Artikel

Bangun Konsep Kebiasaan Makan yang Sehat ke Anak dari Aktivitas Harian

Post pada 28 Mar 2022

Bunda mana yang enggak senang lihat buah hati makan dengan lahap. Apa yang tersaji di atas piring ludes langsung masuk mulut. Sebaliknya, bunda mana yang siap dipusingkan menghadapi anak yang emoh makan. Bukan sekadar pusing, tapi was-was terhadap tumbuh kembangnya bila perutnya tidak terisi asupan bernutrisi.

Bagi si kecil, makan hanya sekadar aktivitas memasukan makanan ke mulut. Mereka belum menyadari bila setiap makanan yang masuk ke tubuh berdampak pada kesehatan. Tambahan lagi, setiap anak punya ‘karakter’ berbeda dan unik begitu berhadapan dengan makanan.

Misalnya saja anak dengan karakter ‘si pemalas’. Dia hanya senang dengan makanan yang mudah ditelan agar tak berlama-lama menguyah. Berkebalikan dengan karakter ‘doyan makan’. Kerjaannya makan terus-terusan. Ada lagi ‘si pemilih’ yang sangat selektif memilih makanan sesuai seleranya.

Dari sinilah orangtua sebaiknya mulai mengidentifikasi karakter makan anak. Hanya yang paling penting adalah membangun konsep makan adalah aktivitas yang menyenangkan. Maksudnya, makan bukan suatu kewajiban rutin setiap hari.

Kemudian, apa langkah yang bisa dilakukan ke anak untuk membantu menanamkan kebiasaan makan yang baik? Coba bisa diikuti trik berikut ini.

1. Atur jam makan yang melibatkan seluruh keluarga

Jadikan aktivitas makan sebagai momen berkumpul seluruh keluarga. Biasanya momen ini didapatkan saat waktu sarapan dan makan malam. Dengan begitu, si kecil dapat menyaksikan sendiri aktivitas makan adalah waktu yang paling menyenangkan karena dapat berkumpul seluruh anggota keluarga.

2. Variasikan makanan

Indera pengecap si kecil mesti dilatih dengan beragam variasi makanan. Mulai dari asin, manis, kecut, dan sebagainya. Bukan itu saja, variasi makanan sebaiknya turut mempertimbangkan zat gizi yang dikandungnya.

3. Siapkan makanan yang mudah dicerna

Berikan makanan yang mudah dicerna anak. Misalnya dengan menyajikan makanan yang sudah diptong kecil-kecil atau ditumbuk halus.

4. Pilihlah camilan bergizi yang siap santap

Tidak hanya memilihkan, orangtua sebaiknya turut memberi penjelasan seputar camilan yang sehat. Sebut saja kandungan gizi maupun menceritakan bagaimana camilan itu diproduksi. Seperti permen susu Milkita di mana orangtua dapat menjelaskan bila mengkonsumsi permen itu sama halnya dengan meminum susu.

5. Libatkan anak dalam proses memasak sampai penyajian

Karakter khas anak adalah punya kebiasaan meniru. Optimalkan kebiasaan ini dengan mengajak serta anak dalam aktivitas memasak sampai menyajikan di meja makan.

Setidaknya itu lima cara yang bisa membantu si upik membangun konsep kebiasaan makan yang sehat dan baik. Bila dilakukan sejak dini, maka dia akan terbiasa mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.

Jangan lupa untuk mengunjungi Tokopedia & Shopee UNIFAM untuk melihat promo terbaik.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel