{"id":5047,"date":"2024-12-05T09:07:00","date_gmt":"2024-12-05T02:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2024-12-04T18:07:51","modified_gmt":"2024-12-04T11:07:51","slug":"cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini","title":{"rendered":"Cara Cerdas Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":5049,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[111,115,362],"class_list":["post-5047","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-tips-untuk-bunda","tag-parenting","tag-konflik"],"acf":{"short_description":"Apakah Bunda pernah melihat anak-anak bertengkar?  Entah itu berebut mainan, saling mendorong, atau bahkan adu mulut.  Adegan seperti ini mungkin sudah biasa Bunda saksikan, baik di rumah, di taman bermain, atau di sekolah.  Konflik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan, dan anak-anak pun tak luput darinya. Karena itu perlu mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini. Simak 7 caranya di sini.","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Bunda pernah melihat anak-anak bertengkar?\u00a0 Entah itu berebut mainan, saling mendorong, atau bahkan adu mulut.\u00a0 Adegan seperti ini mungkin sudah biasa Bunda saksikan, baik di rumah, di taman bermain, atau di sekolah.\u00a0 Konflik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan, dan anak-anak pun tak luput darinya.\u00a0\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Namun, alih-alih melarang atau menghukum, mengajarkan anak cara mengatasi konflik sejak dini jauh lebih penting.\u00a0 Mengapa? Karena kemampuan ini akan membentuk <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membentuk-karakter-anak-dengan-wayang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karakter anak<\/a>, membantu mereka bersosialisasi dengan baik, dan menjadi individu yang tangguh di masa depan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orangtua, tentu Bunda ingin si kecil tumbuh menjadi pribadi yang bijak dan mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan kepala dingin. Karena itu kemampuan untuk mengatasi konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif menjadi salah satu keterampilan hidup yang sangat penting bagi si kecil.\u00a0<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-rasa-percaya-diri-pada-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">11 Cara Membangun Rasa Percaya Diri pada Anak<\/a><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Konflik adalah bagian alami dari interaksi sosial, dan meskipun kita sering kali berharap anak-anak kita tidak mengalami masalah, kenyataannya mereka akan menemui berbagai situasi yang memicu perbedaan pendapat atau ketidaksepakatan, baik dengan teman sebaya maupun dengan anggota keluarga.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tenang, Bunda,ada banyak cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengajarkan si kecil bagaimana mengatasi konflik sejak dini. Melalui pendekatan yang tepat, anak bisa<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/manfaat-kegiatan-pramuka-untuk-anak-dan-jenisnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> belajar bagaimana menyelesaikan masalah<\/a> dengan cara yang positif, tanpa melibatkan kekerasan atau perasaan frustasi yang berlarut-larut. Dalam artikel kali ini, Bunda akan menemukan langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk mengajarkan anak mengatasi konflik secara efektif.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami Konflik dari Sudut Pandang Anak<\/span><\/h2>\r\n[caption id=\"attachment_5050\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-5050 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/pexels-cottonbro-3662667.webp\" alt=\"mengatasi konflik anak\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Anak perlu diajarkan cara mengatasi konflik sejak dini agar lebih mandiri.[\/caption]\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengajarkan anak cara mengatasi konflik, Bunda perlu memahami terlebih dahulu apa itu konflik dari perspektif mereka.\u00a0 Konflik bagi anak-anak mungkin terlihat sederhana, seperti perebutan mainan atau ketidaksetujuan atas sebuah permainan.\u00a0 Namun, bagi mereka, ini adalah pengalaman yang penuh emosi, bisa jadi rasa frustasi, kesedihan, atau bahkan kemarahan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda perlu menyadari bahwa anak-anak belum memiliki kemampuan kognitif dan emosional yang matang seperti orang dewasa.\u00a0 Mereka mungkin belum mampu mengelola emosi mereka dengan baik, sehingga reaksi mereka terhadap konflik bisa terkesan impulsif dan berlebihan.\u00a0 Oleh karena itu, kesabaran dan pemahaman Bunda sangatlah penting.\u00a0<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/mengenalkan-emosi-pada-anak-lewat-film-inside-out-2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belajar Emosi Melalui Film? Bisa! Simak\u00a0Cara Mengenalkan Emosi pada Anak ini<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa strategi efektif yang bisa Bunda terapkan untuk mengajarkan anak mengatasi konflik:\u00a0<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Mengenali dan Mengidentifikasi Perasaan:<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama adalah membantu anak mengenali dan mengidentifikasi perasaan mereka sendiri dan perasaan orang lain yang terlibat dalam konflik.