{"id":5083,"date":"2024-12-13T09:00:00","date_gmt":"2024-12-13T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2024-12-12T20:41:51","modified_gmt":"2024-12-12T13:41:51","slug":"gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Tantangan Anak dengan Gaya Belajar yang Berbeda"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":5086,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[369,370,371],"class_list":["post-5083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-tips-untukbunda","tag-gaya-belajar-anak","tag-karakter-gaya-belajar"],"acf":{"short_description":"Tahukah Bunda, setiap anak memiliki cara unik dalam memproses informasi dan mempelajarinya. Beberapa anak mungkin lebih mudah belajar melalui gambar, sementara yang lain mungkin lebih paham jika mendengarkan penjelasan atau bahkan berinteraksi secara langsung dengan materi. Inilah yang disebut dengan gaya belajar. Yuk simak 3 gaya belajar anak dan karakteristiknya serta cara mengoptimalkan gaya belajar ini. \r\n","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah Bunda, setiap anak memiliki cara unik dalam memproses informasi dan mempelajarinya. Beberapa anak mungkin lebih mudah belajar melalui gambar, sementara yang lain mungkin lebih paham jika mendengarkan penjelasan atau bahkan berinteraksi secara langsung dengan materi.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang disebut dengan gaya belajar. Mengetahui gaya belajar anak adalah langkah pertama untuk mengatasi tantangan mereka dalam belajar dan memberikan dukungan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai gaya belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik, serta cara-cara mendukung anak sesuai dengan preferensi mereka.<\/span>\r\n<h2><b>Apa Itu Gaya Belajar Anak?<\/b><\/h2>\r\n<img class=\"size-full wp-image-5088 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/pexels-pavel-danilyuk-8423119.webp\" alt=\"apa itu gaya belajar anak\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Gaya belajar merujuk pada cara atau metode yang paling efektif bagi individu dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi. Setiap anak memiliki kecenderungan yang berbeda dalam menyerap informasi, dan mengenali gaya belajar ini sangat penting untuk mendukung perkembangan akademis mereka.\u00a0<\/span>\r\n<h2><b>3 Gaya Belajar Anak, Karakteristik dan Cara Mengoptimalkannya<\/b><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Gaya belajar utama yang banyak diidentifikasi oleh para ahli adalah gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Ketiga gaya ini sering disebut sebagai gaya belajar VAK (Visual, Auditori, Kinestetik).<\/span>\r\n<h3><b>Gaya Belajar Visual<\/b><\/h3>\r\n<img class=\"size-full wp-image-5089 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/pexels-a-darmel-9037310.webp\" alt=\"gaya belajar visual - penjelasan dan karakteristik\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak dengan gaya belajar visual cenderung lebih mudah memahami informasi yang disajikan dalam bentuk gambar, diagram, atau tulisan. Mereka cenderung memproses informasi secara lebih efektif jika mereka bisa melihat atau menonton sesuatu.<\/span>\r\n<h4><b>Karakteristik Anak dengan Gaya Belajar Visual:<\/b><\/h4>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suka melihat gambar, diagram, atau video untuk memahami materi.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih mudah mengingat informasi jika ada representasi visual, seperti peta konsep atau mind map.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cenderung cepat bosan atau kurang fokus jika hanya mendengarkan penjelasan verbal.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suka membuat catatan atau sketsa untuk memperjelas informasi.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-mengatasi-konflik-sejak-dini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengajarkan Anak Mengatasi Konflik Sejak Dini<\/a><\/h4>\r\n<h4><b>Cara Mengoptimalkan Gaya Belajar Visual<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa cara, yang bisa kita lakukan untuk mendukung Anak dengan Gaya Belajar Visual:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan Gambar dan Diagram<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Buatlah peta pikiran atau diagram untuk menjelaskan konsep-konsep yang sulit dipahami. Misalnya, saat mengajarkan matematika, gunakan grafik atau diagram untuk menggambarkan rumus dan solusi.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beri Catatan yang Terstruktur<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak visual sering kali merasa terbantu dengan catatan yang rapi dan terorganisir. Gunakan warna atau simbol untuk menyoroti informasi penting dan buat catatan dengan gambar yang relevan.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/perbedaan-perkembangan-sensorik-dan-motorik-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenali Perbedaan Perkembangan Sensorik dan Motorik pada Anak<\/a><\/h4>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tampilkan Video Pembelajaran<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Banyak anak visual yang lebih mudah memahami materi melalui video. Gunakan video edukatif yang relevan dengan pelajaran untuk memperjelas materi yang sulit dipahami.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan Papan Tulis atau Whiteboard<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Di rumah atau di sekolah, gunakan papan tulis atau whiteboard untuk menjelaskan topik dengan cara yang lebih visual.