Post pada 08 Jul 2026
Liburan sekolah selalu menjadi momen yang paling ditunggu anak-anak. Waktunya bermain lebih lama, mencoba aktivitas baru, hingga menikmati quality time bersama keluarga. Namun, bagi sebagian orang tua, terutama Bunda, liburan sekolah justru bisa menjadi tantangan baru. Apalagi jika Ayah dan Bunda sama-sama bekerja atau masih harus menyelesaikan berbagai urusan di rumah.
Kalau biasanya anak sibuk di sekolah, sekarang mereka membutuhkan perhatian lebih hampir sepanjang hari. Belum lagi pekerjaan rumah yang tetap harus dikerjakan. Tidak heran kalau banyak Bunda merasa lebih lelah saat liburan dibanding hari-hari biasa.
Di sinilah pentingnya bagi tugas suami istri jaga anak saat liburan sekolah. Ketika Ayah dan Bunda saling bekerja sama, beban mengasuh anak terasa lebih ringan. Suasana rumah pun jadi lebih nyaman, dan liburan sekolah benar-benar bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.
Lalu, bagaimana cara membagi tugas dengan bijak tanpa memicu konflik? Yuk, simak tipsnya berikut ini!

Banyak orang masih menganggap mengurus anak adalah tugas utama Bunda. Padahal, membesarkan anak merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih saat liburan sekolah, ketika anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.
Berikut beberapa alasan mengapa pembagian tugas menjadi sangat penting.
Bukan hanya pekerjaan fisik yang melelahkan. Sering kali, Bunda juga memikirkan banyak hal sekaligus, mulai dari menyiapkan menu makan, mengatur jadwal anak, membereskan rumah, hingga memastikan semua kebutuhan keluarga terpenuhi.
Beban pikiran seperti ini dikenal sebagai mental load. Jika semua tanggung jawab hanya dipikul oleh satu orang, rasa lelah bisa menumpuk dan memengaruhi suasana hati.
Ketika Ayah ikut terlibat, Bunda memiliki kesempatan untuk beristirahat sejenak dan mengisi kembali energi.
Anak tidak hanya membutuhkan kasih sayang dari Bunda, tetapi juga dari Ayah.
Saat Ayah ikut mengantar bermain, menemani belajar, atau sekadar membaca buku sebelum tidur, anak akan merasa lebih dekat dengan kedua orang tuanya. Kedekatan ini juga menjadi bekal penting bagi perkembangan emosional mereka.
Pembagian tugas yang adil dapat mengurangi kesalahpahaman dalam rumah tangga. Tidak ada lagi perasaan “aku mengerjakan semuanya sendiri.”
Sebaliknya, Ayah dan Bunda belajar menjadi tim yang saling mendukung. Komunikasi pun menjadi lebih terbuka sehingga masalah bisa diselesaikan bersama.
Membagi tugas bukan berarti menghitung siapa yang bekerja lebih banyak. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan agar semua anggota keluarga merasa nyaman. Berikut beberapa cara yang bisa Bunda coba.
Tidak ada salahnya duduk bersama pasangan sebelum anak memasuki masa liburan. Coba diskusikan beberapa hal berikut:
Misalnya, Ayah bertugas menemani anak pada pagi hari sementara Bunda fokus bekerja. Setelah makan siang, giliran Bunda yang menemani anak bermain atau belajar. Dengan jadwal sederhana seperti ini, masing-masing sudah tahu kapan harus mengambil peran.
Setiap keluarga memiliki rutinitas yang berbeda. Ada anak yang lebih aktif di pagi hari, ada pula yang baru semangat bermain setelah siang. Karena itu, pembagian tugas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Misalnya:
Fleksibilitas jauh lebih penting dibanding jadwal yang terlalu kaku. Yang terpenting, Ayah dan Bunda sama-sama memahami peran masing-masing.
Kesalahan yang sering terjadi adalah membagi tugas menjaga anak, tetapi pekerjaan rumah tetap menjadi tanggung jawab Bunda.
Padahal, pekerjaan rumah juga merupakan tanggung jawab bersama.
Contohnya:
Dengan begitu, tidak ada satu pihak yang merasa kewalahan dan pekerjaan pun selesai lebih cepat.
Liburan sekolah adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan kemandirian. Anak tidak harus terus dilayani. Justru mereka bisa mulai belajar bertanggung jawab melalui aktivitas sederhana.
Misalnya:
Selain membantu orang tua, kegiatan ini juga melatih rasa percaya diri anak dan membuat mereka merasa menjadi bagian dari tim di rumah.
Di tengah kesibukan dan pembagian tugas, jangan sampai Ayah dan Bunda hanya bergantian “menjaga” anak tanpa benar-benar menikmati waktu bersama mereka.
Sisihkan waktu setiap hari untuk melakukan aktivitas yang disukai si kecil, seperti membaca buku cerita, memasak camilan, bermain board game, atau sekadar mengobrol sebelum tidur. Quality time tidak harus mahal atau dilakukan di luar rumah. Kehadiran penuh dari Ayah dan Bunda justru menjadi hal yang paling berharga bagi anak selama liburan sekolah.
Menemani Si Kecil bermain saat liburan butuh energi ekstra. Yuk, siapkan stok camilan lezat dan bernutrisi dari Unifam buat quality time Ayah, Bunda, dan Si Kecil. Waktu bermain jadi anteng, mental load Bunda pun berkurang!
Menjadi orang tua bukan berarti harus aktif selama 24 jam tanpa jeda. Bunda juga berhak memiliki waktu untuk diri sendiri.
Tidak perlu lama, cukup 20–30 menit untuk melakukan hal yang disukai, seperti membaca buku, menikmati minuman favorit, menonton drama, atau sekadar duduk santai.
Begitu pula dengan Ayah. Saat masing-masing memiliki kesempatan untuk beristirahat, suasana hati akan lebih baik sehingga mengasuh anak terasa lebih menyenangkan.
Liburan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kadang ada pekerjaan mendadak, anak kurang sehat, atau agenda keluarga yang berubah.
Karena itu, jangan ragu untuk saling memberi tahu kondisi masing-masing. Kalimat sederhana seperti, “Hari ini aku ada meeting sampai siang, boleh gantian jaga anak dulu?” jauh lebih efektif daripada memendam rasa kesal.
Komunikasi yang terbuka akan membantu Ayah dan Bunda menemukan solusi tanpa harus saling menyalahkan. Dengan saling memahami dan mendukung, pembagian tugas selama liburan sekolah pun akan terasa lebih ringan dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Pada akhirnya, liburan sekolah bukan tentang seberapa banyak tempat yang dikunjungi atau seberapa padat agenda yang dibuat. Yang paling berkesan bagi anak adalah momen ketika Ayah dan Bunda hadir, bermain bersama, mendengarkan cerita mereka, dan saling bekerja sama menciptakan suasana rumah yang hangat.
Menerapkan bagi tugas suami istri jaga anak saat liburan sekolah bukan berarti membagi beban secara kaku atau menghitung siapa yang mengerjakan lebih banyak. Sebaliknya, ini adalah bentuk kerja sama agar setiap anggota keluarga merasa didukung dan dihargai. Saat Ayah dan Bunda saling memahami, berkomunikasi dengan baik, dan mau bergantian mengambil peran, liburan sekolah pun bisa menjadi momen yang menyenangkan tanpa membuat salah satu pihak kelelahan.
Jangan lupa, Bunda juga perlu meluangkan waktu untuk beristirahat dan mengisi energi. Orang tua yang bahagia akan lebih mudah menciptakan suasana rumah yang nyaman, sehingga anak pun bisa menikmati masa libur sekolah dengan penuh keceriaan.
Untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi seputar parenting, aktivitas seru bersama si kecil, serta berbagai tips keluarga lainnya, yuk ikuti Instagram @Unifam.id. Jangan lupa juga untuk mendapatkan produk-produk favorit Unifam hanya di Toko Official Unifam yang tersedia di Shopee dan Tokopedia, agar kualitas dan keasliannya selalu terjamin.




