{"id":7509,"date":"2026-03-06T09:00:00","date_gmt":"2026-03-06T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2026-03-06T08:08:44","modified_gmt":"2026-03-06T01:08:44","slug":"literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan","title":{"rendered":"Cantik Nggak Harus Pakai Filter! Cara Seru Melatih Si Kecil Kritis Terhadap Standar Kecantikan di Media Sosial"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":7513,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[115,465,664],"class_list":["post-7509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-parenting","tag-anak-perempuan","tag-literasi-digital"],"acf":{"short_description":"Di era media sosial yang penuh filter dan foto sempurna, menanamkan literasi digital anak usia dini menjadi semakin penting bagi orang tua. Tanpa pendampingan yang tepat, Si Kecil bisa saja menganggap standar kecantikan di internet sebagai kenyataan. Melalui pendekatan yang hangat dan mindful, Bunda dapat membantu anak perempuan memahami bahwa kecantikan tidak harus mengikuti filter atau tren media sosial.","post_content":"<span style=\"font-weight: 400;\">Selamat <strong>Hari Perempuan Internasional<\/strong> untuk seluruh Bunda hebat di luar sana! Momen ini bukan sekadar perayaan tahunan, tapi juga pengingat bagi kita tentang betapa pentingnya peran Bunda dalam membentuk karakter Si Kecil, terutama anak perempuan kita. Di tengah gempuran dunia digital yang serba cepat, kita seringkali merasa was-was, ya? Apalagi saat melihat Si Kecil mulai tertarik dengan gawai dan asyik melihat foto-foto \"sempurna\" di media sosial.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, Bunda pasti pernah merasa cemas melihat standar kecantikan zaman sekarang yang tampak tidak realistis karena bantuan filter dan editan. Jika kita yang dewasa saja terkadang merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, apalagi Si Kecil yang dunianya baru mulai terbentuk? Itulah mengapa, menanamkan literasi digital anak usia dini menjadi misi yang sangat krusial saat ini.\u00a0<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Kita ingin Si Kecil tumbuh menjadi perempuan yang tidak hanya pintar, tapi juga punya \"benteng\" diri yang kuat agar tidak mudah terbawa arus standar kecantikan semu. Yuk, kita kupas tuntas bagaimana cara melatih Si Kecil agar lebih kritis dan percaya diri dengan kecantikan alaminya!<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-bunda-membantu-remaja-menerima-perubahan-tubuh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tubuhku Hebat! Cara Mengajarkan Remaja Mencintai Fungsi Tubuh di Masa Pubertas Tanpa Insecure<\/a><\/h4>\r\n<h2><b>Mengapa Literasi Digital Harus Dimulai Sejak Dini?<\/b><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Bunda bertanya-tanya, \"Bukankah Si Kecil masih terlalu muda untuk paham soal algoritma atau filter?\" Ternyata, pengenalan literasi digital pada anak usia dini bukan berarti kita mengajarkan mereka teknis koding, Bunda. Literasi digital pada tahap ini adalah tentang bagaimana kita mengenalkan penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan komunikatif.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Anak usia dini adalah peniru yang ulung. Mereka menyerap informasi seperti spons. Jika sejak kecil mereka sudah terpapar visual yang selalu menggunakan filter \"wajah tirus\" atau \"kulit ekstra putih\" tanpa pendampingan, mereka akan menganggap itulah standar \"cantik\" yang sebenarnya. Literasi digital membantu Si Kecil untuk:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membedakan antara dunia nyata dan dunia digital.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami bahwa tidak semua yang dilihat di layar adalah kebenaran mutlak.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun rasa percaya diri dari dalam, bukan dari jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">like<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h2><b>7 Cara Melatih Literasi Digital Sejak Dini agar Si Kecil Kritis Terhadap Standar Kecantikan &amp; Filter<\/b><\/h2>\r\n[caption id=\"attachment_7510\" align=\"aligncenter\" width=\"640\"]<img class=\"wp-image-7510 size-full\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pexels-tima-miroshnichenko-4908516.webp\" alt=\"cara melatih literasi digital anak sejak dini\" width=\"640\" height=\"427\" \/> Di era digital seperti sekarang, penting mengajarkan literasi digital anak sejak dini. Simak caranya di sini[\/caption]\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik anak perempuan agar tangguh di era digital membutuhkan strategi yang lembut namun konsisten. Berdasarkan prinsip pengasuhan yang suportif, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Bunda terapkan:<\/span>\r\n<h3><b>1. Kenalkan Konsep \"Filter vs Realita\" dengan Cara Seru<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Jangan langsung melarang Si Kecil menggunakan filter, Bunda. Sebaliknya, ajak dia bermain! Saat sedang berswafoto bersama, tunjukkan bagaimana filter bisa mengubah bentuk hidung atau warna kulit.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ajak diskusi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \"Wah, lihat deh, hidung Bunda jadi hilang pori-porinya ya kalau pakai filter ini? Padahal aslinya kan ada. Lucu ya, tapi ini cuma mainan kamera saja, bukan wajah Bunda yang asli.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bandingkan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tunjukkan foto asli tanpa filter dan foto dengan filter. Biarkan Si Kecil melihat perbedaannya secara langsung.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><b>2. Fokus pada Fungsi Tubuh, Bukan Sekadar Penampilan<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Agar Si Kecil tidak terpaku pada \"cantik itu harus kurus atau putih\", ajak dia untuk mengapresiasi apa yang bisa dilakukan oleh tubuhnya.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji kekuatannya: \"Wah, kaki Si Kecil hebat ya bisa lari kencang sekali!\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji kesehatannya: \"Kulit Si Kecil sehat banget karena rajin makan buah dan sayur.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan fokus pada fungsi, Si Kecil akan belajar bahwa tubuh adalah instrumen untuk berkarya, bukan sekadar pajangan.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><b>3. Jadilah <em>Role Model<\/em> yang Positif<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil adalah bayangan Bunda. Kalau Bunda sering mengeluh di depan cermin seperti, \"Aduh, Bunda gendutan nih\" atau \"Duh, keriput Bunda banyak banget,\" Si Kecil akan belajar untuk mengkritik dirinya sendiri juga.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tunjukkan kepercayaan diri Bunda.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari melakukan diet ekstrem di depan anak.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tampilkan bahwa <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mencintai-diri-sendiri-untuk-para-ibu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bunda mencintai diri Bunda apa adanya<\/a>, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<img class=\"size-full wp-image-7511 aligncenter\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pexels-ketut-subiyanto-4474032.webp\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" \/>\r\n<h3><b>4. Kurasi Tontonan dan Akun Media Sosial<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dalam literasi digital anak usia dini, peran Bunda sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gatekeeper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau penjaga gerbang sangat penting.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihlah konten yang menampilkan keberagaman bentuk tubuh, warna kulit, dan jenis rambut.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cari tokoh kartun atau buku cerita yang menonjolkan kecerdasan dan keberanian anak perempuan, bukan hanya soal gaun yang indah.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><b>5. Ajarkan Bahwa \"Cantik\" Itu Beragam<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Dunia ini warna-warni, Bunda! Ajarkan Si Kecil bahwa kecantikan tidak punya satu rumus pasti.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan analogi bunga: Ada mawar yang merah, ada melati yang putih, ada matahari yang kuning. Semuanya cantik dengan caranya sendiri, kan?<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan pengertian bahwa setiap orang punya keunikan masing-masing yang tidak bisa disamakan dengan orang lain di internet.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><b>6. Batasi <em>Screen Time<\/em> dan Perbanyak Aktivitas Fisik<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Melansir saran dari pakar parenting, membatasi durasi penggunaan gawai membantu anak tetap terhubung dengan dunia nyata.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ajak Si Kecil bermain di taman, berkebun, atau memasak bersama.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas fisik akan melepaskan hormon endorfin yang membuat Si Kecil merasa bahagia dan puas dengan dirinya sendiri secara alami.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membatasi-penggunaan-gadget-pada-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Cara Membatasi Penggunaan Gadget pada Anak \u2013 Nomor 3 Wajib Banget Loh!<\/a><\/h4>\r\n<h3><b>7. Berikan Pujian yang Berbasis Proses (Effort)<\/b><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih selalu bilang \"Si Kecil cantik sekali hari ini,\" coba variasikan pujian Bunda pada usaha atau sifat baiknya.<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Bunda bangga Si Kecil tadi sabar banget nunggu antrean.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Wah, gambar Si Kecil penuh warna ya, kreatif sekali!\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pujian seperti ini membangun harga diri yang kokoh yang tidak mudah goyah hanya karena komentar negatif di media sosial nantinya.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h2><b>Menghadapi Tekanan Teman Sebaya (<em>Peer Pressure<\/em>)<\/b><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Seiring bertambahnya usia, Si Kecil mungkin akan mulai membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Di sinilah literasi digital anak usia dini yang sudah Bunda tanamkan akan diuji. Tetaplah menjadi tempat bercerita yang nyaman bagi Si Kecil. Jika dia merasa sedih karena merasa \"kurang cantik\" dibanding temannya, peluk dia dan validasi perasaannya, lalu ingatkan kembali tentang keunikan yang dia miliki.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, Bunda, mendidik anak perempuan adalah tentang memberdayakan mereka untuk memiliki suara sendiri. Kita ingin mereka menggunakan teknologi sebagai alat untuk belajar dan berekspresi, bukan sebagai alat pengukur harga diri.<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/kegiatan-seru-untuk-pengembangan-diri-anak-dan-remaja-selain-pramuka\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Selain Pramuka, 9 Kegiatan Seru Ini Bunda Wajib Coba Untuk Pengembangan Diri Anak dan Remaja<\/a><\/h4>\r\n<h2><b>Bekal Kepercayaan Diri untuk Masa Depan Si Kecil<\/b><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Membesarkan anak perempuan di era gempuran media sosial memang penuh tantangan, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Kuncinya adalah komunikasi yang terbuka dan pemberian pemahaman yang tepat sejak dini. Dengan mengajarkan literasi digital anak usia<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dini, Bunda sedang memberikan \"perisai\" agar Si Kecil tidak mudah termakan standar kecantikan semu yang seringkali merusak kepercayaan diri.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, kecantikan yang paling abadi datang dari rasa percaya diri dan hati yang baik. Mari kita bantu Si Kecil untuk melihat bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada sekadar filter di layar ponsel. Semangat terus ya, Bunda hebat!<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/unifam.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@Unifam.id<\/a>. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a> biar lebih aman dan pasti asli!<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>7 Cara Mengenakkan Literasi Digital Anak Usia Dini | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bunda, ajarkan literasi digital anak usia dini agar Si Kecil tidak mudah terpengaruh standar kecantikan dan filter media sosial.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Cara Mengenakkan Literasi Digital Anak Usia Dini | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bunda, ajarkan literasi digital anak usia dini agar Si Kecil tidak mudah terpengaruh standar kecantikan dan filter media sosial.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-06T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-06T01:08:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan\",\"name\":\"7 Cara Mengenakkan Literasi Digital Anak Usia Dini | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp\",\"datePublished\":\"2026-03-06T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-06T01:08:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Bunda, ajarkan literasi digital anak usia dini agar Si Kecil tidak mudah terpengaruh standar kecantikan dan filter media sosial.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp\",\"width\":1536,\"height\":1024,\"caption\":\"cara mengenalkan literasi digital anak sejak dini\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Cara Mengenakkan Literasi Digital Anak Usia Dini | United Family Food","description":"Bunda, ajarkan literasi digital anak usia dini agar Si Kecil tidak mudah terpengaruh standar kecantikan dan filter media sosial.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"7 Cara Mengenakkan Literasi Digital Anak Usia Dini | United Family Food","og_description":"Bunda, ajarkan literasi digital anak usia dini agar Si Kecil tidak mudah terpengaruh standar kecantikan dan filter media sosial.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2026-03-06T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-03-06T01:08:44+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan","name":"7 Cara Mengenakkan Literasi Digital Anak Usia Dini | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp","datePublished":"2026-03-06T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-03-06T01:08:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Bunda, ajarkan literasi digital anak usia dini agar Si Kecil tidak mudah terpengaruh standar kecantikan dan filter media sosial.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/literasi-digital-anak-usia-dini-standar-kecantikan#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengenalkan-literasi-digital-anak-usia-dini.webp","width":1536,"height":1024,"caption":"cara mengenalkan literasi digital anak sejak dini"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7509"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7514,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7509\/revisions\/7514"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}