Artikel

Saat Belajar Etika Naik Transportasi Umum, Anak Juga Latihan Berempati

Post pada 06 Okt 2022

Cepat atau lambat, anak-anak pasti menggunakan transportasi umum. Entah itu bus sekolah, Transjakarta, kereta mass rapid transportation (MRT), maupun angkot. Poin utama yang perlu dipersiapkan bukan sekadar mengenalkan rute dan ongkos saja, tapi soal etika bertransportasi umum.

Yup, mengajarkan anak-anak tentang etika naik transportasi umum sudah harus dilakukan sejak dini. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter agar mereka mudah beradaptasi dengan tetap memerhatikan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat.

Tak lupa juga, anak-anak juga sudah mengenal makna rambu lalu lintas yang hadir untuk menjaga ketertiban sekaligus keamanan bersama. Pendek kata, buah hati mesti memahami sejak awal bila kenyamanan naik transportasi umum adalah kewajiban semua orang.

Tentu saja mengajarkan anak tentang etika bepergian dengan transportasi umum adalah tantangan tersendiri. Maklum, kadang-kadang anak suka berbuat ulah yang dapat menganggu kenyamanan penumpang lain. Dari sinilah, alasan kuat kenapa anak perlu mendapat pedoman etika saat di transportasi umum. Di bawah ini, ada beberapa masukan yang mungkin memudahkan bunda mengajarkan etika bertransportasi umum ke buah hati tercinta.

1. Berikan pemahaman aturan dasar naik transportasi umum

Bunda perlu menjelaskan peraturan dasar naik kendaraan umum. Membayar karcis, dilarang makan dan minum selama perjalanan, dilarang bawa binatang peliharaan, dan mendahulukan penyandang disabilitas maupun orang lanjut usia.

Agar mudah memberi pengertian, bunda sebaiknya praktik langsung bersama anak naik transportasi umum. Dengan begitu, anak dapat langsung paham penjelasan bunda karena langsung praktik lapangan.

2. Bangun budaya tertib

Etika paling utama saat berpergian naik transportasi umum adalah antre. Katakan pada anak, antre adalah salah satu syarat kenyamanan naik transportasi umum. Jangan lupa tambahan pula penjelasan bila antre merupakan rasa hormat terhadap hak-hak orang lain yang mesti dijaga.

3. Jangan rusak fasilitas umum

Fasilitas umum adalah milik bersama. Artinya, menjaga fasilitas umum menjadi tanggung jawab semua orang, termasuk anak-anak. Dari sini bunda dapat menerangkan cara nyata menjaga fasilitas umum adalah dengan tidak merusak. Termasuk di sini tidak membuang sampah sembarangan.

4. Mendahulukan mereka yang mendapat prioritas

Anak-anak juga mesti belajar ada kalangan yang mendapat prioritas saat menggunakan kendaraan umum. Misalnya manula, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Di sini, mereka bakal belajar berempati, yakni melatih kemampuan anak untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.

5. Bunda adalah guru bagi dia

Anak akan mudah menyerap etika naik kendaraan umum sepanjang bunda mencontohkan secara nyata. Jadi, perilaku maupun gerak-gerik bunda selama naik kendaraan umum menjadi perhatian anak. Alhasil, pastikan bunda menjadi teladan utama dalam urusan ini di mata anak.

Pada dasarnya, bunda tidak perlu cemas lagi berpergian bersama buah hati naik kendaraan umum sepanjang anak sudah memahami etikanya. Jangan lupa memuji atau pun memberi hadiah seperti camilan Pino Es Serut Buah ketika anak mempraktikan secara nyata pelajaran etika selama perjalanan naik kendaraan umum.

Jangan lupa untuk mengunjungi Instagram PINO Indonesia, Tokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM.

Bagikan Artikel