkan Bunda, menyakiti Bunda, atau menyakiti orang-orang yang Bunda cintai.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ancaman dari pasangan Bunda bisa membuat Bunda merasa takut dan tidak aman.\u00a0 Bunda mungkin merasa tertekan dan tidak berdaya.\u00a0 Ancaman juga bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik Bunda.<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-4341 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-karolina-grabowska-4471315.webp\" alt=\"cara mengatasi pikiran negatif\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n<h3><b>5. Merasa Dimiliki<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bisa Bunda bayangkan, sudah lama Bunda ingin mengikuti kelas memasak yang Bunda impikan.\u00a0 Tapi pasangan Bunda langsung menentang keinginan Bunda dan mengatakan bahwa Bunda tidak perlu mengikuti kelas tersebut karena Bunda sudah bisa memasak dengan baik.\u00a0 Pasangan Bunda mungkin juga melarang Bunda untuk berkarir atau mengejar hobi karena merasa bahwa Bunda hanya boleh fokus pada dirinya.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Saat pasangan menganggap Bunda sebagai miliknya, dan tidak memberikan ruang bagi Bunda untuk berkembang sebagai individu, ini adalah tanda bahwa pasangan Bunda tidak menghormati Bunda sebagai pribadi yang mandiri dan memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang.\u00a0 Bunda mungkin merasa seperti benda mati yang dimiliki dan dikendalikan, bukan manusia yang memiliki mimpi, keinginan, dan tujuan hidup sendiri.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengatasi-pikiran-negatif-terhadap-diri-dan-pasangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">13 Cara Mengatasi Pikiran Negatif Terhadap Diri Sendiri dan Pasangan<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Hubungan Posesif Berbahaya?<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan posesif cenderung menjadi siklus yang sulit diputuskan. Korban seringkali merasa terjebak dan kesulitan untuk melepaskan diri. Seiring waktu, perilaku posesif pasangan dapat semakin intens, sehingga semakin sulit bagi korban untuk mencari bantuan. Berikut\u00a0 ini dampak dari hubungan posesif yang bisa terjadi pada Bunda:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">- Penurunan rasa percaya diri:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda merasa tidak berharga dan tidak bebas.\u00a0 Pasangan yang posesif seringkali merendahkan Bunda, membuat Bunda merasa tidak cukup baik, dan tidak berhak untuk memiliki pendapat atau keinginan sendiri.\u00a0 Ini bisa membuat Bunda kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak berharga.\u00a0 Bunda mungkin merasa terkekang dan tidak bebas untuk mengekspresikan diri atau mengejar impian Bunda.<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-4700 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pexels-keira-burton-6624312.webp\" alt=\"ciri dan cara mengatasi hubungan posesif\" width=\"640\" height=\"398\" \/>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">- Stres dan kecemasan:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda selalu merasa khawatir dan takut.\u00a0 Hidup dengan pasangan yang posesif bisa membuat Bunda selalu merasa khawatir dan takut.\u00a0 Bunda mungkin takut untuk melakukan sesuatu yang tidak disetujui pasangan, takut untuk bergaul dengan orang lain, atau takut untuk membuat pasangan marah.\u00a0 Ketakutan ini bisa menyebabkan stres dan kecemasan yang berkepanjangan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">- Depresi:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda merasa tertekan dan putus asa.\u00a0 Hubungan posesif bisa membuat Bunda merasa tertekan dan putus asa.\u00a0 Bunda mungkin merasa kehilangan kendali atas hidup Bunda sendiri, dan merasa tidak berdaya untuk mengubah situasi.\u00a0 Kehilangan rasa percaya diri, stres, dan kecemasan yang berkepanjangan bisa memicu depresi.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/pose-yoga-untuk-mengurangi-stress\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Pose Yoga untuk Meredakan Stress<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">- Kekerasan:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kasus ekstrem, hubungan posesif bisa berujung pada kekerasan fisik atau verbal.\u00a0 Pasangan yang posesif mungkin merasa berhak untuk mengendalikan Bunda dan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya.\u00a0 Kekerasan ini bisa berupa kekerasan fisik, seperti memukul, menendang, atau mencekik, atau kekerasan verbal, seperti menghina, mengancam, atau memaki.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Lepas dari Jerat Hubungan Posesif<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika Bunda merasa berada dalam hubungan yang posesif, jangan ragu untuk mengambil langkah-langkah berikut:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kenali diri Bunda:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama yang penting adalah mengakui bahwa Bunda sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat. Bunda harus memahami nilai diri dan batas-batas yang Bunda miliki.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi yang jujur:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah untuk berkomunikasi dengan pasangan secara terbuka dan jujur tentang perasaan Bunda. Jelaskan bahwa perilaku posesifnya membuat Bunda merasa tidak nyaman.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapkan batasan:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda harus tegas dalam menetapkan batasan dalam hubungan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Cari dukungan:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Berbicaralah dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga atau teman, untuk mendapatkan dukungan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Terapi:\u00a0<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika komunikasi tidak berhasil, Bunda bisa mempertimbangkan untuk menjalani terapi bersama pasangan.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-ibu-muda-butuh-psikolog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanda Ibu Butuh Psikolog<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Berani untuk pergi<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika hubungan posesif tidak bisa diubah, Bunda harus berani untuk pergi. Jangan takut untuk mengakhiri hubungan. Ingatlah bahwa Bunda berhak mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan. Jangan ragu untuk memprioritaskan diri sendiri.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta Sehat, Bebas Posesif<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki hubungan yang sehat adalah hak setiap individu. Hubungan posesif, dengan segala ciri khasnya, dapat merusak kebahagiaan dan kesejahteraan emosional. Dengan mengenali tanda-tanda hubungan posesif dan berani mengambil langkah untuk keluar dari situasi yang tidak sehat, Bunda dapat membangun hubungan yang lebih positif dan bermakna di masa depan. Ingat, Bunda pantas mendapatkan cinta yang tulus dan saling menghormati.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, kamu kuat! Dengan dukungan dari orang-orang terdekat dan tekad yang kuat, Bunda pasti bisa melewati masa sulit ini dan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Ingat, Bunda pantas mendapatkan hubungan yang sehat dan bahagia. Jangan biarkan diri Bunda terjebak dalam hubungan yang toxic.<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hubungan Posesif? Berikut 5 Ciri dan Cara Lepasnya | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Terlibat dalam hubungan posesif atau justru belum sadar? Kenali ciri hubungan posesif dan 5 cara lepas dari hubungan seperti ini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hubungan Posesif? Berikut 5 Ciri dan Cara Lepasnya | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terlibat dalam hubungan posesif atau justru belum sadar? Kenali ciri hubungan posesif dan 5 cara lepas dari hubungan seperti ini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-18T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-17T09:22:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya\",\"name\":\"Hubungan Posesif? Berikut 5 Ciri dan Cara Lepasnya | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp\",\"datePublished\":\"2024-09-18T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-17T09:22:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Terlibat dalam hubungan posesif atau justru belum sadar? Kenali ciri hubungan posesif dan 5 cara lepas dari hubungan seperti ini\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp\",\"width\":1216,\"height\":832,\"caption\":\"ciri hubungan posesif dan cara lepas dari hubungan posesif\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hubungan Posesif? Berikut 5 Ciri dan Cara Lepasnya | United Family Food","description":"Terlibat dalam hubungan posesif atau justru belum sadar? Kenali ciri hubungan posesif dan 5 cara lepas dari hubungan seperti ini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hubungan Posesif? Berikut 5 Ciri dan Cara Lepasnya | United Family Food","og_description":"Terlibat dalam hubungan posesif atau justru belum sadar? Kenali ciri hubungan posesif dan 5 cara lepas dari hubungan seperti ini","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2024-09-18T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-09-17T09:22:09+00:00","og_image":[{"width":1216,"height":832,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya","name":"Hubungan Posesif? Berikut 5 Ciri dan Cara Lepasnya | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp","datePublished":"2024-09-18T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-09-17T09:22:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Terlibat dalam hubungan posesif atau justru belum sadar? Kenali ciri hubungan posesif dan 5 cara lepas dari hubungan seperti ini","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/ciri-hubungan-posesif-dan-cara-melepaskannya#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/pikaso_texttoimage_create-image-of-possessive-relationship-between-as.webp","width":1216,"height":832,"caption":"ciri hubungan posesif dan cara lepas dari hubungan posesif"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4699"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4704,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699\/revisions\/4704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}