Artikel

Sore Menjelang Buka: Waktunya “Senggol Bacok” atau Waktunya Healing? Tips Micro-Mindfulness 5 Menit Biar Bunda Tetap Kalem!

Post pada 05 Mar 2026

Pernah nggak sih, Bun, sekitar jam 4 atau 5 sore, rasanya tingkat kesabaran itu setipis tisu dibagi dua? Di satu sisi, perut sudah mulai keroncongan dan tenggorokan kering. Di sisi lain, si Kecil lagi aktif-aktifnya minta main, tumpukan cucian belum kelar, dan menu buka puasa masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

​Kondisi low energy di sore hari saat Ramadan itu nyata banget. Istilah kerennya, kita sedang berada di zona “rawan konflik”. Maunya marah, tapi kan lagi puasa. Mau sabar, tapi kok rasanya emosi sudah di ubun-ubun. Tenang, Bunda nggak sendirian kok! Secara biologis, kadar gula darah kita sedang di titik terendah sehingga “rem” emosi kita pun ikut blong.

​Nah, agar ibadah tetap lancar, Bunda perlu jurus rahasia. Berikut adalah cara menahan emosi saat puasa bagi ibu lewat 7 teknik praktis yang bisa dilakukan meski sedang sibuk di dapur!

Baca juga: Hangatnya Pelukan Bunda: 7 Manfaat untuk Kesehatan dan Emosi Ibu dan Anak

7 Tips Jaga Emosi Tetap Stabil Sampai Maghrib dengan Micro-Mindfulness

cara menahan emosi saat puasa bagi ibu
Bulan puasa, harus bisa menahan emosi. Berikut 7 cara menahan emosi saat puasa bagi ibu.

​Mengelola emosi nggak harus selalu dengan meditasi berjam-jam di tempat sepi. Bagi Bunda yang jadwalnya padat, teknik micro-mindfulness adalah penyelamat. Ini adalah cara sadar penuh yang dilakukan dalam durasi super singkat (hanya 5 menit!) di sela-sela aktivitas. Bunda bisa melakukannya sambil nunggu air mendidih atau saat “sembunyi” sebentar di kamar mandi. Yuk, intip 7 tipsnya:

​1. Teknik Pernapasan 4-7-8 (The Calm Breather)

Saat emosi mulai naik karena rumah berantakan padahal mau buka, atau anak-anak tiba-tiba rewel barengan, coba berhenti selama 1 menit saja. Tarik napas lewat hidung dalam 4 hitungan, tahan selama 7 hitungan, lalu buang napas perlahan lewat mulut selama 8 hitungan. Ulangi 3-4 kali sampai dada terasa lebih ringan.

Teknik ini manjur karena memaksa sistem saraf Bunda berpindah dari mode “siaga tempur” ke mode “santai” secara instan. Detak jantung yang tadinya cepat jadi lebih stabil, pikiran yang kusut mulai terasa lebih jernih. Kadang kita cuma butuh jeda 60 detik untuk mencegah satu ledakan emosi yang bisa bikin suasana rumah jadi tegang.

​2. Teknik Grounding 5-4-3-2-1

Ini teknik paling oke kalau Bunda mulai merasa overwhelmed, pusing, atau kepala rasanya penuh banget sama to-do list. Fokuskan panca indra Bunda pada hal-hal di sekitar: sebutkan 5 benda yang dilihat, 4 tekstur yang bisa disentuh, 3 suara yang terdengar, 2 aroma yang tercium, dan 1 rasa yang disyukuri.

Kelihatannya sederhana, tapi efeknya luar biasa. Teknik Grounding ini menarik Bunda kembali ke masa kini dan menghentikan pikiran negatif yang bikin stres. Alih-alih tenggelam dalam kekhawatiran “nanti kurang ini, nanti belum itu”, Bunda jadi sadar bahwa saat ini semuanya masih baik-baik saja. Nafas masih ada, rumah masih berdiri, dan Maghrib tinggal menunggu waktu.

​3. Ritual Cuci Muka “Sadar Penuh”

Jangan cuma cuci muka asal basah ya, Bun. Saat menyentuh air, rasakan sensasi dinginnya di kulit wajah. Perhatikan aliran air yang mengalir dari dahi ke pipi. Usap perlahan dan bayangkan semua lelah serta emosi negatif ikut luruh bersama air yang mengalir ke wastafel.

Lakukan ini selama 2 menit saja sebelum mulai menyajikan takjil atau sebelum kembali ke dapur. Ritual kecil ini seperti tombol reset untuk pikiran. Setelahnya, biasanya wajah terasa lebih segar dan hati juga ikut lebih ringan. Sesederhana itu, tapi efeknya sering kali bikin kita lebih sabar menghadapi sisa waktu puasa.

cara menahan emosi saat puasa bagi ibu

​4. Turunkan Standar (Lower Your Standards)

Kadang stres muncul bukan karena situasi, tapi karena ekspektasi kita sendiri yang terlalu tinggi. Kita ingin rumah kinclong, menu buka lengkap lima macam, anak rapi, diri sendiri tetap glowing. Padahal kondisi lagi puasa, tenaga terbatas, dan waktu juga mepet.

Nggak apa-apa kok kalau rumah nggak rapi-rapi amat sore ini. Nggak apa-apa juga kalau menu bukanya cuma satu macam plus gorengan beli di depan. Ingat, kebahagiaan dan ketenangan Bunda jauh lebih penting daripada rumah yang estetik tapi Bundanya marah-marah. Turunkan standar sedikit, dan biasanya hati jadi jauh lebih lega.

​5. Manajemen Ekspektasi ke Anak

Anak-anak itu hebat dalam berempati kalau kita komunikasikan dengan lembut dan jujur. Daripada langsung membentak saat mereka rewel, coba tarik napas dulu lalu jelaskan pelan-pelan: “Bunda lagi agak capek karena puasa, mainnya yang tenang dulu ya sayang.”

Dengan memberikan pengertian seperti itu, si Kecil biasanya akan lebih kooperatif. Mereka merasa dilibatkan, bukan dimarahi. Suasana rumah pun jadi lebih hangat. Dan yang paling penting, Bunda nggak perlu “meledak” hanya karena satu momen kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi sederhana.

​6. Hindari Multitasking Berlebihan

Kita sering merasa stres karena mencoba melakukan segalanya sekaligus. Masak sambil balas chat kerjaan, sambil mengingatkan anak belajar, sambil mikirin cucian yang belum diangkat. Akhirnya bukan cuma badan yang capek, tapi pikiran juga ikut sumpek.

Sore ini, cobalah fokus pada satu hal saja. Kalau lagi masak, ya masak saja. Rasakan aroma tumisan, dengarkan suara minyak mendesis. Hindari membalas chat kerjaan sambil mengaduk sayur atau marahin anak sambil cuci piring. Fokus pada satu tugas membuat pikiran jauh lebih tenang dan pekerjaan justru terasa lebih cepat selesai.

​7. Power Nap atau Duduk Diam 5 Menit

Jika rasa lelah sudah tak tertahankan, jangan dipaksa, Bun. Ambil waktu 5 menit untuk duduk diam tanpa memegang gadget. Pejamkan mata sebentar, atur napas, atau sekadar bersandar di kursi sambil meregangkan bahu.

Lima menit mungkin terdengar sepele, tapi itu bisa jadi “isi ulang” baterai mental Bunda sebelum Maghrib tiba. Daripada memaksakan diri sampai akhirnya marah-marah karena kelelahan, lebih baik berhenti sebentar dan memberi ruang untuk diri sendiri. Setelah itu, biasanya tenaga terasa cukup untuk menghadapi hiruk-pikuk saat waktu berbuka tiba.

Baca juga: Cuma Butuh 1 Menit! Rahasia Menjadi Orang Tua “Sadar Label” Demi Lindungi Si Kecil dari Gula Tersembunyi

Menjadi Bunda yang Berdaya di Tengah Lelahnya Puasa

​Menghadapi sore hari yang penuh tantangan memang butuh strategi khusus. Kunci utamanya adalah memberikan izin pada diri sendiri untuk beristirahat sejenak, meski hanya lewat teknik micro-mindfulness singkat. Dengan menjaga emosi tetap stabil, Bunda nggak hanya menjaga kesehatan mental sendiri, tapi juga menciptakan suasana rumah yang lebih hangat bagi keluarga. Ramadan adalah momen untuk melatih kesabaran, jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri ya, Bun. Bunda sudah melakukan yang terbaik!

​Supaya Bunda makin up-to-date dengan tips parenting dan konten seru lainnya, jangan lupa buat Follow Instagram @Unifam.id ya!

​Mau stok camilan atau bahan masakan untuk persiapan Lebaran? Yuk, belanja praktis dan aman! Pastikan Bunda beli produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia – lagi ada promo Ramadan loh. Selamat menjalankan ibadah puasa dengan hati yang tenang, Bunda!

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel