Post pada 16 Feb 2026
Halo, Bunda! Bagaimana persiapan puasa Si Kecil sejauh ini? Karena sebentar lagi memasuki bulan Ramadan, jadwal harian keluarga pasti berubah total. Kita harus bangun lebih gasik untuk menyiapkan sahur, dan otomatis jam tidur Si Kecil pun ikut terpotong. Ada kemungkinan suatu hari Bunda mendapati Si Kecil jadi lebih rewel, gampang menangis, atau bahkan tantrum di sore hari menjelang buka.
Banyak yang mengira itu hanya karena lapar atau haus. Padahal, seringkali penyebab utamanya adalah kurang tidur. Saat kurang istirahat, kontrol emosi di otak tidak bekerja maksimal. Itulah mengapa menjaga pola tidur anak saat puasa bukan sekadar agar dia tidak ngantuk di sekolah, tapi demi menjaga kesehatan mental dan stabilitas emosinya. Yuk, kita bedah bagaimana cara mengatur sleep hygiene yang pas buat Si Kecil!

Secara biologis, tubuh manusia memiliki jam internal yang disebut ritme sirkadian. Ritme ini mengatur kapan kita bangun dan kapan kita tidur. Saat Ramadan, ritme ini “terganggu” secara sadar karena aktivitas makan sahur di dini hari. Bagi Si Kecil yang masih dalam tahap pertumbuhan, tidur bukan sekadar istirahat, tapi waktu di mana hormon pertumbuhan bekerja maksimal.
Berdasarkan referensi dari IDAI, kebutuhan tidur anak usia sekolah berkisar antara 9–11 jam. Jika waktu tidur malamnya terpotong 1-2 jam untuk sahur tanpa ada kompensasi di waktu lain, maka Si Kecil akan mengalami “utang tidur”. Akibatnya? Si Kecil jadi sulit fokus, lemas, dan yang paling terasa adalah mood yang berantakan.
Sleep hygiene adalah serangkaian kebiasaan sehat yang membantu kita (dan Si Kecil) untuk tidur dengan kualitas terbaik. Di bulan puasa, sleep hygiene menjadi sangat krusial karena durasi tidur yang berkurang harus digantikan dengan kualitas yang maksimal.
Berikut adalah beberapa langkah sleep hygiene yang bisa Bunda terapkan di rumah:
Pastikan saat tidur malam, lampu dipadamkan atau gunakan lampu tidur yang sangat redup. Cahaya gelap memicu hormon melatonin yang membuat tidur lebih pulas.
Pastikan kamar Si Kecil sejuk dan tidak pengap. Suhu yang terlalu panas seringkali membuat anak terbangun di tengah malam.
Paparan sinar biru (blue light) dari layar HP atau TV bisa menghambat rasa kantuk. Ganti waktu bermain gadget dengan mengobrol santai atau membaca buku.
Pilih bahan katun yang menyerap keringat agar Si Kecil tidak merasa gatal atau gerah saat tidur.

Agar pola tidur anak saat puasa tetap terjaga, strategi paling ampuh adalah dengan memajukan jam tidur malam. Jika biasanya Si Kecil tidur pukul 21.00, cobalah untuk mengajaknya tidur pukul 20.00 atau segera setelah salat Tarawih selesai.
Dengan memajukan jam tidur, Si Kecil setidaknya sudah mendapatkan porsi tidur yang cukup panjang sebelum dibangunkan untuk sahur. Ingat, Bunda, membangunkan anak yang baru tidur 2-3 jam jauh lebih sulit dan memicu tantrum dibandingkan membangunkan anak yang sudah tidur selama 5-6 jam.
Banyak Bunda yang bertanya, “Boleh nggak sih Si Kecil tidur siang lama-lama pas puasa?” Jawabannya: Boleh, tapi harus ada batasnya! Tidur siang atau napping adalah penyelamat untuk mengganti waktu tidur yang hilang saat sahur. Namun, jika terlalu lama, Si Kecil justru akan bangun dalam keadaan pening dan sulit tidur di malam hari.
Berikut panduan mengatur tidur siang Si Kecil:
Membangunkan Si Kecil untuk sahur adalah seni tersendiri. Agar mood-nya tidak rusak sejak pagi, Bunda bisa mencoba cara-cara berikut:
Selain pola tidur, apa yang dikonsumsi Si Kecil juga berpengaruh pada tingkat energinya, lho. Anak yang lemas karena kekurangan cairan atau lonjakan gula yang drastis cenderung lebih mudah rewel.
Menjaga pola tidur anak saat puasa memang membutuhkan kesabaran ekstra dari Bunda. Kuncinya adalah kesadaran untuk menjaga ritme tidur yang konsisten setiap harinya. Dengan lingkungan tidur yang nyaman (sleep hygiene), jam tidur malam yang lebih awal, serta durasi tidur siang yang terukur, emosi Si Kecil akan jauh lebih stabil. Puasa pun menjadi momen yang menyenangkan bagi Si Kecil, bukan beban yang membuatnya lelah sepanjang hari. Selamat mencoba, Bunda!
Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram @Unifam.id. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar lebih aman dan pasti asli!!