\u00a0 Bunda bisa mengajukan pertanyaan seperti, \"Bagaimana perasaanmu saat temanmu mengambil mainannya?\" atau \"Kira-kira bagaimana perasaan temanmu ketika kamu mendorongnya?\".\u00a0 Dengan mengenali perasaan, anak akan lebih memahami akar masalah konflik.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0 Bayangkan si A mengambil mainan si B.\u00a0 Bunda bisa bertanya pada si B, \"B, kamu sedih ya karena A mengambil mobil-mobilanmu?\u00a0 Aku mengerti perasaanmu.\"\u00a0 Kemudian, Bunda bisa bertanya pada si A, \"A, kamu tahu kan B sedih karena kamu mengambil mobil-mobilannya?\u00a0 Bagaimana perasaanmu sekarang?\"<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Saat mengenali dan mengidentifikasi perasaan si kecil, ada baiknya Bunda menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak.\u00a0 Sering-seringlah berlatih mengenali dan mengungkapkan perasaan dalam situasi sehari-hari.<\/span>\r\n<h4><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/mengenali-speech-delay-pada-anak-sejak-dini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengatasi Anak yang Mengalami Speech Delay<\/a><\/span><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2.\u00a0 Mengajarkan Keterampilan Komunikasi yang Efektif:<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi yang baik adalah kunci dalam menyelesaikan konflik.\u00a0 Bunda bisa mengajarkan anak untuk mengungkapkan kebutuhan dan perasaan mereka dengan cara yang asertif, bukan agresif.\u00a0 Ajarkan mereka untuk menggunakan kata-kata \"aku\"\u00a0 seperti, \"Aku merasa sedih ketika kamu mengambil pensilku tanpa izin,\"\u00a0 bukan \"Kamu selalu mengambil pensilku!\". Bunda bisa berlatihlah role-playing dengan anak untuk mempraktikkan keterampilan komunikasi yang efektif.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0 Alih-alih berteriak, \"Kamu jahat!\u00a0 Kamu mengambil bolaku!\",\u00a0 Bunda bisa membimbing anak untuk mengatakan, \"Aku merasa kesal karena kamu mengambil bolaku.\u00a0 Bolehkah aku meminjamnya sebentar?\".\u00a0<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-5051 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/pexels-jep-gambardella-6222771.webp\" alt=\"konflik pada anak\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3.\u00a0 Menemukan Solusi Bersama:<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Setelah anak mampu mengidentifikasi perasaan dan berkomunikasi dengan baik, langkah selanjutnya adalah menemukan solusi bersama.\u00a0 Bunda bisa membimbing mereka untuk bernegosiasi dan mencari solusi yang memuaskan semua pihak.\u00a0 Ini mengajarkan mereka pentingnya kompromi dan kerja sama. Berikan pilihan kepada anak-anak, sehingga mereka merasa dihargai dan terlibat dalam proses penyelesaian konflik.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0 Jika dua anak berebut sebuah mainan, Bunda bisa membantu mereka menemukan solusi, seperti berbagi waktu bermain dengan mainan tersebut atau mencari alternatif lain.\u00a0<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4.\u00a0 Mengajarkan Empati:<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain.\u00a0 Bunda bisa membantu anak <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-pada-anak-sejak-dini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengembangkan empati<\/a> dengan mengajukan pertanyaan seperti, \"Bagaimana menurutmu perasaan temanmu jika kamu melakukan hal itu?\".\u00a0 Dengan memahami perasaan orang lain, anak akan lebih mudah menyelesaikan konflik dengan cara yang damai.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0 Jika anak mendorong temannya, Bunda bisa bertanya, \"Bagaimana perasaanmu jika seseorang mendorongmu?\u00a0 Sakit kan?\u00a0 Temanmu pasti juga merasa sakit.\"\u00a0<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-dan-cara-menerapkan-gentle-parenting\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu Gentle Parenting dan Bagaimana Cara Menerapkan Gentle Parenting<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5.\u00a0 Menjadi Role Model:<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak belajar melalui meniru.\u00a0 Bunda perlu menjadi role model yang baik dalam menyelesaikan konflik.\u00a0 Tunjukkan pada anak bagaimana Bunda mengatasi konflik dalam kehidupan sehari-hari dengan tenang dan bijaksana. Bicara terbuka tentang cara Bunda mengatasi konflik dan perasaan yang Bunda alami juga bisa membantu anak untuk belajar mengatasi konflik sejak dini.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0 Jika Bunda berselisih paham dengan pasangan, tunjukkan bagaimana Bunda menyelesaikannya dengan cara yang dewasa dan saling menghargai.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6.\u00a0 Memberikan Pujian dan Pengakuan:<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ketika anak berhasil mengatasi konflik dengan baik, berikan pujian dan pengakuan atas usaha mereka.\u00a0 Ini akan memotivasi mereka untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Usahakan untuk fokus pada usaha dan proses, bukan hanya hasil akhir ya, Bunda<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0 \"Bagus sekali, kamu berhasil menyelesaikan pertengkaran dengan temanmu dengan cara yang baik.\u00a0 Aku bangga padamu!\"\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Selain memberikan pujian pada\u00a0 si kecil, Bunda juga bisa menambahkan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi Bayangkan betapa bahagianya si kecil ketika menerima pujian disertai dengan camilan favorit seperti <a href=\"https:\/\/unifam.com\/brands\/milkita-bites\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Milkita Bites.<\/a> <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/reward-pada-anak-manfaat-dampak-dan-cara-memberikannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hadiah ini (<\/a><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reward<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) tidak hanya sebagai pemanis, tetapi juga sebagai simbol penghargaan atas usaha dan pencapaian mereka. Bunda bisa menemukan camilan-camilan sehat dan lezat ini di toko resmi Unifam <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/1B5R4v7m8y\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Shopee<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tokopedia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7.\u00a0 Mengajarkan Konsep \"Waktu Tenang\":<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kadang-kadang, anak-anak membutuhkan waktu untuk menenangkan diri ketika mereka merasa marah atau frustrasi. Buatlah tempat yang nyaman dan tenang untuk anak-anak melakukan \"waktu tenang\". Ajarkan mereka konsep \"waktu tenang\", di mana mereka bisa menenangkan diri di tempat yang aman sebelum mencoba menyelesaikan konflik.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0 \"Jika kamu merasa sangat marah, kamu bisa pergi ke kamarmu sebentar untuk menenangkan diri, lalu kita bicarakan masalahnya.\"\u00a0<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Membentuk Generasi yang Damai dan Tangguh<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini bukan hanya sekadar mengajarkan mereka cara menyelesaikan pertengkaran.\u00a0 Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter mereka, membantu mereka bersosialisasi dengan baik, dan menjadi individu yang tangguh di masa depan.\u00a0\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, Bunda telah memberikan bekal berharga bagi anak-anak untuk menghadapi berbagai tantangan hidup dengan bijak dan damai.\u00a0 Ingatlah, Bunda, kesabaran dan pemahaman adalah kunci utama dalam proses ini.\u00a0 Mari kita bersama-sama membina generasi yang damai dan tangguh!<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel ini bermanfaat bagi Bunda.\u00a0 Jangan ragu untuk berbagi pengalaman dan tips Bunda sendiri di kolom komentar.<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>7 Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konflik dalam hidup itu wajar. Karenanya simak 7 cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini di artikel ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konflik dalam hidup itu wajar. Karenanya simak 7 cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini di artikel ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-05T02:07:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-04T11:07:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\",\"name\":\"7 Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp\",\"datePublished\":\"2024-12-05T02:07:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-04T11:07:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Konflik dalam hidup itu wajar. Karenanya simak 7 cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini di artikel ini.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp\",\"width\":1216,\"height\":832,\"caption\":\"cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini | United Family Food","description":"Konflik dalam hidup itu wajar. Karenanya simak 7 cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini di artikel ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini | United Family Food","og_description":"Konflik dalam hidup itu wajar. Karenanya simak 7 cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini di artikel ini.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2024-12-05T02:07:00+00:00","article_modified_time":"2024-12-04T11:07:51+00:00","og_image":[{"width":1216,"height":832,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini","name":"7 Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp","datePublished":"2024-12-05T02:07:00+00:00","dateModified":"2024-12-04T11:07:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Konflik dalam hidup itu wajar. Karenanya simak 7 cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini di artikel ini.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__candid-image-photography-natural-textures-highly-r__35465.webp","width":1216,"height":832,"caption":"cara mengajarkan anak mengatasi konflik sejak dini"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5047","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5047"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5047\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5052,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5047\/revisions\/5052"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5049"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}