Post pada 02 Apr 2025
Menyambut kehadiran bayi baru adalah momen yang membahagiakan, dan dalam proses ini, peran ayah ternyata memiliki dampak yang besar. Ayah tidak hanya menjadi pendamping ibu secara emosional dan fisik, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan dalam membangun ikatan dengan bayi sejak dini.
Keterlibatan ayah dalam mengasuh, memberikan sentuhan, dan berinteraksi dengan bayi, bahkan sejak hari-hari pertama kelahiran, terbukti penting untuk perkembangan bayi yang optimal. Dukungan ayah terhadap ibu, terutama dalam proses menyusui, juga menciptakan lingkungan yang positif bagi tumbuh kembang si kecil. Dengan demikian, peran ayah dalam menyambut dan merawat bayi baru lahir adalah krusial dan tidak boleh diabaikan.
Menyambut Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April, penting bagi kita untuk mengenali peran ayah dalam kesehatan bayi baru lahir (newborn) dan tumbuh kembang si Kecil. Yuk, simak lebih lanjut!
Ayah memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir. Keterlibatannya tidak hanya sebatas memberikan dukungan emosional kepada ibu, tetapi juga secara aktif berkontribusi dalam perawatan bayi. Ayah dapat membantu dalam memantau kondisi bayi, seperti suhu tubuh dan frekuensi buang air, serta memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup.
Selain itu, ayah juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan aman bagi bayi, serta sigap dalam mencari bantuan medis jika ada tanda-tanda masalah kesehatan. Kemitraan yang baik antara ayah dan ibu dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir akan memberikan fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang anak di masa depan.
Berikut Hal Yang Bisa dilakukan Ayah Untuk Menjaga Kesehatan Si Kecil :
Saat si kecil baru lahir, pelukan dari ayah tidak hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga membangun ikatan batin yang kuat. Ternyata, pelukan dari ayah memberikan rasa aman pada bayi, lho. Menurut penelitian, sentuhan fisik dan kasih sayang yang diberikan oleh ayah dapat mengurangi stres pada bayi, serta membantu perkembangan emosionalnya.
Bunda, kamu pasti sudah tahu bahwa kontak kulit dengan kulit sangat penting pada bayi baru lahir. Nah, ayah bisa ikut ambil bagian dalam ini dengan melakukan skin-to-skin contact atau kontak kulit ke kulit, meskipun hanya beberapa menit sehari. Aktivitas ini membantu bayi merasa lebih tenang, lebih rileks, dan juga memperlancar pernapasannya. Tidak hanya itu, pelukan ayah juga dapat menurunkan tingkat kecemasan pada si kecil!
Bunda pasti tahu betapa pentingnya peran ayah dalam mendukung ibu, terutama dalam proses pemulihan pasca melahirkan. Bayi baru lahir membutuhkan perhatian 24/7, dan ini kadang membuat Bunda merasa lelah dan stres. Di sinilah peran ayah dalam menjaga kesehatan mental Bunda sangat berarti.
Ketika ayah memberikan dukungan emosional, misalnya dengan membantu mengurus si kecil atau sekadar memberikan waktu untuk Bunda beristirahat, maka kesehatan mental Bunda pun terjaga. Sebab, jika Bunda merasa lebih tenang dan bahagia, maka itu akan berdampak positif juga terhadap tumbuh kembang si kecil. Ayah, kamu juga bisa membantu dengan menjadi pendengar yang baik bagi Bunda.
Ayah, mungkin selama ini kamu merasa kurang terlibat dalam masalah fisik si kecil, karena kebanyakan urusan sepertinya selalu jatuh ke tangan ibu. Padahal, ayah juga bisa sangat berperan dalam memantau kesehatan bayi baru lahir, lho. Misalnya, mengamati pola tidur, pola makan, atau bahkan memantau apakah si kecil menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan, seperti menangis terus-menerus atau kesulitan tidur.
Dengan peran aktif ini, ayah membantu Bunda untuk mengenali tanda-tanda penyakit atau masalah fisik yang mungkin belum terdeteksi. Ayah bisa juga mendampingi Bunda saat memeriksakan bayi ke dokter untuk memastikan bahwa tumbuh kembang si kecil berjalan lancar dan sehat.
Menjaga kesehatan bayi bukan hanya soal memberi makan dan tidur yang cukup. Lingkungan yang nyaman dan sehat juga sangat penting. Ayah berperan dalam menciptakan suasana yang positif di rumah, baik dari segi fisik (seperti menjaga kebersihan rumah) maupun suasana emosional. Sebuah rumah yang penuh kasih sayang dan tidak penuh stres akan mendukung perkembangan bayi secara optimal.
Selain itu, ayah juga bisa membantu dengan menjaga pola hidup sehat di rumah. Misalnya, memastikan bahwa ibu mendapat makanan bergizi, membantu dengan pekerjaan rumah, dan memastikan si kecil mendapat udara segar dengan jalan-jalan ringan di luar rumah.
Tidak hanya ibu, ayah juga berperan dalam membantu bayi baru lahir mengenal dunia di sekitarnya. Walaupun masih dalam tahap awal, bayi sudah mulai merespons suara dan wajah. Ayah bisa membantu dengan berbicara pada bayi, memberikan stimulasi suara dengan nada lembut, atau sekadar menunjukkan ekspresi wajah yang ramah. Ini akan mempercepat perkembangan sosial dan komunikasi bayi.
Bunda, selain memberikan ASI atau merawat bayi secara fisik, Ayah juga berperan penting dalam merangsang perkembangan sosial si kecil. Bahkan, mengenalkan bayi pada lingkungan yang sehat dengan interaksi positif juga sangat membantu perkembangan psikologis dan emosional mereka.
Bunda, bisa kita lihat bahwa peran ayah dalam kesehatan bayi baru lahir itu sangat besar dan beragam! Ayah bukan hanya sekadar pencari nafkah, tetapi juga mitra yang tak tergantikan dalam merawat dan membimbing perkembangan si kecil. Dari memberikan pelukan yang menenangkan, mendukung kesehatan fisik dan mental Bunda, hingga menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, semua ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi tumbuh kembang bayi.
Jadi, untuk Ayah di luar sana, jangan pernah ragu untuk ikut terlibat aktif dalam pengasuhan bayi baru lahir. Keberadaanmu sangat berarti, dan tidak hanya membuat bayi sehat secara fisik, tetapi juga emosional dan mental. Selamat merayakan peran ayah yang luar biasa, dan semoga artikel ini menginspirasi Bunda dan Ayah dalam menjalani peran pengasuhan yang penuh cinta!
Jangan lupa follow Instagram @unifam.id dan beli produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia.