Artikel

Tips Parenting: Menghadapi si Kecil yang Berbohong Soal Puasa! Jangan Marah Dulu, Bunda

Post pada 18 Mar 2024

Halo, Bunda! Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, tentu Bunda ingin si kecil ikut berpuasa atau belajar menjalankan puasa. Menjadi orangtua memang tidak selalu mudah, terutama ketika kita dihadapkan pada situasi di mana si kecil berbohong, terutama tentang hal-hal sensitif seperti puasa.

Tidak jarang, anak-anak akan mencoba untuk mengelak atau berbohong tentang kegiatan mereka, termasuk ketika mereka sebenarnya tidak menjalankan puasa dengan benar. Nah, bagaimana cara menghadapinya? 

Sebaiknya Bunda jangan buru-buru terpancing emosi untuk  marah. Simak tips-tips parenting ringan berikut ini tentang bagaimana menghadapi si kecil yang ketahuan berbohong soal puasa.

1. Dengarkan dengan Empati

Ketika Bunda mengetahui si kecil berbohong, hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah menahan diri untuk tidak marah dan menghakimi. Marah hanya akan membuat si kecil takut dan tidak mau terbuka pada Bunda. 

Penting bagi Bunda untuk tetap tenang dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Jangan langsung menuduh atau marah, karena bisa membuat si kecil merasa tertekan dan tidak mau berbicara. Dengarkan alasan mereka dengan empati, mungkin ada penyebab tertentu yang membuat mereka sulit menjalankan puasa dengan baik.

2. Jelaskan Pentingnya Puasa

Ajak si Kecil untuk duduk bersama dan jelaskan secara lembut pentingnya menjalankan puasa. Bicarakan nilai-nilai dan manfaat spiritual yang terkandung di dalamnya. Dengan memahami makna puasa secara lebih mendalam, diharapkan si kecil akan lebih termotivasi untuk melakukannya dengan baik.

Bunda bisa menggunakan cerita, permainan, atau video edukasi dalam menjelaskan tentang puasa kepada si kecil agar lebih menarik. Selain itu Bunda juga bisa berbagi pengalaman Bunda sendiri saat pertama kali belajar berpuasa.

3. Berikan Contoh yang Baik

Bunda juga bisa memberikan contoh yang baik dengan menjalankan puasa dengan konsisten dan penuh keikhlasan. Anak akan lebih termotivasi untuk meniru perilaku orangtua, jadi tunjukkan kepada mereka betapa pentingnya puasa dalam kehidupan kita. Ingat, anak-anak merupakan peniru yang ulung. Dengan Bunda memberikan contoh dalam  menunjukkan sikap disiplin dan komitmen dalam  berpuasa, si kecil pun akan meniru.

4. Bangun Komunikasi Terbuka

Selalu dorong si kecil untuk berkomunikasi secara terbuka dengan Bunda. Buatlah lingkungan yang nyaman dan aman agar mereka merasa bisa berbicara tentang apa pun tanpa takut dihakimi. Dengan demikian, si kecil akan lebih berani untuk jujur tentang kesulitan yang mereka hadapi dalam menjalankan puasa.

Ajak si kecil untuk duduk bersama Bunda di tempat yang nyaman. Tanyakan dengan suara yang tenang dan penuh kasih sayang mengapa si kecil berbohong tentang puasanya. Dengarkan penjelasannya dengan seksama tanpa menyela.

Baca juga: 10 Cara Membangun Komunikasi yang Baik di Keluarga

5. Ajarkan Nilai Kejujuran

Kejujuran adalah nilai yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini. Jelaskan betapa pentingnya kejujuran dalam hubungan antara orangtua dan anak, serta dalam kehidupan sehari-hari. Berikan pujian ketika anak berani jujur, meskipun menghadapi kesalahan. Jangan sampai Bunda malah marah karena kesalahannya, hal ini bisa membuat si Kecil enggan berkata jujur ke depannya loh. 

cara menghadapi anak yang berbohong saat puasa

6. Berikan Dukungan dan Dorongan

Bantu anak untuk mengatasi kesulitan dalam menjalankan puasa dengan memberikan dukungan dan dorongan. Bunda bisa memberikan motivasi serta membantu mereka mencari solusi untuk mengatasi rintangan yang mereka hadapi.

Bunda bisa memberikan pujian dan penghargaan kepada si kecil saat dia berhasil berpuasa. Bantu dia untuk tetap semangat dengan mengingatkannya tentang pahala puasa dan manfaatnya bagi kesehatan.

Bunda dapat siapkan camilan kesukaan si Kecil, Milkita Bites saat nanti buka puasa. Atau permen kesukaan Jagoan Neon untuk si Kecil sebagai apresiasi kepada si Kecil karena telah menjalankan puasa. Bunda dapat beli di Official Store Unifam di Shopee dan Tokopedia. 

7. Tegakkan Konsekuensi yang Jelas

Saat si kecil terus-menerus berbohong tentang puasa, penting untuk menegakkan konsekuensi yang jelas. Namun, pastikan konsekuensi tersebut bersifat mendidik dan tidak terlalu berat. Misalnya, anak harus melakukan kegiatan yang bermanfaat sebagai pengganti waktu yang seharusnya dihabiskan untuk berpuasa.

Bunda bisa membuat perjanjian dengan si kecil tentang apa yang akan dia lakukan jika dia tidak kuat berpuasa. Misalnya, si kecil bisa mengganti puasanya dengan qadha di hari lain. Hal ini akan  membantu  si kecil untuk lebih bertanggung jawab atas tindakannya.

8. Bersyukur atas Kemajuan Kecil

Apresiasi setiap kemajuan kecil yang anak tunjukkan dalam menjalankan puasa. Bersyukur atas usaha mereka meskipun mungkin belum sempurna. Ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk terus berusaha dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Bunda juga dapat siapkan makanan buka puasa kesukaan si Kecil sebagai bentuk apresiasi ini, salah satunya es serut rasa buah yang enak РPino. Es Serut Buah. 

Baca juga: Tips Menjaga Gizi Seimbang Anak

9. Pantau dan Berikan Dukungan Lanjutan

Pantau perkembangan anak secara teratur dan berikan dukungan lanjutan sesuai kebutuhan. Bunda bisa bertanya tentang bagaimana puasa mereka berjalan dan memberikan bimbingan jika diperlukan. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi perlakukan mereka secara individual.

10. Doakan Kebenaran dan Kesabaran

Terakhir, Bunda, berdoalah untuk kebenaran dan kesabaran dalam mendidik anak-anak kita. Kita sebagai orangtua tidak selalu memiliki jawaban yang tepat, tetapi dengan meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa, kita akan diberikan kebijaksanaan dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan.

Dengan menerapkan tips-tips parenting di atas dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, kita dapat membantu anak-anak kita menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan menjalani ibadah puasa dengan sepenuh hati. Selamat mendampingi anak-anak kita dalam perjalanan spiritual mereka, Bunda!

Semoga tips-tips ini dapat membantu Bunda dalam menghadapi anak yang berbohong tentang puasa. Jangan ragu untuk mengadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan situasi spesifik anak Bunda.

Bagikan Artikel