Articles

Lelah Momong Seharian tapi Suami Cuek? Ini Cara “Sentil” Suami Agar Peka Tanpa Bikin Ribut

Post pada 21 Oct 2026

Suatu sore, sebuah notifikasi DM Instagram masuk ke akun kita. Isinya curhatan yang rasanya mewakili jeritan hati banyak Bunda di luar sana:

​”Min, jujur aku capek banget. Seharian ngurus si Kecil yang lagi aktif-aktifnya, rumah berantakan, cucian numpuk, belum lagi menyiapkan makan. Pas suami pulang kerja, aku berharap setidaknya dia nanya ‘Kamu capek ya?’ atau bantu pegang anak sebentar. Tapi yang terjadi? Dia cuma nyapa sekadarnya, terus sibuk main HP atau rebahan. Rasanya sakit hati dan ngerasa sendirian banget, Min. Mau negur tapi takut malah jadi berantem hebat. Gimana ya cara ngomongnya?”

​Bunda, kalau membaca pesan di atas membuat dada terasa sesak atau mengangguk setuju, tahu tidak? Bunda tidak sendirian. Banyak sekali ibu muda yang mengalami fase ini. Ketika energi sudah terkuras habis setelah seharian mengasuh anak, respon suami yang terkesan cuek bisa terasa sangat menyakitkan.

​Lantas, bagaimana sih cara menghadapi suami cuek setelah momong anak seharian tanpa harus memicu pertengkaran rumah tangga? Yuk, kita bahas perlahan sambil minum teh hangat di waktu senggang Bunda!

Baca juga: ‘Layar Mati, Rumah Hidup’: Pengalaman Sebulan ‘Screen-Free Weekend’ yang Mengubah Suasana Rumah Kami

Kenapa Suami Terlihat Cuek Ya, Bunda?

​Sebelum kita emosi duluan, mari kita coba intip dari sudut pandang yang berbeda. Sering kali, sifat “cuek” suami bukanlah tanda bahwa dia tidak sayang atau tidak peduli pada Bunda dan si Kecil.

​Pria Bukan Pembaca Pikiran

Secara psikologis, kebanyakan pria berpikir secara langsung (direct). Kalau Bunda tidak mengatakannya secara gamblang, mereka benar-benar tidak paham kalau Bunda sedang butuh bantuan atau butuh dipeluk. Bagi suami, jika Bunda diam saja, berarti semuanya aman-aman saja.

​Sama-sama Lelah dengan Cara Berbeda

Suami yang baru pulang bekerja mungkin mengalami kelelahan mental dari tekanan kantor, kemacetan jalan, atau beban pekerjaan. Ketika sampai di rumah, refleks pertamanya adalah “menutup diri” sebentar (unwind) dengan melihat ponsel atau menonton TV.

Ketidakmampuan Mengungkapkan Emosi

Banyak pria yang tidak terbiasa mengutarakan perasaan lelahnya. Sebagai dampaknya, mereka memilih diam atau menarik diri saat energi mereka habis.

​Memahami hal ini bukan berarti membela perilaku suami ya, Bunda. Tapi, memahami akar masalahnya akan membantu Bunda menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif.

Baca juga: Cinta Setelah Menikah: Cara Menjaga Hubungan Suami Istri Agar Tetap Mesra dan Terhindar dari Perselingkuhan

cara menyampaikan kebutuhan ke suami tanpa ribut

​5 Langkah Menyampaikan Kebutuhan ke Suami Tanpa Bikin Ribut

​Menghadapi pasangan yang pasif atau cuek memang butuh kesabaran ekstra. Agar keinginan Bunda tersampaikan tanpa drama bentrokan emosi, coba terapkan langkah-langkah santai berikut ini:

​1. Hindari Mengobrol Saat “Lampu Merah” (Sama-Sama Lelah)

​Waktu adalah kunci utama! Mengajak suami bicara saat dia baru melangkah masuk pintu rumah dengan sisa tenaga nol, sementara Bunda sendiri sedang berada di puncak kekesalan, adalah resep ampuh memicu percekcokan.

​Tunggu momen yang lebih tenang. Misalnya, setelah suami selesai mandi, sudah makan, atau ketika si Kecil sudah tertidur pulas di malam hari. Suasana yang tenang akan membuat pikiran suami lebih terbuka menerima obrolan.

2. Pakai Rumus I-Message, Bukan You-Message

​Saat kita kesal, kalimat yang keluar sering kali diawali kata “Kamu…”:

  • ​”Kamu kok cuek banget sih!”
  • ​”Kamu nggak pernah mau bantuin aku!”

​Secara alami, kalimat yang menyudutkan seperti ini akan membuat suami memasang benteng pertahanan dan balik menyerang. 

Coba ubah pendekatan menggunakan teknik I-Message, di mana Bunda fokus mengutarakan perasaan sendiri:

  • ​”Papi, aku capek banget seharian ini momong adek. Boleh bantu aku pegang adek 15 menit aja biar aku bisa mandi dengan tenang?”
  • ​”Aku merasa kesepian deh kalau Papi main HP terus pas pulang. Aku butuh temen ngobrol sebentar.”

Baca juga: Curhat ke Suami Malah Dikasih Solusi? Kenapa Ibu Muda Butuh Sahabat Sesama Ibu demi Waras Bersama

​3. Berikan Tugas yang Spesifik

​Bunda, pria itu butuh instruksi yang jelas! Mengatakan “Bantu aku dong!” sering kali bikin suami bingung harus mulai dari mana, yang akhirnya malah membuat mereka diam saja.

​Cobalah berikan permintaan yang konkret:

  • ​”Bisa tolong gantiin popok adek ya?”
  • ​”Tolong cuci piring yang ada di bak cuci ya, Sayang.”
  • ​”Papi yang pegang adek, aku yang bereskan mainan.”

​Ketika diberi petunjuk yang jelas, suami biasanya akan lebih siap dan sigap untuk bertindak.

​4. Hargai Usaha Kecil Pasangan

​Kalau suami sudah mencoba membantu, meskipun hasilnya belum sebersih atau sesempurna standar Bunda, apresiasi usahanya! Ucapan sederhana seperti, “Makasih ya udah bantu nemenin adek main, aku jadi bisa nafas sebentar,” akan membuat suami merasa dihargai. Pujian hangat ini justru memotivasi suami untuk lebih peka dan rajin membantu di kemudian hari.

​5. Jangan Biarkan Komunikasi Berubah Jadi Silent Treatment

​Saking kesalnya karena suami cuek, tak jarang Bunda memilih ikut diam, bermuka masam, atau membanting pintu harapan agar suami peka. Hati-hati ya Bunda, aksi saling mendiamkan (silent treatment) ini justru bisa merusak hubungan dalam jangka panjang.

​Jika Bunda penasaran bagaimana cara mengatasi dorongan saling diam ini, Bunda bisa membaca panduan lengkapnya di artikel Cara Cerdas Menghadapi Silent Treatment dari Pasangan. Komunikasi yang terbuka dan jujur selalu menjadi jalan keluar terbaik dibanding saling berdiam diri.

Hangatkan Kebersamaan Keluarga Bersama Pilihan Unifam

Membangun kerja sama yang harmonis dalam rumah tangga dimulai dari komunikasi yang hangat serta momen santai berkualitas bersama orang tersayang. Sempurnakan waktu istirahat Bunda dan keluarga dengan menghadirkan camilan bernutrisi pilihan dari Unifam yang aman, lezat, dan bersertifikasi.

Menjaga Waras Bareng-Bareng: Kunci Harmonis Ada pada Komunikasi yang Tepat

​Bunda, ingat ya, pernikahan dan pengasuhan anak (parenting) adalah teamwork. Bunda bukan superwoman yang harus menanggung semua beban sendirian sampai habis tenaga.

​Jikalau Bunda merasa lelah, tak apa untuk menurunkan sedikit standar kerapihan rumah. Piring kotor yang menumpuk sebentar atau mainan berserakan tidak akan merusak masa depan anak. Yang jauh lebih penting adalah kesehatan mental Bunda dan keharmonisan hubungan dengan suami.

​Sisihkan waktu untuk me-time sederhana. Minta suami menjaga si Kecil selama 30 menit di akhir pekan agar Bunda bisa mandi air hangat, masker wajah, atau sekadar menikmati camilan favorit tanpa gangguan.

​Menghadapi suami yang cuek setelah seharian mengasuh anak memang membutuhkan kombinasi kehati-hatian, empati, dan komunikasi yang tepat. Suami bukan tidak peduli, sering kali mereka hanya tidak tahu cara mengekspresikan perhatian atau bingung harus memulai dari mana. Dengan menyampaikannya secara jujur, spesifik, dan di waktu yang tepat tanpa nada menyalahkan, Bunda dapat mengajak suami kembali bekerja sama demi rumah tangga yang hangat dan bahagia.

​Suka dengan tips pengasuhan dan cerita seputar dunia parenting seperti ini, Bunda?

​Yuk, menjadi bagian dari komunitas ibu-ibu hebat lainnya dengan follow Instagram @Unifam.id! Dapatkan beragam info menarik, kuis berhadiah, hingga tips keluarga harmonis setiap harinya.

​Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan camilan favorit keluarga dari Unifam untuk menemani waktu santai Bunda dan si Kecil. Dapatkan produk-produk resmi dan berkualitas dari Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia ya, Bunda! Selamat mencoba tipsnya.

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel