{"id":6756,"date":"2025-08-27T09:00:00","date_gmt":"2025-08-27T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2025-08-26T11:26:55","modified_gmt":"2025-08-26T04:26:55","slug":"gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru","title":{"rendered":"Mengintip Rahasia Parenting dari Negeri Sakura: Bagaimana Orang Tua di Jepang &#8220;Mencetak&#8221; Anak Mandiri dan Penuh Empati"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":6760,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[115,556],"class_list":["post-6756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-parenting","tag-pola-asuh-anak-jepang"],"acf":{"short_description":"Kalau selama ini Bunda sering merasa kewalahan atau bingung dalam mendidik Si Kecil, mungkin sudah saatnya kita mengintip dan meniru gaya parenting dari Negeri Sakura. Pola asuh mereka tidak hanya membuat Si Kecil patuh, tapi juga membangun karakter yang kuat, mental yang tangguh, dan empati yang tinggi. Yuk, kita bedah satu per satu gaya parenting unik dan inspiratif ini, yang bisa Bunda terapkan di rumah.","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, siapa sih yang tidak kagum dengan anak-anak Jepang? Mereka terkenal disiplin, mandiri, dan punya sopan santun yang luar biasa. Coba perhatikan, kita jarang sekali melihat anak-anak Jepang tantrum di tempat umum atau bersikap tidak sopan. Sejak usia dini, mereka sudah terbiasa naik transportasi umum sendiri, menjaga kebersihan, dan menghormati orang lain. Tentu saja, semua kebiasaan baik ini tidak muncul begitu saja. Ada rahasia besar di balik cara orang tua di Jepang mengasuh Si Kecil.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kalau selama ini Bunda sering merasa kewalahan atau bingung dalam mendidik Si Kecil, mungkin sudah saatnya kita mengintip dan meniru gaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Negeri Sakura. Pola asuh mereka tidak hanya membuat Si Kecil patuh, tapi juga membangun karakter yang kuat, mental yang tangguh, dan empati yang tinggi. Yuk, kita bedah satu per satu gaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> unik dan inspiratif ini, yang bisa Bunda terapkan di rumah.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/tren-mpasi-ala-jepang-apakah-cocok-untuk-anak-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MPASI Ala Jepang: Tren Kekinian untuk Si Kecil Apakah Cocok di Meja Makan Bunda?<\/a><\/h4>\r\n<h2><b>Gaya Pola Asuh Anak di Jepang yang Bisa Ditiru<\/b><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya lagi, pola asuh di Jepang ini banyak <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-disiplin-pada-anak-agar-mandiri-dan-berani\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengajarkan kemandirian sejak usia dini<\/a> tanpa meninggalkan sisi kelembutan. Anak-anak didorong untuk belajar dari pengalaman, bukan sekadar diberi perintah. Dari cara mereka merespons emosi anak sampai bagaimana mereka mengajarkan disiplin dengan penuh kesabaran, semuanya bisa jadi inspirasi yang menyegarkan untuk diterapkan dalam keluarga Bunda.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Berikut gaya pola asuh anak di Jepang yang bisa Bunda adaptasi di rumah :\u00a0<\/span>\r\n\r\n[caption id=\"attachment_6758\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-6758 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pexels-kampus-7417114.webp\" alt=\"gaya pola asuh anak di jepang\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Bagaimanakah parenting style di Jepang? Simak 5 gaya pola asuh anak di Jepang berikut dan manfaatnya[\/caption]\r\n<h3><b>1. Filosofi Mimamoru: Memberi Ruang untuk Tumbuh dan Belajar<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Di balik kedisiplinan anak-anak Jepang, ada sebuah filosofi yang disebut <\/span><b>\"Mimamoru\"<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Secara harfiah, kata ini berarti \"mengamati dengan hati\". Filosofi ini mengajarkan orang tua untuk memberikan ruang bagi Si Kecil untuk bereksplorasi dan belajar dari kesalahannya sendiri, tanpa terlalu cepat mengambil alih. Tugas Bunda di sini bukan menyelesaikan masalahnya, melainkan <em><strong>mengawasi dari jauh, siap memberikan dukungan saat dibutuhkan.<\/strong><\/em><\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah pendekatan yang sangat kontras dengan <\/span><a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/apa-ciri-dan-dampak-helicopter-parenting-pada-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">helicopter parenting<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, di mana orang tua cenderung terlalu melindungi dan ikut campur dalam setiap aspek kehidupan anak. Dengan Mimamoru, Bunda percaya bahwa Si Kecil memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangannya sendiri. Saat Si Kecil kesulitan memasang kancing baju atau merapikan mainannya, Bunda akan mengamati. Alih-alih langsung membantu, Bunda akan memberikan semangat dengan senyuman atau kata-kata penyemangat, membiarkan dia mencoba lagi dan lagi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hal positif yang bisa didapat dari filosofi Mimamoru :\u00a0<\/span>\r\n<h4><b>Melatih kemandirian sejak dini<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan Mimamoru, Si Kecil belajar bahwa dia adalah individu yang mampu. Dia tidak akan gampang menyerah karena terbiasa menghadapi kesulitan kecil sejak dini.<\/span>\r\n<h4><b>Membangun kepercayaan diri<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Si Kecil berhasil melakukan sesuatu yang sulit dengan usahanya sendiri, rasa bangga dan kepercayaan dirinya akan meningkat pesat. Ini adalah modal berharga untuk masa depannya.<\/span>\r\n<h4><b>Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil, Si Kecil diajarkan untuk berpikir kritis. Dia akan mencari cara lain jika satu cara gagal, yang merupakan keterampilan penting hingga dewasa nanti.<\/span>\r\n<h4><b>Menanamkan rasa tanggung jawab<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dengan membiarkan Si Kecil belajar dari konsekuensi tindakannya, dia akan memahami bahwa dia bertanggung jawab penuh atas apa yang dia lakukan.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Filosofi Mimamoru ini mengajarkan Bunda untuk bersabar dan percaya pada potensi Si Kecil. Kurangi intervensi yang berlebihan dan berikan dia kesempatan untuk tumbuh dengan caranya sendiri.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/pelajaran-parenting-dari-film-jumbo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting yang Bisa Kita Pelajari dari Film Jumbo: Kisah Inspiratif untuk Bunda dan Si Kecil<\/a><\/h4>\r\n<h3><b>2. Pentingnya Kedekatan Emosional dan Memahami Perasaan Si Kecil<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak Jepang dikenal sangat menghargai orang lain, dan ini berakar dari cara orang tua mereka membangun hubungan emosional yang kuat sejak dini. Orang tua di Jepang sangat fokus pada ikatan erat antara ibu dan anak, terutama di tahun-tahun pertama kehidupan Si Kecil. Mereka percaya bahwa kedekatan ini adalah kunci untuk membangun fondasi mental yang sehat dan stabil.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Para Bunda di Jepang tidak sungkan untuk memberikan pelukan, ciuman, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama Si Kecil. Kedekatan fisik dan emosional ini membuat Si Kecil merasa aman dan nyaman, sehingga mereka tidak takut untuk mengekspresikan perasaannya.<\/span>\r\n<h4><b>Validasi emosi, bukan menyepelekannya<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Saat Si Kecil marah, sedih, atau kecewa, orang tua di Jepang tidak langsung memarahi. Mereka akan mendengarkan, membiarkan Si Kecil meluapkan emosinya hingga tuntas, dan baru setelah itu mengajaknya bicara baik-baik. Pendekatan ini membuat Si Kecil merasa dihargai dan belajar mengelola emosinya dengan sehat.<\/span>\r\n<h4><b>Mengajarkan empati melalui pengalaman<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua sering kali mengaitkan perasaan Si Kecil dengan perasaan orang lain. Contohnya, \"Kalau kamu mengambil mainan temanmu, dia pasti sedih, kan?\" <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengajarkan-anak-pada-anak-sejak-dini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara ini menumbuhkan rasa empati yang tinggi<\/a> dan membuat Si Kecil lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.<\/span>\r\n<h4><b>Menjaga privasi dan harga diri anak<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua di Jepang sangat menjaga privasi Si Kecil. Jika Si Kecil berbuat salah, mereka akan menegur di tempat yang lebih privat, jauh dari keramaian. Mereka tidak akan membicarakan kenakalan anak di depan tetangga atau orang lain. Ini dilakukan untuk melindungi harga diri Si Kecil agar tidak merasa malu atau dipermalukan di depan umum.<\/span>\r\n\r\n<img class=\"size-full wp-image-6757 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pexels-tris-truong-792420816-19098618.webp\" alt=\"gaya parenting di jepang\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n<b><\/b>\r\n<h3><b>3. Keteladanan sebagai Metode Pendidikan Terbaik<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Pola asuh di Jepang sangat menekankan pada keteladanan. Mereka punya pepatah yang bilang, \"Orang tua adalah panutan pertama bagi anak.\" Bunda di Jepang sangat menyadari bahwa Si Kecil adalah peniru ulung. Apa yang mereka lihat, itulah yang akan mereka tiru.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, orang tua di Jepang tidak hanya sekadar memerintah, tapi mereka akan memberikan contoh langsung. Saat meminta Si Kecil merapikan mainan, mereka akan ikut merapikan bersama-sama. Saat mengajarkan tata krama, mereka juga menunjukkan sikap hormat kepada orang lain.<\/span>\r\n<h4><b>Praktik langsung lebih efektif daripada kata-kata<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika Bunda ingin Si Kecil rajin membaca, luangkan waktu untuk membaca buku di depannya. Jika Bunda ingin Si Kecil terbiasa beres-beres, ajak dia membersihkan rumah bersama-sama. Si Kecil akan lebih mudah menyerap kebiasaan baik dengan melihat contoh nyata, daripada hanya mendengar omelan atau perintah.<\/span>\r\n<h4><b>Tanggung jawab adalah kebiasaan kolektif<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Di banyak sekolah Jepang, tidak ada petugas kebersihan. Para siswa bertanggung jawab membersihkan ruang kelas, menyapu lantai, hingga membersihkan toilet secara bergiliran. Budaya ini menanamkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan, yang dimulai dari rumah dengan mencontohkan orang tua yang juga bertanggung jawab pada tugas-tugas rumah tangga.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/nacho-parenting-dan-dampaknya-untuk-tumbuh-kembang-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nacho Parenting: Metode Asyik atau Bikin Anak Bingung?<\/a><\/h4>\r\n<h3><b>4. Membangun Karakter Melalui Disiplin dan Kemandirian<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sifat mandiri dan disiplin anak-anak Jepang adalah hasil dari kebiasaan yang ditanamkan sejak dini. Sejak kecil, mereka sudah diajarkan untuk melakukan tugas-tugas sederhana yang sesuai dengan usia mereka, seperti memakai sepatu sendiri, menyiapkan tas sekolah, hingga menggunakan transportasi umum tanpa didampingi.<\/span>\r\n<h4><b>Rutinitas yang terstruktur<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua di Jepang sering kali membuat rutinitas harian yang terstruktur. Ini membantu Si Kecil merasa aman dan belajar mengatur waktu. Contohnya, waktu makan, waktu bermain, dan waktu tidur yang konsisten.<\/span>\r\n<h4><b>Tanggung jawab atas lingkungan sekitar<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak Jepang diajarkan untuk menjaga kebersihan dan kerapihan, tidak hanya di rumah, tetapi juga di sekolah dan tempat umum. Ini adalah bagian dari budaya menghormati orang lain.<\/span>\r\n<h4><b>Belajar dari konsekuensi<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika Si Kecil lupa membawa bekal sekolah, orang tua tidak akan langsung mengantarkan bekal tersebut. Mereka membiarkan Si Kecil merasakan konsekuensinya, sehingga di kemudian hari dia akan lebih teliti. Ini adalah cara mendidik yang efektif tanpa harus memarahi.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/reward-pada-anak-manfaat-dampak-dan-cara-memberikannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ini Dia Manfaat Reward pada Anak dan Cara Tepat Untuk Memberikannya<\/a><b><\/b><\/h4>\r\n<img class=\"size-full wp-image-6759 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pexels-ketut-subiyanto-4473310.webp\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n<h3><b>5. Pola Pikir \"Ganbatte\" dan Resiliensi yang Tangguh<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jika Bunda sering mendengar kata <\/span><b>\"<\/b><strong>Ganbatte<\/strong><b>\"<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yang artinya \"berusaha keras\" atau \"lakukan yang terbaik,\" ini adalah salah satu kunci utama dalam pola asuh Jepang. Anak-anak diajarkan bahwa kerja keras dan ketekunan jauh lebih penting daripada bakat semata.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Filosofi ini menumbuhkan mental tangguh yang tidak mudah menyerah. Mereka punya pepatah terkenal, \"Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali\". Ini adalah filosofi yang mirip dengan boneka Daruma, yang selalu bisa bangkit kembali saat dijatuhkan.<\/span>\r\n<h4><b>Pujian yang fokus pada proses, bukan hasil<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih memuji Si Kecil dengan \"Kamu pintar banget!\", orang tua di Jepang lebih sering memuji usahanya, seperti \"Kamu sudah bekerja keras!\" atau \"Terus semangat ya!\". Pujian seperti ini mendorong motivasi internal Si Kecil untuk terus berusaha, bukan hanya untuk mendapat pengakuan dari orang lain.<\/span>\r\n<h4><b>Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran<\/b><\/h4>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak Jepang diajarkan untuk tidak takut gagal. Mereka melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik. Ini membentuk karakter yang kuat dan mental yang tidak mudah rapuh.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengatasi-anak-minder-karena-pola-asuh-tidak-tepat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anak Minder Dengan Pola Asuh dari Orangtua? Simak 5 Cara Mengatasinya<\/a><\/h4>\r\n<h2><b>Harmoni yang Bisa Ditiru<\/b> <b>untuk Keluarga Kita<\/b><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda, gaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Jepang memang punya banyak poin positif yang bisa kita tiru. Dari filosofi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mimamoru<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang melatih kemandirian, membangun kedekatan emosional, memberikan teladan, hingga menanamkan ketangguhan mental, semuanya bertujuan untuk membentuk karakter Si Kecil yang kuat, tangguh, dan punya bekal mental yang sehat untuk masa depannya.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, kita tidak bisa mengadopsi semua budaya Jepang mentah-mentah. Namun, poin-poin penting seperti \"<strong>Mimamoru<\/strong>\" dan \"<strong>Ganbatte<\/strong>\" bisa menjadi inspirasi berharga. Intinya adalah memberikan cinta, kepercayaan, dan dukungan penuh agar Si Kecil bisa tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda bisa temukan artikel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lainnya di Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/unifam.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@Unifam.id<\/a>. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a> biar lebih aman dan pasti asli!<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Gaya Pola Asuh Anak di Jepang yang Bisa Ditiru Bunda | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimanakah gaya pola asuh anak di Jepang sebenarnya? Simak 5 gaya pola asuh anak di Jepang berikut yang bisa Bunda tiru\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Gaya Pola Asuh Anak di Jepang yang Bisa Ditiru Bunda | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimanakah gaya pola asuh anak di Jepang sebenarnya? Simak 5 gaya pola asuh anak di Jepang berikut yang bisa Bunda tiru\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-27T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-26T04:26:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru\",\"name\":\"5 Gaya Pola Asuh Anak di Jepang yang Bisa Ditiru Bunda | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp\",\"datePublished\":\"2025-08-27T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-26T04:26:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Bagaimanakah gaya pola asuh anak di Jepang sebenarnya? Simak 5 gaya pola asuh anak di Jepang berikut yang bisa Bunda tiru\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Gaya Pola Asuh Anak di Jepang yang Bisa Ditiru Bunda | United Family Food","description":"Bagaimanakah gaya pola asuh anak di Jepang sebenarnya? Simak 5 gaya pola asuh anak di Jepang berikut yang bisa Bunda tiru","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Gaya Pola Asuh Anak di Jepang yang Bisa Ditiru Bunda | United Family Food","og_description":"Bagaimanakah gaya pola asuh anak di Jepang sebenarnya? Simak 5 gaya pola asuh anak di Jepang berikut yang bisa Bunda tiru","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2025-08-27T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-08-26T04:26:55+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru","name":"5 Gaya Pola Asuh Anak di Jepang yang Bisa Ditiru Bunda | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp","datePublished":"2025-08-27T02:00:00+00:00","dateModified":"2025-08-26T04:26:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Bagaimanakah gaya pola asuh anak di Jepang sebenarnya? Simak 5 gaya pola asuh anak di Jepang berikut yang bisa Bunda tiru","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang-yang-bisa-ditiru#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/gaya-pola-asuh-anak-di-jepang.webp","width":1536,"height":1024},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6756"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6761,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6756\/revisions\/6761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}