<\/span>\r\n<h3><b>Gaya Belajar Auditori<\/b><\/h3>\r\n<img class=\"size-full wp-image-5091 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/pexels-olly-3755500.webp\" alt=\"gaya belajar anak auditory - apa karakteristik dan cara mengoptimalkan \" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak dengan gaya belajar auditori lebih nyaman belajar melalui pendengaran. Mereka cenderung lebih paham ketika mendengarkan penjelasan secara verbal atau mendengarkan diskusi.<\/span>\r\n<h4><b>Karakteristik Anak dengan Gaya Belajar Auditori:<\/b><\/h4>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih fokus saat mendengarkan pembicaraan atau diskusi.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering mengingat informasi dengan lebih mudah setelah mendengarnya beberapa kali.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tertarik untuk berbicara dan berdiskusi mengenai materi pelajaran.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat merasa kebingungan jika informasi hanya disajikan secara visual tanpa penjelasan verbal.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/reward-pada-anak-manfaat-dampak-dan-cara-memberikannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Tepat Memberikan Reward pada Anak<\/a><\/h4>\r\n<h4><b>Cara Mendukung Anak dengan Gaya Belajar Auditori:<\/b><\/h4>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bacakan Materi dengan Keras<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak auditori akan lebih mudah memahami materi jika dibacakan dengan suara keras. Cobalah untuk membaca teks atau buku bersama anak dan diskusikan isi materi secara lisan.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan Musik atau Lagu Pembelajaran<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa anak auditori merespons sangat baik terhadap materi yang diajarkan melalui musik atau lagu. Cobalah mengubah konsep pelajaran menjadi lagu atau menggunakan mnemonic berbasis suara untuk membantu mereka mengingat informasi.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/mengenalkan-emosi-pada-anak-lewat-film-inside-out-2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenalkan Emosi pada Anak Melalui Film Inside Out<\/a><\/h4>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ajak Anak untuk Berdiskusi<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak dengan gaya belajar auditori biasanya suka berbicara dan berdiskusi. Ciptakan waktu untuk diskusi di mana anak dapat menyuarakan pemahamannya atau bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan Audio dan Podcast<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Manfaatkan sumber daya audio seperti podcast atau rekaman pembelajaran yang relevan dengan pelajaran. Ini akan memberikan anak kesempatan untuk belajar secara aktif sambil mendengarkan.<\/span>\r\n<h3><b>Gaya Belajar Kinestetik<\/b><\/h3>\r\n<img class=\"size-full wp-image-5092 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/pexels-mikhail-nilov-8922541.webp\" alt=\"gaya belajar kinestetik - apa karakteristik dan cara mengoptimalkannya\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak dengan gaya belajar kinestetik lebih suka belajar melalui pengalaman langsung dan aktivitas fisik. Mereka cenderung belajar lebih baik dengan cara melakukan sesuatu daripada hanya mendengarkan atau melihat.<\/span>\r\n<h4><b>Karakteristik Anak dengan Gaya Belajar Kinestetik<\/b><\/h4>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suka bergerak, bermain, dan berinteraksi secara langsung dengan materi.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memerlukan pengalaman praktis untuk memahami suatu konsep atau ide.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering merasa kesulitan untuk fokus jika harus duduk diam dalam waktu lama.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin tampak tidak sabar atau gelisah jika belajar hanya melalui buku atau ceramah.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/jenis-olahraga-untuk-tumbuh-kembang-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jenis Olahraga yang Baik untuk Tumbuh Kembang Anak<\/a><\/h4>\r\n<h4><b>Cara Optimalkan Gaya Belajar Anak Kinestetik:<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda bisa mencoba beberapa cara dibawah ini untuk Mendukung Anak dengan Gaya Belajar Kinestetik:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan Pembelajaran Praktis<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak kinestetik sering kali belajar dengan lebih efektif jika mereka diberi kesempatan untuk terlibat langsung. Misalnya, untuk belajar matematika, cobalah menggunakan alat peraga atau benda-benda fisik untuk menunjukkan konsep-konsep tertentu.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan Role-Playing atau Simulasi<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan yang memungkinkan anak untuk berperan langsung, seperti role-playing, dapat sangat membantu dalam pembelajaran. Misalnya, jika mengajarkan sejarah, buatlah anak berperan sebagai tokoh sejarah dalam suatu peristiwa.<\/span>\r\n<h4>Baca juga: <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ide-kegiatan-anak-tanpa-gadget-yang-seru-dan-menyenangkan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Ide Kegiatan Anak tanpa Gadget<\/a><\/h4>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Libatkan Anak dalam Aktivitas Fisik<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak kinestetik sering kali lebih fokus jika mereka terlibat dalam aktivitas fisik. Cobalah mengadakan permainan yang berkaitan dengan materi pelajaran atau biarkan anak bergerak saat belajar, seperti berjalan sambil mengulang pelajaran atau menggunakan alat bantu seperti bola atau papan tulis mini.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan Pekerjaan Rumah yang Melibatkan Anak<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan Daripada hanya meminta anak untuk menulis atau membaca, cobalah memberikan tugas yang memerlukan tindakan langsung, seperti melakukan percobaan sains atau proyek seni.<\/span>\r\n<h2><b>Memahami Gaya Belajar Anak untuk Mendukung Perkembangan Mereka<\/b><\/h2>\r\n<img class=\"size-full wp-image-5087 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/pexels-julia-m-cameron-4145354.webp\" alt=\"optimasi gaya belajar anak\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui gaya belajar anak adalah langkah pertama untuk mendukung mereka dalam belajar. Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu gaya belajar yang lebih baik dari yang lain. Setiap anak unik, dan seringkali mereka memiliki kombinasi beberapa gaya belajar. Oleh karena itu, sebagai orang tua atau pengasuh, kita perlu mengenali dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar masing-masing anak.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel. Sebagai contoh, jika anak cenderung memiliki lebih dari satu gaya belajar, seperti visual dan kinestetik, kita bisa menggabungkan strategi yang melibatkan gambar dan aktivitas fisik dalam satu sesi belajar. Memberikan variasi dalam metode pembelajaran akan membantu anak merasa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar.<\/span>\r\n<h2><b>Setiap Anak Memang Berbeda<\/b><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mengatasi tantangan anak dengan gaya belajar yang berbeda membutuhkan kesabaran dan kreativitas. Memahami gaya belajar anak dapat membantu kita menyusun strategi yang lebih efektif dalam mendukung mereka. Baik itu melalui gambar, pendengaran, atau pengalaman fisik, dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Yang terpenting adalah menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menyesuaikan metode dengan kebutuhan mereka, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna.<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 Gaya Belajar Anak dan Karakteristiknya | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bunda, setiap anak memiliki gaya belajar berbeda. Kenali 3 gaya belajar anak dan karakteristiknya agar Bunda dapat menyesuaikan caranya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Gaya Belajar Anak dan Karakteristiknya | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bunda, setiap anak memiliki gaya belajar berbeda. Kenali 3 gaya belajar anak dan karakteristiknya agar Bunda dapat menyesuaikan caranya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-13T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-12T13:41:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1216\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya\",\"name\":\"3 Gaya Belajar Anak dan Karakteristiknya | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp\",\"datePublished\":\"2024-12-13T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-12T13:41:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Bunda, setiap anak memiliki gaya belajar berbeda. Kenali 3 gaya belajar anak dan karakteristiknya agar Bunda dapat menyesuaikan caranya.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp\",\"width\":1216,\"height\":832,\"caption\":\"apa itu gaya belajar dan jenis gaya belajar serta karakteristiknya\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Gaya Belajar Anak dan Karakteristiknya | United Family Food","description":"Bunda, setiap anak memiliki gaya belajar berbeda. Kenali 3 gaya belajar anak dan karakteristiknya agar Bunda dapat menyesuaikan caranya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"3 Gaya Belajar Anak dan Karakteristiknya | United Family Food","og_description":"Bunda, setiap anak memiliki gaya belajar berbeda. Kenali 3 gaya belajar anak dan karakteristiknya agar Bunda dapat menyesuaikan caranya.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2024-12-13T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-12-12T13:41:51+00:00","og_image":[{"width":1216,"height":832,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya","name":"3 Gaya Belajar Anak dan Karakteristiknya | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp","datePublished":"2024-12-13T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-12-12T13:41:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Bunda, setiap anak memiliki gaya belajar berbeda. Kenali 3 gaya belajar anak dan karakteristiknya agar Bunda dapat menyesuaikan caranya.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-belajar-anak-dan-karakteristiknya#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/freepik__35mm-film-photography-a-6yearold-indonesian-boy-wi__51297.webp","width":1216,"height":832,"caption":"apa itu gaya belajar dan jenis gaya belajar serta karakteristiknya"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5083"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5083\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5093,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5083\/revisions\/5093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}