{"id":6559,"date":"2025-06-25T09:00:00","date_gmt":"2025-06-25T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2025-06-24T20:46:08","modified_gmt":"2025-06-24T13:46:08","slug":"cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan","title":{"rendered":"Saat Hati Pernah Terluka: Cara Membangun Lagi Kepercayaan Setelah Bertengkar dengan Pasangan"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":6565,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[122,523],"class_list":["post-6559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-relationship","tag-pasangan"],"acf":{"short_description":"Dalam rumah tangga, cekcok kecil sampai pertengkaran besar pasti pernah mampir, ya Bunda. Namanya juga dua kepala, dua karakter, dua cara berpikir yang disatukan dalam satu rumah. Tapi yang sering bikin hati paling perih itu bukan soal siapa yang salah, tapi soal kepercayaan yang mulai retak. Simak 11 cara membangun kepercayaan setelah perselisihan berikut ini!","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Dalam rumah tangga, cekcok kecil sampai pertengkaran besar pasti pernah mampir, ya Bunda. Namanya juga dua kepala, dua karakter, dua cara berpikir yang disatukan dalam satu rumah. Tapi yang sering bikin hati paling perih itu bukan soal siapa yang salah, tapi soal <\/span><b>kepercayaan yang mulai retak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi kalau sudah sampai tahap saling curiga, kecewa, bahkan merasa \u201cnggak kenal lagi\u201d dengan pasangan sendiri. Duh, rasanya kayak ada tembok tinggi di antara dua hati.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau Bunda lagi berada di titik ini\u2014atau pernah mengalami\u2014yuk kita ngobrol bareng. Di artikel ini, kita bahas <\/span><b>gimana caranya membangun kembali kepercayaan yang sempat hilang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah pertengkaran atau perselisihan. Supaya rumah tangga bisa kembali hangat dan hati nggak terus-terusan penuh luka.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-cerdas-menghadapi-silent-treatment-dari-pasangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">9 Cara Cerdas Menghadapi Silent Treatment dari Pasangan, Agar Hubungan Tetap Harmonis<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">11 Cara Membangun Kepercayaan Setelah Perselisihan dengan Pasangan<\/span><\/h2>\r\n[caption id=\"attachment_6561\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-6561 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/komunikasi-antar-pasangan.webp\" alt=\"cara membangun kepercayaan setelah perselisihan dengan pasangan\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Setelah perselisihan, membangun kembali kepercayaan antar pasangan itu penting[\/caption]\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pertengkaran atau konflik, kepercayaan yang dulu terasa kuat bisa berubah jadi rapuh, bahkan hilang sama sekali. Tapi tenang, Bunda. Membangun kepercayaan itu memang butuh waktu dan usaha, tapi bukan hal yang mustahil kok. Yuk, simak <\/span><b>11 cara sederhana tapi bermakna<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memperbaiki dan membangun kembali kepercayaan dalam hubungan Bunda dan pasangan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Akui Dulu Rasa Sakitnya, Jangan Dipendam<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama, yang paling penting adalah <\/span><b>mengakui bahwa memang ada luka<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Nggak perlu buru-buru sok kuat atau sok ikhlas. Kalau Bunda atau pasangan merasa kecewa, tersinggung, atau sakit hati, akui aja. Karena perasaan itu valid dan harus dihargai.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, kita suka mengabaikan rasa kecewa dengan alasan, \u201cUdahlah, yang penting nggak cerai,\u201d padahal luka yang nggak diobati bisa makin parah. Jadi, <\/span><b>beri waktu untuk <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/mengenal-dan-mengatasi-gangguan-kesehatan-mental-ibu-muda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memproses emosi<\/a><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dulu, ya Bun.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Komunikasi: Jangan Hanya Bicara, Tapi Juga Mendengar<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi itu bukan soal siapa yang paling lantang, tapi siapa yang paling mau <\/span><b>mendengar dengan hati<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Setelah suasana agak tenang, coba ajak pasangan ngobrol dari hati ke hati. Sampaikan dengan jujur apa yang Bunda rasakan, dan dengarkan juga versinya dia.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan kalimat-kalimat yang nggak menyalahkan, misalnya:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku merasa sedih waktu kamu bilang seperti itu.\u201d<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku butuh waktu untuk percaya lagi, tapi aku mau berusaha.\u201d<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, pasangan pun merasa dihargai dan tidak disudutkan.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-komunikasi-antar-anggota-keluarga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangan Biarkan Tsunami Terjadi di Keluarga: 10 Cara Membangun Komunikasi Antar Anggota Keluarga yang Sehat untuk Harmoni Keluarga<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Jangan Terjebak Masa Lalu<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Bunda sudah sepakat untuk memperbaiki hubungan, itu artinya Bunda juga perlu <\/span><b>melepaskan masa lalu<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Bukan berarti harus lupa sepenuhnya, tapi lebih ke arah belajar dari kesalahan tanpa terus-menerus mengungkitnya.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bayangin deh, kalau setiap ada masalah kecil terus Bunda atau pasangan bilang, \u201cTuh kan, kayak waktu itu lagi,\u201d wah... hubungan bisa kayak kaset rusak, muter di masalah yang sama terus.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, belajar <\/span><a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengatasi-overthinking-pada-ibu-rumah-tangga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>move on secara emosional<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kejadian buruk itu. Fokus ke masa depan dan usaha yang sedang dibangun bareng-bareng sekarang.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Mulai Bangun Kepercayaan dari Hal-Hal Kecil<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kepercayaan itu ibarat rumah, Bun. Harus dibangun bata demi bata. Mulailah dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti menepati janji sederhana\u2014misalnya pulang tepat waktu atau membantu mengurus anak saat diminta. Jujurlah meski untuk hal yang sepele, seperti memberi tahu kalau telat pulang karena mampir beli martabak. Dan jangan lupa untuk tetap mengabari pasangan saat sedang berjauhan. Dari kebiasaan-kebiasaan sederhana inilah, perlahan hati yang retak bisa mulai merekat kembali. Konsistensi adalah kuncinya, Bun.<\/span>\r\n\r\n[caption id=\"attachment_6560\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-6560 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/bangun-kepercayaan-pasangan.webp\" alt=\"membangun kepercayaan dengan pasangan\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Komunikasi terbuka - salah satu cara membangun kepercayaan pada pasangan setelah perselisihan[\/caption]\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Saling Jaga Komitmen<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Membangun kepercayaan bukan tugas satu orang saja. Harus dua-duanya mau saling <\/span><b>berkomitmen<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalau hanya Bunda yang berjuang, capek sendiri nanti.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bicarakan secara terbuka tentang batasan dalam hubungan, hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta nilai-nilai yang ingin Bunda dan pasangan pegang bersama. Misalnya, saling jujur soal kondisi keuangan agar tidak ada yang merasa dibohongi atau dipikul sendiri. Sepakati juga hal-hal sensitif seperti tidak mencurahkan masalah rumah tangga kepada lawan jenis, karena bisa memicu salah paham atau membuka celah yang seharusnya tidak ada. <\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, penting juga untuk menentukan waktu khusus untuk quality time berdua tanpa gangguan gadget, agar keintiman dan kedekatan tetap terjaga. Dengan adanya kesepakatan yang jelas dan disetujui bersama, hubungan akan terasa lebih aman, sehat, dan terarah ke tujuan yang sama.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengatasi-pikiran-negatif-terhadap-diri-dan-pasangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menciptakan Keharmonisan: 13 Cara Mengatasi Pikiran Negatif Terhadap Diri dan Pasangan<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Maaf Bukan Sekadar Kata<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kata \u201cmaaf\u201d memang pendek, tapi punya makna besar. Kalau salah, ya minta maaf. Tapi jangan cuma di mulut, Bun. Tunjukkan bahwa permintaan maaf itu <\/span><b>diikuti perubahan nyata<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga saat menerima maaf dari pasangan. Kalau memang mau memaafkan, <\/span><b>berarti harus siap menghapus dendam<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan diam-diam menyimpan \u201cutang emosi\u201d untuk diungkit lain kali.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Beri Waktu, Jangan Memaksa<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Namanya luka, nggak bisa sembuh dalam semalam. Membangun kepercayaan itu butuh waktu dan proses. Kadang harus jatuh-bangun lagi. Tapi bukan berarti nggak mungkin, lho.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Bunda merasa sudah berusaha tapi pasangan belum juga percaya lagi, <\/span><b>jangan langsung menyerah atau marah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Mungkin dia butuh waktu lebih panjang. Atau sebaliknya, kalau Bunda yang masih sulit percaya, nggak apa-apa bilang terus terang.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Yang penting, dua-duanya sama-sama <\/span><b>mau terus mencoba dan tidak saling memaksa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/karakter-orang-tua-yang-kuat-dalam-tumbuh-kembang-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rahasia Bunda: Membangun Kecerdasan Si Kecil Lewat Karakter Orang Tua yang Kuat!<\/a><\/h4>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">8. Jangan Ragu Minta Bantuan<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, kita butuh orang ketiga untuk membantu\u2014tapi bukan orang ketiga yang bikin rusak ya, Bun! Maksudnya konselor atau terapis pernikahan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau masalah sudah berlarut-larut, nggak ada salahnya untuk <\/span><b>counseling bersama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Justru ini menunjukkan kalau Bunda dan pasangan serius ingin memperbaiki hubungan.<\/span>\r\n\r\n[caption id=\"attachment_6562\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-6562 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cara-membangun-keperccayaan-kembali-setelah-perselishan-dengan-pasangan.webp\" alt=\"cara membangun kepercayaan pada pasangan\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Mendengarkan dan Didengarkan... cara membangun kepercayaan kembali setelah perselishan dengan pasangan[\/caption]\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">9. Fokus ke Hal Positif<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah luka dan kecewa, coba ingat-ingat lagi kenapa dulu Bunda jatuh cinta pada pasangan. Kenangan baik bisa jadi penyemangat untuk memperbaiki keadaan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bangun ulang rasa sayang itu nggak harus dengan hal besar, Bun. Cukup mulai dari hal-hal sederhana yang penuh makna. Misalnya, masak makanan favorit pasangan sebagai bentuk perhatian kecil yang menyentuh hati. Atau ajak kencan kecil di rumah\u2014<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/rekomendasi-film-keluarga-terbaik-wajib-tonton\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nonton film bareng sambil ngemil<\/a>, ngobrol santai setelah anak-anak tidur, atau sekadar duduk berdua sambil minum teh. Bahkan, kirim pesan manis di tengah kesibukan, walau cuma emoji hati, bisa bikin pasangan merasa diperhatikan dan disayang. Hal-hal kecil seperti ini seringkali jadi \"obat\" yang ampuh untuk memperbaiki ikatan yang sempat renggang.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">10. Libatkan Anak dalam Proses Positif<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Bunda dan pasangan sudah punya anak, usahakan jangan terlalu sering menampakkan pertengkaran di depan mereka. Anak-anak bisa jadi cermin hubungan kita, lho.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, saat sedang dalam proses memperbaiki hubungan, libatkan juga anak-anak dalam kegiatan yang hangat dan penuh cinta. Ajak mereka masak bareng di dapur, menikmati piknik kecil di taman, atau <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/permainan-seru-bersama-anak-saat-family-time\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menciptakan malam khusus untuk keluarga tanpa distraksi dari gadget<\/a>. Momen-momen sederhana ini bisa menciptakan suasana rumah yang lebih hangat dan nyaman. Kehangatan itu nggak cuma bikin anak merasa aman dan dicintai, tapi juga bisa jadi semacam \"bahan bakar cinta\" yang menguatkan kembali ikatan antara Bunda dan pasangan.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">11. Kuatkan Doa, Dekatkan Diri pada Tuhan<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, selain usaha lahir, jangan lupa juga usaha batin. <\/span><b>Doa adalah senjata yang paling tenang tapi paling kuat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Saat hati sedang goyah, saat pikiran penuh tanya, dan saat kepercayaan terasa hancur, mintalah petunjuk dari Yang Maha Membolak-balikkan hati.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Minta agar Bunda dan pasangan diberikan <\/span><b>hati yang lembut, pikiran yang jernih, dan cinta yang saling memaafkan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Kadang, hal-hal yang manusia nggak bisa selesaikan, bisa perlahan-lahan dirapikan lewat doa dan keyakinan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda juga bisa mengajak pasangan sholat bersama, atau sekadar duduk bareng di pagi hari untuk berdoa dalam hati masing-masing. Momen ini bisa jadi cara untuk menyatukan hati yang tadinya jauh.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/ide-hadiah-hari-ibu-untuk-istri-tersayang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ucapkan Terima Kasih dengan Cinta: 17 Ide Hadiah Hari Ibu untuk Istri Tersayang<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Hati yang Retak Masih Bisa Diperbaiki, Asal Mau Sama-Sama Berjuang<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, kepercayaan yang sempat hilang memang sulit untuk dikembalikan. Tapi <\/span><b>bukan berarti mustahil<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan komunikasi yang tulus, komitmen yang kuat, dan usaha dari kedua belah pihak, luka bisa perlahan sembuh.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, <\/span><b>setiap rumah tangga pasti pernah goyah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi bukan goyahnya yang menentukan akhir cerita. Yang penting adalah <\/span><b>seberapa kuat Bunda dan pasangan ingin kembali berdiri bersama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dan jangan lupa, dalam proses memperbaiki hubungan, <\/span><b>jaga juga tubuh dan hati Bunda sendiri<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Istirahat cukup, makan enak, dan ngemil yang bikin mood naik juga penting, lho.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Bunda butuh inspirasi camilan sehat dan enak untuk dinikmati bareng keluarga, jangan lupa <\/span><b>follow Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/unifam.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@Unifam.id<\/a><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ya! Banyak konten seru dan bermanfaat buat Bunda sekeluarga.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dan pastikan juga Bunda <\/span><b>belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ada di <\/span><b><a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, biar lebih aman, terpercaya, dan pasti original!<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>11 Cara Membangun Kepercayaan Setelah Perselisihan | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengalami perselisihan dengan pasangan? Simak 11 cara membangun kepercayaan seteah perselisihan dengan pasangan Bunda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"11 Cara Membangun Kepercayaan Setelah Perselisihan | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengalami perselisihan dengan pasangan? Simak 11 cara membangun kepercayaan seteah perselisihan dengan pasangan Bunda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-25T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-24T13:46:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1792\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan\",\"name\":\"11 Cara Membangun Kepercayaan Setelah Perselisihan | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp\",\"datePublished\":\"2025-06-25T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-24T13:46:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Mengalami perselisihan dengan pasangan? Simak 11 cara membangun kepercayaan seteah perselisihan dengan pasangan Bunda.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp\",\"width\":1792,\"height\":1024,\"caption\":\"cara membangun kepercayaan pasangan setelah perselisihan\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"11 Cara Membangun Kepercayaan Setelah Perselisihan | United Family Food","description":"Mengalami perselisihan dengan pasangan? Simak 11 cara membangun kepercayaan seteah perselisihan dengan pasangan Bunda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"11 Cara Membangun Kepercayaan Setelah Perselisihan | United Family Food","og_description":"Mengalami perselisihan dengan pasangan? Simak 11 cara membangun kepercayaan seteah perselisihan dengan pasangan Bunda.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2025-06-25T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-06-24T13:46:08+00:00","og_image":[{"width":1792,"height":1024,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan","name":"11 Cara Membangun Kepercayaan Setelah Perselisihan | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp","datePublished":"2025-06-25T02:00:00+00:00","dateModified":"2025-06-24T13:46:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Mengalami perselisihan dengan pasangan? Simak 11 cara membangun kepercayaan seteah perselisihan dengan pasangan Bunda.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membangun-kepercayaan-setelah-perselisihan#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/buatkan-gambar-pasangan-suami-istri-muda-indonesia-usia-25-tahunan-yang-sedang-berusaha-memperbaiki-.webp","width":1792,"height":1024,"caption":"cara membangun kepercayaan pasangan setelah perselisihan"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6559"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6563,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6559\/revisions\/6563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}