{"id":7755,"date":"2026-05-26T10:11:24","date_gmt":"2026-05-26T03:11:24","guid":{"rendered":"https:\/\/unifam.com\/blog\/"},"modified":"2026-05-26T10:11:25","modified_gmt":"2026-05-26T03:11:25","slug":"dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner","title":{"rendered":"Rumah Sering &#8216;Chaos&#8217;? Yuk, Sulap Sudut Kosong Jadi Calming Corner Ramah Anak yang Estetik!"},"content":{"rendered":"","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":6,"featured_media":7757,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"category-3","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[217,717,718,719],"class_list":["post-7755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-lifestyle","tag-calming-corner","tag-pojok-tenang","tag-dekorasi-rumah"],"acf":{"short_description":"Pernahkah Bunda merasa rumah menjadi \"chaos\" saat si Kecil mengalami tantrum akibat terlalu banyak stimulus? Di tengah riuhnya lingkungan dan tontonan digital, anak membutuhkan ruang aman untuk meregulasi emosinya. Melalui panduan dekorasi rumah ramah anak, Bunda bisa menyulap sudut kosong di hunian minimalis menjadi calming corner yang estetik dan fungsional. Mari ciptakan lingkungan yang mendukung praktik mindful parenting, di mana si Kecil dapat belajar menenangkan diri secara mandiri, sekaligus menjaga kedamaian dan kesejahteraan mental seluruh anggota keluarga.","post_content":"<script type=\"application\/ld+json\">\r\n{\r\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\r\n  \"@type\": \"Article\",\r\n  \"headline\": \"5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak dengan Calming Corner\",\r\n  \"image\": \"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp\",\r\n  \"author\": {\r\n    \"@type\": \"Organization\",\r\n    \"name\": \"Unifam Editor\"\r\n  },\r\n  \"publisher\": {\r\n    \"@type\": \"Organization\",\r\n    \"name\": \"Unifam Editor\",\r\n    \"logo\": {\r\n      \"@type\": \"ImageObject\",\r\n      \"url\": \"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/logo-unifam.svg\"\r\n    }\r\n  },\r\n  \"datePublished\": \"2026-05-26T08:00:00+07:00\",\r\n  \"dateModified\": \"2026-05-26T10:09:21+07:00\",\r\n  \"mainEntityOfPage\": {\r\n    \"@type\": \"WebPage\",\r\n    \"@id\": \"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\"\r\n  }\r\n}\r\n<\/script><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah nggak sih, Bunda mendapati momen di mana rumah rasanya ramai banget, mainan berserakan di mana-mana, dan <a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mendidik-anak-susah-diatur-yang-perlu-bunda-tahu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">si Kecil tiba-tiba tantrum tanpa alasan yang jelas<\/a>? Di era sekarang, anak-anak kita terpapar begitu banyak stimulus. Mulai dari tontonan di gadget yang bergerak cepat, mainan plastik dengan warna-warna menyala yang kontras, sampai suara bising dari lingkungan sekitar.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bTanpa kita sadari, tumpukan stimulus visual dan auditori yang berlebihan ini bisa membuat sistem saraf anak jadi kewalahan (overstimulated). Hasilnya? Si Kecil jadi gampang rewel, sulit tenang, dan rumah pun terasa seperti zona chaos yang menguras energi Bunda dari pagi sampai malam.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bNah, salah satu solusi cerdas yang sedang populer di kalangan ibu muda adalah menciptakan sebuah <em>Calming Corner<\/em> atau pojok regulasi emosi di rumah. Kabar baiknya, Bunda nggak butuh ruangan yang luas, kok! Konsep ini bisa banget diterapkan di rumah minimalis.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bYuk, kita bahas bareng-bareng bagaimana cara menciptakan dekorasi rumah ramah anak yang fungsional sekaligus tetap estetik dan menyatu dengan konsep minimalis hunian Bunda!<\/span>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-membuat-pojok-baca-di-rumah-yang-estetik-untuk-keluarga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Cara Membuat Sudut Baca Nyaman di Rumah! Ciptakan Reading Nook Aesthetic yang Bikin Betah<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Sih <em>Calming Corner<\/em> Itu dan Kenapa Penting?<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bSebelum kita masuk ke tutorialnya, kita kenalan dulu yuk dengan konsep ini. <em>Calming corner<\/em>, atau sering juga disebut peace corner, adalah satu sudut khusus di dalam rumah yang dirancang secara sengaja untuk<a href=\"https:\/\/childmind.org\/article\/how-to-help-children-calm-down\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> membantu anak menenangkan diri<\/a> saat mereka merasa cemas, marah, takut, atau kewalahan dengan emosinya.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bIngat ya Bunda, sudut ini bukan tempat hukuman (<em>time-out corner<\/em>). Kalau <em>time-out<\/em> biasanya membuat anak merasa diasingkan dan makin stres, calming corner justru menjadi ruang aman <em>(safe space<\/em>) di mana mereka belajar mengenali dan meredakan emosinya secara mandiri.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bBagi rumah minimalis, kehadiran sudut ini sangat krusial. Keterbatasan lahan sering kali membuat area bermain, area belajar, dan area istirahat menyatu tanpa batas yang jelas. Dengan adanya satu titik yang khusus didedikasikan untuk ketenangan, si Kecil akan tahu ke mana harus pergi saat mereka butuh waktu untuk \"istirahat\" dari keriuhan rumah.<\/span>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak: Menciptakan <em>Calming Corner<\/em> di Lahan Terbatas<\/span><\/h2>\r\n[caption id=\"attachment_7758\" align=\"aligncenter\" width=\"600\"]<img class=\"wp-image-7758\" src=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/dekorasi-calming-corner-estetik.webp\" alt=\"panduan membuat calming corner dengan dekorasi rumah ramah anak\" width=\"600\" height=\"450\" \/> Pojok tenang - calming corner untuk menenangkan anak. Simak panduan dekorasi rumah ramah anak untuk calming corner yang estetik di sini[\/caption]\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bMembuat dekorasi rumah ramah anak yang berfungsi sebagai pojok regulasi emosi sebenarnya tidak sulit. Kuncinya adalah kesederhanaan, keamanan, dan kenyamanan. Berikut adalah beberapa langkah mudah yang bisa Bunda praktikkan langsung di rumah:<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">\u200b1. Pilih Lokasi yang Tepat (Kurangi Stimulus Visual)<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bLangkah pertama adalah mencari sudut yang agak terpisah dari area sibuk seperti dapur atau koridor utama. Bunda bisa memanfaatkan sudut ruang keluarga, area di bawah tangga, atau satu pojok di kamar tidur si Kecil.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bPastikan sudut ini bebas dari tumpukan barang atau mainan yang berwarna-warni kontras. Kita ingin menciptakan kontras visual: jika area bermain utama sudah penuh warna, maka calming corner harus menjadi tempat yang bersih secara visual agar mata dan pikiran anak bisa beristirahat.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">\u200b2. Terapkan Palet Warna Netral dan Lembut<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bWarna memiliki pengaruh psikologis yang sangat besar terhadap suasana hati manusia, terutama anak-anak. Hindari warna-warna primer yang terlalu mencolok seperti merah menyala atau kuning terang di sudut ini, karena warna tersebut bersifat menstimulasi energi.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bPilihlah warna-warna netral dan alami (earth tones) untuk dinding, karpet, atau bantal di area ini, seperti:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bPutih hangat (warm white) atau krem<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bAbu-abu muda<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hijau sage yang menenangkan<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bBiru pastel yang lembut<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bWarna-warna ini membantu menurunkan denyut nadi dan memberikan kesan ruang yang lebih lapang, sangat cocok untuk rumah minimalis.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">\u200b3. Maksimalkan Pencahayaan Alami<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bPencahayaan adalah kunci kenyamanan. Sebisa mungkin, tempatkan calming corner di dekat jendela agar mendapatkan akses pencahayaan alami yang lembut di siang hari. Sinar matahari pagi atau sore bisa membantu memperbaiki mood anak secara alami.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bUntuk sore atau malam hari, hindari penggunaan lampu neon yang terlalu terang atau berkedip. Gunakan lampu meja atau lampu tidur dengan cahaya warm white yang temaram dan bisa diatur intensitasnya (dimmable). Cahaya yang lembut ini akan mengirimkan sinyal ke otak si Kecil bahwa saatnya untuk menurunkan tempo aktivitas dan bersiap untuk tenang.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">\u200b4. Hadirkan Tekstur yang Nyaman dan Aman<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bSentuhan fisik yang lembut bisa melepaskan hormon oksitosin yang memicu rasa bahagia dan tenang. Karena itu, penuhi sudut ini dengan material yang ramah anak dan nyaman disentuh:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bAlas yang empuk: Bunda bisa menggelar karpet bulu yang lembut, playmat berbahan busa tebal yang aman, atau kasur lantai mini.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bBantal besar: Tambahkan beberapa cushion atau bean bag berukuran sedang agar si Kecil bisa menyandarkan tubuhnya dengan rileks.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bSelimut hangat: Kadang, saat emosinya meluap, anak merasa lebih aman jika tubuhnya dipeluk atau diselimuti.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bPastikan semua material kain yang digunakan mudah dicuci ya, Bunda, agar kebersihannya tetap terjaga.<\/span>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">\u200b5. Sediakan <em>Calming Tools<\/em> (Alat Bantu Regulasi Emosi)<\/span><\/h3>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bDi sudut ini, alih-alih menaruh mainan elektronik yang berisik, sediakan beberapa benda yang bisa membantu mengalihkan perhatian anak dari rasa marahnya ke aktivitas yang menenangkan, seperti:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/rekomendasi-buku-anak-sesuai-usia-si-kecil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u200bBuku cerita<\/a> bertema emosi: Buku yang menceritakan tentang bagaimana mengelola rasa marah atau sedih.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bMedia sensorik sederhana: Pop-it, bola remas (stress ball), atau botol sensorik (calming jar) yang berisi air dan gliter yang bergerak lambat.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bAlat menggambar: Buku mewakili atau kertas kosong dengan beberapa krayon untuk anak menyalurkan emosinya lewat coretan.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bKartu instruksi bernapas: Kartu sederhana bergambar yang memandu anak untuk mengambil napas dalam-dalam (misalnya metode deep breathing dengan membayangkan menghirup bau bunga dan meniup lilin).<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tips Tambahan agar <em>Calming Corner<\/em> Berfungsi Maksimal<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bMembuat dekorasinya sudah selesai, tapi tugas Bunda belum selesai sampai di sini. Agar pojok tenang ini benar-benar membawa kedamaian di tengah rumah yang chaos, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan:<\/span>\r\n<ul>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bLibatkan Anak Saat Membuatnya: Ajak si Kecil berdiskusi, misalnya saat memilih warna bantal atau menentukan mainan apa yang mau ditaruh di sana. Jika mereka merasa memiliki andil dalam proses pembuatannya, mereka akan lebih senang menggunakannya.<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bKenalkan Saat Anak Sedang Tenang: Jangan mengenalkan <em>calming corner<\/em> pertama kali saat anak sedang mengamuk atau tantrum. Kenalkanlah saat suasana hatinya sedang baik. Bunda bisa bilang, \"Kak, kalau nanti Kakak merasa sedih, kesal, atau capek, Kakak boleh duduk di pojok ini ya sampai rasanya lebih enak.\"<\/span><\/li>\r\n \t<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200bBunda Boleh Ikut Menemani: Terkadang anak tidak mau ditinggal sendirian saat emosinya meluap. Bunda bisa duduk bersama mereka di sudut tersebut tanpa perlu banyak bicara, cukup berikan pelukan atau sekadar hadir di sampingnya untuk memberikan rasa aman.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h4>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-mengatasi-anak-susah-tidur-malam-rutinitas-mindful\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sentuhan Lembut Sebelum Tidur: Cara Mindful Mengatasi Malam-Malam Rewel Si Kecil<\/a><\/h4>\r\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi Kedamaian untuk Seluruh Anggota Keluarga<\/span><\/h2>\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bMenciptakan dekorasi rumah ramah anak melalui calming corner di rumah minimalis bukan sekadar tren interior belaka, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kesehatan mental seluruh anggota keluarga. Di tengah keterbatasan lahan rumah minimalis, kehadiran sudut yang minim stimulus visual ini menjadi penyeimbang yang mengembalikan ketenangan rumah setelah seharian penuh dengan aktivitas.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bSaat anak belajar bahwa mereka memiliki ruang aman untuk memproses emosinya, Bunda pun akan merasa lebih tenang dan tidak mudah stres menghadapi dinamika mengasuh si Kecil. Rumah yang minimalis pun bisa bertransformasi menjadi tempat bertumbuh yang hangat, aman, dan penuh kedamaian bagi buah hati tercinta.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bNah, seru kan Bunda bahasan kita kali ini? Biar Bunda nggak ketinggalan tips-tips parenting seru lainnya, yuk langsung follow Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/unifam.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@Unifam.id<\/a> sekarang juga! Di sana banyak banget info bermanfaat seputar tumbuh kembang anak dan tips seru harian untuk Bunda hebat di luar sana.<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-weight: 400;\">\u200bOh iya, untuk melengkapi momen kebersamaan dan menemani aktivitas si Kecil saat bersantai di rumah, pastikan Bunda selalu menyediakan produk-produk berkualitas dari Unifam. Biar belanja lebih praktis, aman, dan dijamin original, yuk langsung borong produk Unifam favorit keluarga hanya di Toko Official Unifam di <a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/30k0y45pWL\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Shopee<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/unifamofficial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tokopedia<\/a>. Selamat menata calming corner impian di rumah ya, Bunda!<\/span>"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak dengan Calming Corner | United Family Food<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rumah sering terasa chaos karena si Kecil tantrum? Yuk, terapkan panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik agar emosinya lebih tenang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak dengan Calming Corner | United Family Food\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah sering terasa chaos karena si Kecil tantrum? Yuk, terapkan panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik agar emosinya lebih tenang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"United Family Food\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-26T03:11:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-26T03:11:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"941\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Editor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\",\"name\":\"5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak dengan Calming Corner | United Family Food\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp\",\"datePublished\":\"2026-05-26T03:11:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-26T03:11:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\"},\"description\":\"Rumah sering terasa chaos karena si Kecil tantrum? Yuk, terapkan panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik agar emosinya lebih tenang.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp\",\"width\":1672,\"height\":941,\"caption\":\"panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/\",\"name\":\"United Family Food\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95\",\"name\":\"Editor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Editor\"},\"url\":\"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak dengan Calming Corner | United Family Food","description":"Rumah sering terasa chaos karena si Kecil tantrum? Yuk, terapkan panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik agar emosinya lebih tenang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak dengan Calming Corner | United Family Food","og_description":"Rumah sering terasa chaos karena si Kecil tantrum? Yuk, terapkan panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik agar emosinya lebih tenang.","og_url":"https:\/\/unifam.com\/en\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner\/","og_site_name":"United Family Food","article_published_time":"2026-05-26T03:11:24+00:00","article_modified_time":"2026-05-26T03:11:25+00:00","og_image":[{"width":1672,"height":941,"url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Editor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Editor","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner","url":"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner","name":"5 Panduan Dekorasi Rumah Ramah Anak dengan Calming Corner | United Family Food","isPartOf":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp","datePublished":"2026-05-26T03:11:24+00:00","dateModified":"2026-05-26T03:11:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95"},"description":"Rumah sering terasa chaos karena si Kecil tantrum? Yuk, terapkan panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik agar emosinya lebih tenang.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/blog\/dekorasi-rumah-ramah-anak-calming-corner#primaryimage","url":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp","contentUrl":"https:\/\/unifam.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/calming-corner-di-rumah.webp","width":1672,"height":941,"caption":"panduan dekorasi rumah ramah anak dengan calming corner estetik"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/unifam.com\/#website","url":"https:\/\/unifam.com\/","name":"United Family Food","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/unifam.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/a7a38002b85d5941bffbcd9bca45bd95","name":"Editor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/unifam.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/add96a985db625f89c1aadb117ab465589009766b2c3cab79a10cd55246a92a9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Editor"},"url":"https:\/\/unifam.com\/en\/author\/editor"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7755"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7759,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7755\/revisions\/7759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unifam.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}