Post pada 20 Mar 2026
Halo, Bunda! Bagaimana persiapannya menyambut hari kemenangan? Selain sibuk menyiapkan opor dan menata toples kue, biasanya ada satu hal lagi yang diam-diam bikin Bunda “deg-degan”: momen kumpul keluarga besar. Lebaran memang momen yang indah, tapi sering kali menjadi “medan perang” mental ketika komentar-komentar “ajaib” dari saudara mulai berdatangan.
Mulai dari “Kok Si Kecil belum bisa jalan?”, “Duh, anaknya kok kurusan, kurang makan ya?”, sampai kritik pedas soal gaya parenting Bunda yang dianggap terlalu santai atau justru terlalu ketat. Rasanya ingin membalas, tapi takut merusak suasana. Nah, di sinilah pentingnya menerapkan strategi “Mindful Silaturahmi”. Tujuannya agar Bunda tetap punya tameng mental yang kuat dan tahu cara menjawab komentar negatif dengan cara yang elegan, cerdas, tapi tetap sopan. Mari kita bahas tuntas cara menjaga kedamaian batin Bunda di hari raya!
Sebelum kaki melangkah ke rumah kerabat, hal pertama yang harus Bunda siapkan bukanlah baju baru, melainkan “hati yang baru”. Karena kunci agar tidak insecure atau baper saat dikritik adalah fokus pada kedamaian batin sendiri. Bunda perlu sadar bahwa komentar orang lain adalah refleksi dari pemikiran mereka, bukan penilaian mutlak atas kemampuan Bunda sebagai ibu.
Beberapa langkah persiapan batin yang bisa Bunda lakukan:

Sering kali kita bingung mau jawab apa saat dikritik. Pakai rumus TAP ini yuk, Bun, biar jawaban Bunda terdengar berkelas tapi nggak bikin suasana jadi canggung:
Kadang komentarnya sangat spesifik dan “menusuk”. Berikut beberapa cara menjawab komentar negatif untuk berbagai situasi yang sering muncul:
“Kok Si Kecil kurus banget?” -> Jawab: “Iya nih, lagi aktif-aktifnya lari sana-sini, jadi energinya cepat habis. Tapi alhamdulillah dokter bilang grafiknya masih normal kok!”
“Cucu sebelah sudah bisa baca lho, kok ini belum?” -> Jawab: “Wah hebat ya! Kalau Si Kecil sekarang lagi kita fokuskan di kemampuan motoriknya dulu, tiap anak punya jadwal ‘panen’ masing-masing, kan?”
“Duh, masih kecil kok sudah dikasih HP/Cokelat?” -> Jawab: “Hehe, iya ini lagi momen spesial Lebaran jadi ada sedikit dispensasi. Habis ini kita disiplin lagi kok, Bun.”

Pernah nggak Bunda merasa ciut saat melihat sepupu lain yang anaknya tampak sangat penurut dan pintar, sementara Si Kecil sedang rewel? Ingat, apa yang Bunda lihat hanya permukaannya saja. Berikut cara agar tetap percaya diri:
Kadang, dalam tumpukan komentar negatif, ada satu-dua saran yang mungkin sebenarnya masuk akal tapi penyampaiannya saja yang salah. Agar tetap mindful, cobalah filter setiap ucapan:
Bunda nggak sendirian! Komunikasikan dengan suami sebelum acara dimulai. Buatlah kode rahasia jika Bunda sudah mulai merasa tidak nyaman. Suami yang suportif bisa menjadi “perisai” saat ada saudara yang mulai menyudutkan Bunda. Kerja sama tim yang solid akan membuat Bunda merasa lebih aman dan berdaya menghadapi komentar apa pun.
Lebaran adalah tentang kemenangan melawan hawa nafsu, termasuk nafsu untuk membalas dendam lewat kata-kata pedas. Dengan menerapkan strategi Mindful Silaturahmi dan memahami cara menjawab komentar negatif dengan kepala dingin, Bunda telah memenangkan pertempuran mental yang sesungguhnya.
Ingatlah bahwa opini orang lain tidak mendefinisikan siapa Bunda. Yang paling penting adalah kasih sayang yang Bunda berikan untuk Si Kecil setiap harinya. Jadi, ambil napas dalam-dalam, pasang senyum terbaik, dan nikmati setiap gigitan nastar tanpa rasa cemas!
Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram @Unifam.id. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar lebih aman dan pasti asli!




