Artikel

Ayo, Semua Bunda Bisa Terapkan Positive Parenting di Rumah

Post pada 29 Agu 2022

Buah hati bisa saja lho merasa tak nyaman dengan orangtuanya sendiri. Banyak faktor penyebabnya. Mungkin komunikasi yang kurang lancar, kuatnya sikap otoriter orangtua, dan bisa juga karena sering menghukum atau membentak anak.

Dari sinilah muncul gagasan pengasuhan dengan metode positive parenting. Seperti dikutip dariĀ Parenting First Cry, konsep pengasuhan positif atau positive parenting adalah metode strategis yang berlandaskan pada prinsip relasi orangtua dengan anak merupakan poin utama yang harus dijaga.

Dalam menjaga relasi yang sehat, konsep pengasuhan ini mengedepankan rasa empati dan mau mendengarkan suara anak. Dalam penerapannya, bunda bisa menempatkan diri sebagai sahabat anak yang mengedepankan rasa kasih sayang.

Desty Apryanggun, M.Psi, Psikolog Anak dari Kalbu-platform online counselling-, menilai bunda yang menjadi sahabat akan mendorong anak memiliki sifat terbuka dan tak sungkan lagi bicara blak-blakan.

Di waktu bersamaan, bunda juga tetap bertanggung jawab membangun kedisiplinan anak dengan menunjukkan sikap tegas. Tegas bukan berarti galak. Tetapi memiliki batasan tentang suatu aturan dan konsisten menjalankannya.

Desty memaparkan lima cara yang dapat bunda praktikkan agar konsep positive parenting dapat diterapkan di rumah.

1. Jadilah panutan

Anak adalah peniru ulung. Lakukanlah sesering mungkin hal yang bunda ingin anak lakukan juga.Ā  Pahamilah hal ini sehingga bunda dapat memberikan contoh dan teladan yang positif di hadapan anak. Bila bunda selalu rutin mengucapkan salam ketika masuk ke rumah, maka anak akan menirunya meskipun bunda tidak secara langsung mengajarkan.

2. Paham perkembangan anak

Memahami perkembangan anak juga menjadi kunci dalam mengadopsi positive parenting. Dengan begitu, bunda dapat menyesuaikan aturan main dalam mendidik anak yang sesuai dengan kemampuan kognitif, keterampilan fisik, dan sosial emosinya. Bunda bisa memantau perkembangan anak pada milestone sesuai usianya.

3. Luangkan waktu berkualitas untuk membersamaĀ anak

Waktu bersama orangtua adalah hal yang penting untuk anak. Meskipun dilakukan dengan singkat asalkan berkualitas dapat menggantikan waktu saat tak bersama anak. Hindari hal-hal yang dapat mengganggu waktu atau ngobrol bersama anak (misal gadget), dan lakukan aktivitas apapun yang bisa dilakukan bersama. Jadikanlah waktu membersamai anak sebagai agenda rutin yang konsisten dilakukan, setidaknya 30 menit dalam sehari. Relasi sehat orangtua dan anak tentu menjadi salah satu faktor keberhasilan positive parenting.

4. Bukan hukuman tapi konsekuensi

Saat anak melakukan kesalahan, berfokuslah pada solusi apa yang harus dilakukan anak untuk menyelesaikan masalahnya. Bukan memarahi apalagi memberi hukuman pada anak. Hukuman hanya akan membuat anak taat saat dilihat, bukan membuat anak menjadi paham tentang konsekuensi sebab akibat. Memberi hukuman juga bisa membuat relasi orangtua dan anak menjadi renggang.

5. Bangun komunikasi positif

Coba simak bedanya kalimat ini, ā€œSudah waktunya belajar, yuk kita belajar bersamaā€ dengan kalimat ā€œCepat belajar! Kalau malas nanti jadiĀ  bodoh dan gak punya teman.ā€ Kalimat pertama lebih memberikan kesan positif, dan kalimat kedua berisi ancaman sertaĀ labelingĀ untuk anak. Inilah alasan bunda perlu membangun komunikasi positif dalam berinteraksi dengan anak. Penyampaian yang positif akan diterima dengan lebih baik.

Pastinya menerapkan positive parenting bukan perkara mudah. Butuh usaha lebih dan kesabaran ekstra untuk menahan diri agar tidak mudah emosi saat anak menunjukkan perilaku tidak menyenangkan.

Tapi tetap jangan menyerah. Ingatlah bila pola pengasuhan ini menjadi investasi bunda di kemudian hari dalam relasi dengan anak. Selain hubungan anak yang lebih erat, positive parenting dapat menjadi bekal untuk anak lebih percaya diri dan memaksimalkan potensi dirinya.

Jangan lupa untuk mengunjungiĀ Instagram PINO Indonesia,Ā TokopediaĀ &Ā ShopeeĀ UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM.

Bagikan Artikel