Post pada 14 Jan 2026
Bunda, pernahkah Si Kecil bertanya tentang apa itu Isra Mi’raj atau bagaimana Rasulullah SAW bisa pergi ke langit dalam waktu semalam saja? Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar dongeng sebelum tidur, melainkan sebuah gerbang besar untuk mengenalkan edukasi agama anak yang penuh makna. Melalui cerita perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga menembus Sidratul Muntaha, kita bisa mengajarkan bahwa bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin.
Mengenalkan kisah ini sejak dini membantu Si Kecil membangun imajinasi yang positif tentang kebesaran Tuhan. Bunda tidak perlu menggunakan bahasa yang terlalu berat; cukup ceritakan dengan penuh antusiasme seolah-olah Bunda sedang membawa Si Kecil ikut serta dalam perjalanan cahaya tersebut. Dengan begitu, nilai-nilai spiritual akan masuk ke dalam hati mereka dengan cara yang manis dan membekas.

Peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah SAW ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik menembus langit, melainkan sebuah madrasah kehidupan yang penuh dengan pesan cinta dari Allah. Bagi kita sebagai orang tua, momen ini menyediakan kurikulum spiritual yang sangat kaya untuk dibagikan kepada buah hati tercinta. Dengan menyelami kisah ini lebih dalam,
Bunda bisa menemukan mutiara-mutiara hikmah yang dapat membentuk karakter dan memperkuat akar iman Si Kecil sejak dini. Yuk, kita simak bersama apa saja nilai-nilai spiritual yang bisa kita petik dan ajarkan kepada Si Kecil agar ia tumbuh menjadi pribadi yang berhati teguh!
Mengenalkan peristiwa Isra Mi’raj kepada Si Kecil adalah langkah awal yang sangat baik untuk membangun fondasi imannya. Melalui kisah ini, Bunda bisa menanamkan pemahaman bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, bahkan hal-hal yang bagi akal manusia terasa mustahil. Dengan cara bercerita yang penuh kehangatan, Si Kecil akan mulai menyadari bahwa ia memiliki Tuhan yang sangat hebat dan penyayang, sehingga tumbuh rasa bangga dan cinta terhadap agamanya sejak usia dini.
Sebelum terjadinya Isra Mi’raj, Rasulullah SAW mengalami masa yang sangat berat yang disebut Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Beliau kehilangan istri tercinta, Sayyidah Khadijah, dan paman yang selalu melindunginya, Abu Thalib. Bunda bisa menggunakan momen ini untuk mengajarkan kepada Si Kecil bahwa rasa sedih itu manusiawi, namun keteguhan hati adalah kunci untuk bangkit kembali.
Dalam fase ini, ada beberapa poin edukasi yang bisa Bunda sampaikan kepada Si Kecil:
Salah satu bagian menarik dari edukasi agama anak dalam kisah ini adalah ketika Nabi Muhammad SAW menceritakan perjalanannya kepada kaum Quraisy. Banyak yang tidak percaya dan mengejek, namun Nabi tetap teguh menyampaikan kebenaran. Bunda bisa menekankan karakter ini agar Si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang berani berkata jujur meskipun situasinya sulit.
Berikut adalah nilai-nilai karakter yang bisa dipetik dari keberanian Nabi:
Inti dari peristiwa Isra Mi’raj adalah diterimanya perintah salat lima waktu. Bagi Si Kecil, salat mungkin awalnya terasa sebagai rutinitas belaka. Namun, jika Bunda membingkainya sebagai “oleh-oleh” spesial dari perjalanan ke langit, Si Kecil akan merasa bahwa salat adalah kebutuhan yang istimewa untuk berkomunikasi langsung dengan Allah.
Agar Si Kecil lebih semangat belajar salat, Bunda bisa mencoba pendekatan ini:

Perjalanan menembus lapisan-lapisan langit dan bertemu dengan para Nabi terdahulu adalah bagian yang sangat disukai anak-anak. Ini adalah kesempatan emas bagi Bunda untuk mengasah kecerdasan spiritual Si Kecil. Bunda bisa menjelaskan bahwa dunia ini sangat luas dan ada kekuatan besar yang mengaturnya, sehingga Si Kecil tidak tumbuh menjadi pribadi yang sombong.
Imajinasi Si Kecil bisa diarahkan dengan listicle sederhana berikut:
Bunda, mendidik anak secara spiritual memang butuh kesabaran ekstra. Kadang Si Kecil antusias, tapi tak jarang ia juga merasa bosan. Di sinilah keteguhan hati Bunda diuji. Ingatlah bahwa setiap benih kebaikan yang Bunda tanam melalui kisah-kisah Islami ini tidak akan sia-sia; mereka akan tumbuh menjadi akar yang kuat bagi karakter Si Kecil di masa depan.
Tips bagi Bunda agar tetap semangat dalam memberikan edukasi agama:
Mengajarkan makna Isra Mi’raj kepada Si Kecil adalah investasi jangka panjang untuk dunianya dan akhiratnya. Momen Peringatan Peristiwa Isra Mi’raj ini bisa Bunda jadikan momentum edukasi agama anak, sehingga si kecil lebih mengenal kembali kisah-kisah Rosululloh SAW dan mengambil hikmah dalam kehidupan kita.
Dengan menjadi pembimbing yang tenang dan penuh kasih, Bunda membantu Si Kecil memahami bahwa hidup mungkin akan memberikan ujian berat, namun keteguhan hati dan kedekatan dengan Allah akan selalu memberikan jalan keluar.
Agar edukasi agama anak tidak terasa membosankan, Bunda bisa menciptakan aktivitas seru di rumah yang bertema Isra Mi’raj. Pembelajaran spiritual tidak harus selalu duduk diam mendengarkan ceramah, tapi bisa melalui pengalaman langsung yang melibatkan panca indera Si Kecil.
Beberapa ide aktivitas yang bisa Bunda lakukan bersama Si Kecil:
Melalui edukasi agama anak yang tepat, Si Kecil tidak hanya hafal urutan kejadiannya, tetapi benar-benar meresapi hikmah di baliknya. Semoga dengan meneladani keteguhan hati Rasulullah SAW, Si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, jujur, dan selalu menjadikan salat sebagai pelipur lara dalam setiap langkah hidupnya.
Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram @Unifam.id. Dan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar lebih aman dan pasti asli!




