Artikel

Bunda Lebih Pro Mana, Anak Doyan Makan atau Hobi Ngemil?

Post pada 10 Mar 2022

Anak banyak makan atau anak banyak ngemil? Pernahkah disodori pertanyaan ini? Tentu sulit menjawab dengan spontan. Butuh sekian detik untuk berpikir dulu. Keduanya sama-sama berurusan sama aktivitas mengunyah dimana orang tua mesti cerdas memilih makanan yang sesuai dengan tumbuh kembang buah hati.

Memperhatikan asupan gizi yang dimakan anak memang keharusan. Prinsip yang sama pun juga berlaku dalam hal camilan. Orang tua berkewajiban juga memperhatikan jenis camilan yang disukai anak.

Umumnya, camilan sering dianggap tidak sehat. Hal ini wajar mengingat camilan sering diidentikkan dengan makanan kemasan yang beredar di pasaran. Padahal ada pula camilan yang dapat mendorong kebiasaan anak makan sehat.

Maka itu, pemberian camilan yang tepat sekaligus sehat juga berperan penting dalam pemenuhan gizi anak. Kekhawatiran bunda mungkin lebih pada selera anak yang menyukai camilan ketimbang melahap makanan.

Tentu ini bukan hal yang mengejutkan. Anak-anak cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan ringan dalam sehari di mana porsi ngemilnya secara keseluruhan lebih banyak daripada total asupan makanannya.

Sebuah studi yang dikutip Reuters menyebutkan anak-anak yang suka ngemil diantara waktu makan mungkin mendapatkan nutrisi dan buah-buahan setiap harinya. Meski harus diakui, rata-rata anak hobi ngemil makanan yang kurang sehat.

Di sinilah pentingnya peran orangtua agar mendorong anak dalam rentang usia 2-5 tahun mengkonsumsi camilan seimbang. Camilan yang seimbang berarti mengandung daging, sayuran non tepung, dan biji-bijian.

Bila perlu, orang tua dapat berkonsultasi ke dokter gizi. Tujuannya agar mendapatkan bimbingan dalam upaya mendukung si kecil ngemil yang sehat. Di saat bersamaan, orangtua dapat mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak yang berhubungan dengan gizi mereka.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, kebutuhan nutrisi setiap anak berbeda-beda. Makanan utama memang menjadi sumber energi dan zat gizi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya.

Di saat bersamaan, camilan dapat memberikan asupan nutrisi tambahan ketika makanan utama dipandang kurang mampu memenuhi kebutuhan. Sejumlah ahli menganjurkan agar orangtua dapat mengatur waktu pemberian camilan.

Misalnya dengan memberi jeda waktu pemberian camilan dengan jam makan siang. Langkah ini dimaksudkan agar anak tidak merasa kenyang saat jam makan tiba.

Alhasil, orangtua sebaiknya mulai membangun konsep camilan merupakan waktu yang tepat menyisipkan nutrisi yang sulit dikonsumsi anak saat jam makan. Sebut saja buah-buahan maupun produk susu seperti permen susu Milkita. Dengan begitu, kebutuhan asupan nutrisi si kecil menjadi terpenuhi dan seimbang.

Jangan lupa untuk mengunjungi Tokopedia & Shopee UNIFAM untuk melihat promo terbaik.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel