Articles

Hangatnya Pelukan Bunda: 7 Manfaat untuk Kesehatan dan Emosi Ibu dan Anak

Post pada 16 Jan 2026

Halo Bunda! Pernah nggak sih Bunda berpikir betapa kecilnya pelukan, tapi sejuta maknanya? Pelukan bukan sekadar gerakan fisik biasa,  ia adalah “bahasa cinta” yang paling cepat dipahami oleh hati, terutama antara Ibu dan anak. Apalagi menjelang International Hug Day pada 21 Januari, momen yang pas banget untuk merayakan kehangatan sentuhan kasih sayang.

Di artikel ini, kita akan ngobrol asyik tentang 7 manfaat pelukan buat Ibu, kenapa pelukan itu penting banget untuk hubungan emosional, dan bagaimana sentuhan sederhana ini bisa bikin suasana hati dan tubuh lebih sehat. Yuk kita mulai!

Baca juga: Parenting Tanpa Guilt: 10 Cara Ibu dan Ayah Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Rutinitas Harian

Apa Itu International Hug Day?

international hug day dan manfaat pelukan

Setiap 21 Januari, dunia memperingati International Hug Day atau National Hugging Day,  hari untuk mengingatkan kita bahwa pelukan itu penting! Hari ini diinisiasi untuk mendorong orang saling memberi pelukan sebagai bentuk kasih sayang, dukungan, dan komunikasi emosional.

Bunda, momen ini bisa jadi alasan cantik buat lebih sering memberikan pelukan tulus kepada si kecil atau bahkan pasangan, karena ternyata sentuhan hangat itu punya dampak luar biasa!

7 Manfaat Pelukan untuk Bunda: Cara Sederhana Menguatkan Hati, Tubuh, dan Ikatan Emosi

manfaat pelukan uintuk bunda

Pelukan sering kali terasa seperti hal kecil yang spontan. Tapi buat Bunda, pelukan punya makna yang jauh lebih dalam. Di tengah rutinitas mengurus anak, rumah, dan segudang peran lainnya, pelukan bisa menjadi jeda sejenak untuk bernapas, menenangkan diri, dan kembali terhubung secara emosional. Bukan hanya untuk anak, tapi juga untuk diri Bunda sendiri. Di bawah ini, kita akan membahas satu per satu 7 manfaat pelukan untuk Bunda, mulai dari kesehatan mental, fisik, sampai hubungan emosional yang lebih hangat dengan si kecil.

1. Kurangi Stres & Cemas

Menjadi Bunda itu penuh cinta, tapi juga penuh tekanan. Ada hari-hari ketika badan capek, pikiran penuh, dan emosi terasa campur aduk. Di saat seperti itu, pelukan bisa jadi penenang paling sederhana. Saat Bunda memeluk anak atau pasangan, tubuh secara alami menurunkan hormon stres (kortisol) dan menggantinya dengan hormon yang membuat perasaan lebih tenang.

Pelukan memberi sinyal ke otak bahwa Bunda sedang aman. Tidak sedang sendirian. Tidak perlu kuat sendirian. Bahkan pelukan singkat pun bisa membuat napas terasa lebih lega dan pikiran sedikit lebih ringan. Kadang, tanpa perlu curhat panjang, satu pelukan sudah cukup untuk berkata, “Aku capek, tapi aku tidak sendiri.”

2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Siapa sangka, kebiasaan sederhana seperti berpelukan ternyata juga berdampak ke daya tahan tubuh? Riset menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan emosional hangat dan sering mendapatkan sentuhan penuh kasih cenderung lebih jarang sakit.

Pelukan membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik, dan stres yang lebih terkontrol artinya sistem imun bisa bekerja lebih optimal. Jadi, saat Bunda memeluk si kecil, bukan cuma hati yang hangat, tapi tubuh pun ikut “diisi ulang”. Pelukan menjadi salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan, tanpa obat, tanpa biaya, tapi penuh cinta.

3. Baik untuk Jantung dan Tekanan Darah

Rutinitas harian yang padat sering bikin tubuh bekerja ekstra keras, termasuk jantung. Menariknya, pelukan yang hangat bisa membantu menenangkan sistem saraf, menurunkan detak jantung, dan membantu tekanan darah menjadi lebih stabil.

Bayangkan momen setelah seharian mengurus rumah, anak, dan berbagai urusan lain. Saat Bunda duduk, lalu si kecil datang dan memeluk erat. Ada rasa hangat yang mengalir pelan-pelan, seolah tubuh berkata, “Tenang… kamu boleh istirahat sebentar.” Pelukan seperti ini bukan hanya menenangkan emosi, tapi juga baik untuk kesehatan jantung Bunda dalam jangka panjang.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental bagi Ibu Rumah Tangga: Self-Care yang Menyegarkan untuk Ibu Muda

international hug day - manfaat pelukan untuk bunda

4. Tingkatkan Kebahagiaan

Pelukan identik dengan rasa bahagia, dan itu bukan cuma perasaan semata. Saat Bunda berpelukan, tubuh melepaskan oksitosin, hormon yang sering disebut sebagai hormon cinta atau hormon kedekatan. Hormon ini membantu meningkatkan rasa bahagia, aman, dan nyaman.

Itulah kenapa pelukan sering terasa bikin nagih. Bukan karena berlebihan, tapi karena tubuh memang meresponsnya dengan positif. Pelukan bisa mengubah hari yang tadinya terasa berat menjadi sedikit lebih ringan. Di tengah kesibukan, pelukan menjadi pengingat kecil bahwa kebahagiaan itu sering kali hadir dalam bentuk yang sangat sederhana.

5.  Meredakan Rasa Sakit

Pelukan juga punya peran penting dalam meredakan rasa sakit, baik secara fisik maupun emosional. Saat tubuh mendapatkan sentuhan yang menenangkan, otak cenderung mengalihkan fokus dari rasa tidak nyaman. Inilah sebabnya kenapa anak yang terjatuh sering langsung berhenti menangis setelah dipeluk.

Untuk Bunda sendiri, pelukan bisa membantu meredakan pegal, lelah, atau rasa tidak enak badan setelah aktivitas seharian. Mungkin tidak langsung menghilangkan sakit sepenuhnya, tapi pelukan memberi rasa nyaman yang membuat tubuh lebih rileks dan proses pemulihan terasa lebih ringan.

6. Memperkuat Ikatan Emosional

Pelukan adalah jembatan emosi antara Bunda dan anak. Lewat pelukan, anak merasa diterima, dicintai, dan aman tanpa harus banyak bicara. Kontak fisik yang hangat ini membangun rasa percaya dan kedekatan yang kuat sejak dini.

Buat anak, pelukan Bunda adalah tempat pulang. Tempat di mana mereka boleh merasa sedih, takut, atau lelah tanpa perlu menjelaskan apa-apa. Dan buat Bunda, pelukan anak sering kali menjadi sumber energi emosional yang tak tergantikan. Inilah kenapa pelukan disebut sebagai cara tercepat untuk saling memahami emosi.

7. Membantu Komunikasi Non-Verbal

Tidak semua perasaan bisa diungkapkan dengan kata-kata, terutama oleh anak. Di sinilah pelukan berperan sebagai bahasa non-verbal yang sangat kuat. Lewat pelukan, Bunda bisa mengatakan, “Aku ada di sini,” tanpa perlu menjelaskan panjang lebar.

Saat anak sedang rewel, sedih, atau kelelahan, pelukan sering kali lebih efektif daripada nasihat. Begitu juga sebaliknya, saat Bunda merasa lelah, pelukan dari anak bisa menjadi penguat emosional yang luar biasa. Pelukan membantu Bunda dan anak saling mendengar, meski tanpa suara.

Baca juga: Kenali Tanda Tumbuh Kembang Anak yang Sehat dan Optimal

Pelukan sebagai Bahasa Emosi Pertama Anak

Anak belum tentu bisa menjelaskan perasaannya dengan kata-kata. Ada kalanya mereka hanya merasa bingung, lelah, atau sedih tanpa tahu bagaimana mengungkapkannya. Di momen seperti inilah pelukan hangat dari Bunda bekerja dengan cara yang sangat ajaib. Lewat sentuhan, anak langsung merasa aman, diterima, dan dipahami tanpa perlu banyak penjelasan.

Pelukan menjadi bahasa emosi pertama yang dikenali anak. Dari sana, mereka belajar bahwa cinta tidak selalu harus diucapkan, tapi bisa dirasakan. Saat anak dipeluk, tubuh dan hatinya menangkap pesan kuat bahwa mereka dicintai tanpa syarat. Rasa aman ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri, kestabilan emosi, dan kemampuan anak menghadapi tantangan di masa tumbuh kembangnya.

Pelukan juga bukan hanya milik anak. Bagi Bunda, pelukan adalah pengingat bahwa di tengah lelah dan rutinitas, selalu ada ruang untuk terhubung kembali. Pelukan bukan sekadar gestur manis, tapi kekuatan nyata yang menenangkan hati, memperkuat ikatan keluarga, dan bahkan berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Dari membantu meredakan stres hingga meningkatkan rasa bahagia, pelukan adalah hadiah harian yang sederhana namun penuh makna.

Jadi, Bunda, jangan ragu untuk sering-sering memeluk orang-orang tercinta, terutama di momen spesial seperti International Hug Day, 21 Januari. Tidak perlu menunggu alasan besar, karena sering kali cinta paling besar justru lahir dari pelukan kecil yang tulus.

Mau terus dapat tips parenting dan kesehatan yang hangat dan relevan untuk Bunda? Yuk, follow Instagram @Unifam.id.

Dan ingat, pastikan Bunda membeli produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia, supaya aman dan terjamin kualitasnya.

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel