{"id":6418,"date":"2025-05-21T13:55:26","date_gmt":"2025-05-21T06:55:26","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2025-05-21T13:55:27","modified_gmt":"2025-05-21T06:55:27","slug":"tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui","title":{"rendered":"\u201cSilent Divorce\u201d \u2013 Musuh Dalam Selimut yang Bikin Rumah Tangga Hambar"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":6419,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[496,497],"class_list":["post-6418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-silent-divorce","tag-perceraian"],"acf":{"short_description":"Bunda, pernikahan itu seperti tanaman ya, harus disiram dan dirawat setiap hari supaya tetap tumbuh subur. Tapi gimana kalau tiba-tiba tanaman itu layu, padahal nggak ada badai, nggak ada hama? Nah, itulah yang sering terjadi dalam rumah tangga yang mengalami silent divorce alias \u201cperceraian diam-diam\u201d. Apa itu silent divorce dan jenis perceraian diam-diam yang harus diketahui.","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, pernikahan itu seperti tanaman ya, harus disiram dan dirawat setiap hari supaya tetap tumbuh subur. Tapi gimana kalau tiba-tiba tanaman itu layu, padahal nggak ada badai, nggak ada hama? Nah, itulah yang sering terjadi dalam rumah tangga yang mengalami silent divorce alias \u201cperceraian diam-diam\u201d.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tenang, ini bukan berarti suami-istri benar-benar pisah atau cerai di pengadilan. Tapi, secara emosional dan batin, mereka udah nggak terhubung lagi. Mereka masih tinggal serumah, masih saling sapa, bahkan masih menjalankan peran sebagai orang tua\u2014tapi udah nggak ngobrol dari hati ke hati, udah nggak saling cerita kayak dulu. Rasanya hambar dan datar banget.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/jenis-silent-disease-pada-bayi-dan-anak-yang-harus-diketahui-orang-tua\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Silent Disease pada Bayi dan Anak: Penyakit Diam-Diam yang Bunda Harus Waspadai<\/a><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, Bunda, kita bahas lebih dalam soal silent divorce, supaya bisa lebih waspada dan mencegahnya sebelum terlambat.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Silent Divorce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/h2>\r\n<img class=\"size-full wp-image-6421 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/pexels-rdne-6669884.webp\" alt=\"apa itu silent divorce dan jenisnya\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<i><span style=\"font-weight: 400;\">Silent divorce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kondisi di mana suami-istri hidup bersama tapi tanpa keintiman emosional, komunikasi yang sehat, dan koneksi batin. Mereka masih \u201cbersama\u201d secara fisik, tapi hati dan pikirannya sudah melayang ke tempat lain.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya ini nggak terjadi dalam semalam. Prosesnya pelan-pelan, diam-diam, dan sering kali nggak disadari. Tapi dampaknya bisa besar, lho, Bunda. Hubungan jadi kaku, dingin, dan lama-lama bisa benar-benar berujung pada perceraian.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengatasi-toxic-relationship-dalam-rumah-tangga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terjebak dalam Belenggu Cinta Beracun: Membongkar Toxic Relationship dan Jalan Keluar Menuju Kebahagiaan<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda-Tanda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Silent Divorce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang Bunda Harus Peka<\/span><\/h2>\r\n<img class=\"aligncenter wp-image-6420 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/pexels-rdne-5617714.webp\" alt=\"jenis jenis silent divorce \" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kadang Bunda merasa rumah tangga baik-baik saja, padahal mulai masuk ke zona bahaya. Yuk, kenali tanda-tandanya:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Komunikasi Minim atau Sekadar Formalitas<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Obrolan cuma seputar tagihan, anak, atau pekerjaan rumah. Nggak ada lagi cerita seru, curhat, atau tanya kabar yang tulus. Kalau ngomong pun cuma seadanya, dan sering lewat chat singkat.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Kehilangan Sentuhan Fisik<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pelukan, ciuman, atau pegangan tangan jadi hal langka. Padahal, sentuhan itu penting banget untuk menjaga koneksi emosional.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Lebih Nyaman Sendiri atau Sibuk dengan Dunia Masing-Masing<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Suami asyik dengan hobi atau gadget-nya, Bunda tenggelam dalam rutinitas. Nonton bareng? Kapan terakhir? <em>Weekend quality time<\/em>? Makin jarang.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ide-kegiatan-hari-keluarga-internasional\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Seru Bareng Keluarga! 15 Ide Kegiatan untuk Rayakan Hari Keluarga Internasional<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Tidak Lagi Saling Menghargai atau Memberi Apresiasi<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pujian kecil seperti \u201cMakasih ya udah masakin,\u201d atau \u201cKamu keren hari ini,\u201d hilang entah ke mana. Semua terasa biasa aja, bahkan kehadiran pasangan pun kayak nggak berarti.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Masalah Disimpan Sendiri atau Malas Dibahas<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada masalah, lebih memilih diam atau menyimpannya sendiri. Nggak ada usaha menyelesaikan bareng-bareng, akhirnya makin menjauh.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa Silent Divorce Bisa Terjadi?<\/span><\/h2>\r\n<img class=\"size-full wp-image-5285 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/pexels-mikhail-nilov-6932075.webp\" alt=\"mind decluttering untuk mengatasi overthinking\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Banyak hal bisa jadi pemicunya, Bunda. Tapi sebagian besar berawal dari <\/span><b>komunikasi yang melemah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Berikut beberapa penyebab umum:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kesibukan dan rutinitas yang menyita waktu<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak, kerjaan, urusan rumah\u2014semua bikin capek dan lupa memberi waktu untuk pasangan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Luka emosional yang nggak pernah diselesaikan<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Entah karena konflik lama yang dipendam, kekecewaan, atau trauma masa lalu.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya ekspresi kasih sayang<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kadang kita mikir, \u201cAh, dia pasti sudah tahu aku sayang.\u201d Padahal, tetap harus diungkapkan, Bunda!<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada waktu berkualitas berdua<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sekadar ngopi sore bareng atau ngobrol santai bisa jadi pengikat hubungan, lho.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\r\n<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-sikap-proaktif-anak-sejak-dini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bunda, Yuk Kenali Cara Membangun Sikap Proaktif pada Anak Sejak Dini!<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak Silent Divorce untuk Keluarga<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun belum bercerai secara hukum, <\/span><b>silent divorce<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa berdampak besar pada keluarga:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Anak jadi korban<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bisa merasakan aura dingin dan tegang di rumah, bahkan kalau orang tua tidak bertengkar sekalipun.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kesehatan mental terganggu<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda atau suami bisa merasa kesepian, stres, bahkan depresi karena hubungan yang hambar.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan tujuan bersama<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Rumah tangga jadi kayak sekadar \u201cmenjalani,\u201d tanpa gairah atau mimpi yang ingin dikejar bareng.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\r\n<\/span>\r\n\r\n[caption id=\"attachment_6422\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-6422 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/pexels-a-darmel-6643013.webp\" alt=\"cara mencegah silent divorce\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Kenali cara mencegah silent divorce dengan pasangan[\/caption]\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Mencegah Silent Divorce: Yuk, Rawat Cinta Setiap Hari!<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jangan tunggu sampai hubungan benar-benar beku, Bunda. Berikut cara mencegah dan memperbaiki hubungan yang mulai hambar:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Luangkan Waktu Khusus untuk Berdua<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Nggak harus fancy dinner, cukup jalan sore, masak bareng, atau nonton film favorit. Waktu berkualitas berdua bisa membangkitkan lagi koneksi yang sempat redup.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Jujur dan Terbuka dalam Komunikasi<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda bisa mulai dari hal kecil, seperti cerita tentang hari ini atau mengungkapkan perasaan. <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/menggambar-jadi-cara-si-kecil-berkomunikasi-dan-bereskpresi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saling terbuka itu kunci utama.<\/a><\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Berikan Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pujian dan ucapan simpel seperti \u201cKamu hebat,\u201d atau \u201cTerima kasih udah bantu\u201d bisa bikin pasangan merasa dihargai dan dicintai.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Hindari Menyimpan Masalah Sendiri<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bicarakan perasaan Bunda, meskipun terasa nggak enak. Menyimpan terlalu lama justru bikin hati makin menjauh.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Sentuhan Fisik dan Ungkapan Cinta<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jangan remehkan pelukan hangat atau genggaman tangan, Bunda. Itu bisa jadi perekat yang kuat dalam hubungan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Jaga Diri dan Kebahagiaan Pribadi<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda juga berhak bahagia dan merasa utuh. Jangan lupakan <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-self-care-untuk-ayah-baru-biar-tidak-burnout\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>self-care<\/em><\/a> ya. Ibu yang bahagia bisa lebih mudah membangun hubungan yang sehat.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Sudah Terlanjur Jauh, Haruskah Menyerah?<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tentu nggak, Bunda! Selama dua-duanya masih mau berjuang, semua bisa diperbaiki. Kadang butuh bantuan dari luar, seperti konselor pernikahan atau pasangan yang sudah lebih dulu mengalami hal serupa.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Yang penting, jangan biarkan hubungan terus-menerus hambar tanpa usaha. Cinta itu bukan sekadar perasaan, tapi juga keputusan untuk terus bertumbuh bersama.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta Harus Disiram<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Silent divorce memang musuh yang diam-diam datang. Tapi kalau Bunda dan pasangan saling menjaga, saling bicara, dan terus berusaha menghidupkan api cinta, rumah tangga akan tetap hangat dan penuh makna.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jangan anggap sepele sinyal-sinyal kecil, ya. Lebih baik mencegah daripada membiarkan semuanya membeku tanpa sadar.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, Bunda, Jadi Istri Hebat dan Ibu Bahagia!<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mulai sekarang, yuk sempatkan waktu untuk ngobrol dari hati ke hati sama pasangan. Nggak perlu nunggu momen spesial, karena tiap hari itu berharga.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dan supaya momen bersama keluarga makin seru, jangan lupa stok camilan favorit keluarga dari Unifam, ya! Cek Instagram kita di <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/unifam.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@Unifam.id<\/a> untuk ide-ide seru dan inspirasi lainnya.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Belanja produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a>, ya, Bunda! Aman, lengkap, dan pastinya asli.<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Tanda Silent Divorce yang Harus Diketahui Bunda dan Ayah | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa sih silent divorce itu? Simak penjelasan apa itu perceraian diam-diam dan 5 tanda silent divorce yang harus diketahui.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Tanda Silent Divorce yang Harus Diketahui Bunda dan Ayah | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa sih silent divorce itu? Simak penjelasan apa itu perceraian diam-diam dan 5 tanda silent divorce yang harus diketahui.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-21T06:55:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-21T06:55:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1792\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui\",\"name\":\"5 Tanda Silent Divorce yang Harus Diketahui Bunda dan Ayah | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp\",\"datePublished\":\"2025-05-21T06:55:26+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-21T06:55:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Apa sih silent divorce itu? Simak penjelasan apa itu perceraian diam-diam dan 5 tanda silent divorce yang harus diketahui.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp\",\"width\":1792,\"height\":1024,\"caption\":\"apa itu silent divorce dan jenis silent divorce\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Tanda Silent Divorce yang Harus Diketahui Bunda dan Ayah | United Family Food","description":"Apa sih silent divorce itu? Simak penjelasan apa itu perceraian diam-diam dan 5 tanda silent divorce yang harus diketahui.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Tanda Silent Divorce yang Harus Diketahui Bunda dan Ayah | United Family Food","og_description":"Apa sih silent divorce itu? Simak penjelasan apa itu perceraian diam-diam dan 5 tanda silent divorce yang harus diketahui.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2025-05-21T06:55:26+00:00","article_modified_time":"2025-05-21T06:55:27+00:00","og_image":[{"width":1792,"height":1024,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui","name":"5 Tanda Silent Divorce yang Harus Diketahui Bunda dan Ayah | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp","datePublished":"2025-05-21T06:55:26+00:00","dateModified":"2025-05-21T06:55:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Apa sih silent divorce itu? Simak penjelasan apa itu perceraian diam-diam dan 5 tanda silent divorce yang harus diketahui.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/tanda-silent-divorce-yang-harus-diketahui#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/silent-divorce.webp","width":1792,"height":1024,"caption":"apa itu silent divorce dan jenis silent divorce"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6418"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6423,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6418\/revisions\/6423"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}