Artikel

Ketika CEO Unifam Bicara Sosok Unspoken Heroes of Every Life

Post pada 25 Mei 2021

Proses peralihan CEO PT United Family Food (Unifam) dari Susylia Sukana ke Steven Wijaya bisa disebut organik. Dalam prosesnya, Steven harus bekerja keras membuktikan kepada manajemen bahwa peralihan kepemimpinan tersebut sudah tepat.

Pesan Susy ke Steven hanya satu, mempertahankan yang sudah bagus dan memperbaiki kekurangan. Amanat besar inilah yang lantas membuat Steven mengkaji  semua bisnis Unifam.

Satu bulan pertama, Steven habiskan hanya untuk mendengarkan suara dari karyawan, supervisor, manajer, dan para distributor. Apa yang bagus dan yang kurang bagus digali, kemudian meminta pandangan mereka, apa yang perlu diperbaiki.

Saat itu juga, Steven langsung merancang visi dan misi baru bagi Unifam  yang kelak  membimbing mencapai kesuksesan. Sebuah visi dan misi yang membuat organisasi menjadi lebih fokus. Alhasil, organisasi menjadi tahu apa yang ingin dilakukan.

Sebagai pemimpin, Steven ingin visi dan misi itu merupakan hasil collaborative approach dari semua top manajemen. Harapannya, visi dan misi dapat dijalankan dan dihidupi bersama oleh seluruh karyawan dan manajemen.

“Untuk membuat satu kalimat visi saja, kami butuh waktu 3 bulan. Jadi benar-benar tiap dua minggu sekali kita ketemu meeting manajemen dan sekali meeting manajemen itu bisa seharian. Setelah 3 bulan baru muncul satu kalimat visi. Belum misinya,” kata Steven.

Baca juga: Gaya Kepemimpinan Ibu Susy di Mata Karyawan Unifam

Dalam refleksinya mencari visi misi, Steven menemukan beberapa nilai yang sangat melekat pada sosok Susy. Sebut saja sosok yang sangat pemaaf, selalu mengutamakan kekeluargaan, dan wanita kuat. Satu lagi, Susy merupakan pebisnis wanita yang selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga meski waktunya banyak tersita untuk pekerjaan.

Dari situ Steven lantas berpikir, ia yakin Susy tidak sendirian di dunia ini. Pasti banyak sosok yang sama seperti Ibu Susy. Siapakah mereka?

“Mereka adalah unspoken heroes of every life. Mereka adalah orang-orang yang tak terekspos media, orang-orang yang kurang menarik untuk di-cover wartawan. Atau mungkin tidak  pernah ada yang tahu perjuangannya dan sebagainya. Dan bila tidak ada orang-orang ini maka tidak akan membuat sebuah family itu bisa bertumbuh dan menjadi tonggak penting dalam satu masyarakat,” jelas Steven.

Dalam proses merenung itulah akhirnya Steven menemukan misi yang akan digunakan oleh Unifam. “Dan misi ini dibikin bukan karena sok-sok keren, tapi memang misi ini datang dari hati sang founder itu seperti apa,”ujar Steven.

Maka misi yang akan dilayani oleh Unifam adalah To honor the unspoken hero of everyday life in every family. “Saya berharap ini menjadi misi yang jelas bagi Unifam. Dan ke depan apabila kita melakukan CSR, kita tak akan lagi bagi-bagi beras. Akan tetapi akan saya akan gunakan dana itu untuk membantu seseorang di luar sana dari keluarga yatim piatu dimana demi adik-adiknya ia terpaksa putus sekolah dan bekerja demi membiayai sekolah adik-adiknya. Mending dana CSR kita gunakan untuk beasiswa orang itu, untuk unspoken hero itu,” ujar Steven.

Nah lantas untuk bisa menjalankan misi ini, Unifam ini akan menjadi perusahaan seperti apa? Visi Unifam adalah “To become a customer experience oriented world –class player with a positive team and family spirit in the food industry”.

Dalam visi tersebut mengandung tiga komponen penting yang merupakan gabungan antara strategi Unifam dan budaya yang ingin dibangun. Tiga komponen tersebut adalah:

1. To become a customer experience (CX)
2. Oriented world class player (operational excellent)
3. a positive team and family spirit in the food industry (culture)

Lebih lanjut Steven mengatakan, gabungan customer experience dan operational excellent ini merupakan strategi yang dipilih Unifam. Sedangkan budaya apa yang ingin dibangun di Unifam ialah “a positive team and family spirit in the food industry.”

“Sehingga visi ini menjadi sesuatu yang meaningfull. Jadi kami percaya bila kita membangun dari culture ini a positive team and family spirit, dengan strategi gabungan antara customer experience (CX) dan operational excellent, maka diharapkan kita bisa merealisasikan misi,” jelas Steven.

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel