Artikel

Cegah si Kecil jadi Pelaku Bullying – Ini 7 Tips untuk Bunda Lakukan

Post pada 20 Feb 2024

Sebagai orang tua, tentunya Bunda tidak ingin jika si Kecil menjadi korban bullying atau bahkan (lebih parahnya) menjadi pelaku bullying. Tidak jarang si Kecil tidak mengetahui kalau tindakannya adalah salah satu bentuk bullying. Mereka dapat saja menganggap apa yang dilakukan adalah bercandaan dengan temannya. 

Jika hal ini dibiarkan terus-terusan, bisa jadi si Kecil nantinya akan menjadi pelaku bullying. Karena itu penting sekali loh Bunda, untuk mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying. Bunda dan Ayah perlu memberitahukan sejak dini kepada si Kecil mengenai hal ini. Berikut ini ada beberapa tips yang Bunda dapat lakukan untuk mencegah si Kecil menjadi pelaku di masa depan. 

Apa itu Bullying?

Sebelum memberikan tipsnya, ada baiknya kita pahami dulu apa itu bullying dan bentuknya seperti apa saja. Kata “bullying” sendiri menjadi kata yang sering didengar belakangan ini untuk menggambarkan tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. 

Situs Stopbullying menyebutkan bahwa bullying adalah tindakan agresif yang tidak diinginkan dan dilakukan berulang (atau ada kecenderungan diulangi lagi nanti) di kalangan anak sekolah, yang melibatkan kekuatan yang tidak seimbang. 

Ada 2 (dua) hal yang ditekankan di sini, yaitu ketidakseimbangan kekuatan (bisa kekuatan fisik, popularitas, dan lain-lain) serta tindakan berulang (atau kemungkinan berulang). 

Namun, di situs yang sama, disebutkan juga bahwa tindakan membully juga termasuk tindakan mengancam, menyebarkan rumor, penyerangan secara fisik ataupun kata-kata, dan juga mengecualikan seseorang dari sebuah grup. 

Selama ini, mungkin yang terlintas dalam benak Bunda ketika mendengar kata bully adalah sosok anak laki-laki bertubuh besar. Namun, dengan penjelasan dan jenis bullying di atas, sebenarnya tindakan membully dapat dilakukan oleh semua orang, baik pria maupun wanita, besar atau kecil. 

Dan seperti yang disebutkan sebelumnya, ada kemungkinan jika pelaku sendiri tidak menyadari kalau dia sudah melakukan tindakan bullying tersebut. 

cara mencegah anak jadi pelaku bullying

Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Berikut beberapa tips untuk Bunda dan Ayah dalam mendidik si Kecil agar tidak menjadi pelaku bullying, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. 

1. Ajarkan si Kecil tentang Bullying

Seperti yang disebutkan tadi, tidak jarang si Kecil tidak memahami kalau tindakannya adalah bentuk tindakan bullying. Atau bahkan mengatakan kata-kata yang termasuk dalam konteks bullying secara verbal. 

Karena itu, penting sekali untuk Bunda dan Ayah, mengajarkan arti bullying dan juga dampak negatifnya terhadap si Kecil dan juga orang lain. Ajarkan juga jenis-jenis bullying yang dapat dilakukan agar si Kecil paham dan mengerti. 

2. Kembangkan Kecerdasan Emosional si Kecil Sejak Dini

Dengan kecerdasan emosional yang baik, si Kecil dapat memilah-milah emosi mana yang baik dan buruk. Mana yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Si Kecil juga memahami cara berempati dengan baik terhadap orang lain. Karena itu penting bagi si Kecil memahami masalah emosional sejak dini. 

Baca juga: Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Sejak Dini

3. Tanamkan Rasa Hormat dan Saling Menghargai

Bunda perlu mengajarkan pentingnya saling menghargai satu sama lain dan juga saling menghormati dalam lingkungan rumah dan juga sekolah. Dengan melakukan hal ini, si Kecil memahami bagaimana dia seharusnya bersikap terhadap teman-teman sebaya dan juga yang lebih tua (serta yang lebih muda). 

cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying

4. Ajarkan si Kecil Mengelola Emosinya

Salah satu yang menjadi faktor munculnya bullying adalah karena emosi yang meledak-ledak dan tidak dapat ditahan. Karena itu, penting bagi Bunda dan Ayah untuk mengajarkan si Kecil untuk mengelola emosinya (terutama amarah) dan menyalurkannya ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif. 

5. Jaga Komunikasi Dua Arah dengan si Kecil

Bunda harus terus menjaga komunikasi terbuka dan dua arah dengan si Kecil. Jangan hanya menyuruh si Kecil melakukan A, B, C tanpa mendengarkan si Kecil. Bisa jadi si Kecil sebenarnya ingin bertanya dan ingin tahu lebih tentang suatu hal, namun karena tidak dapat komunikasi dengan Bunda, akhirnya dia lampiaskan (tanpa sengaja) ke temannya.

Baca juga: Cara Menjaga Komunikasi Antar Anggota Keluarga agar Tetap Harmonis

6. Awasi Pergaulan si Kecil

Termasuk mengawasi siapa saja teman si Kecil di lingkungan rumah maupun sekolah. Seperti apa perilaku teman-temannya dan bagaimana mereka bisa berinteraksi satu sama lain. Dengan demikian, Bunda tahu siapa temannya dan bagaimana interaksi si Kecil jika sedang bersama teman. 

7. Jadi Teladan

Ingat Bunda dan Ayah adalah pihak pertama yang dilihat si Kecil untuk ditiru. Jika si Kecil melihat Bunda dan Ayah biasa melakukan bullying (tanpa disadari) bisa jadi dia akan menirunya dan mempraktekkannya ke temannya. Karena itulah, Bunda dan Ayah perlu hati-hati dan menjadi teladan untuk si Kecil dalam berinteraksi. 

Nah Bunda, itu dia cara mendidik anak agar tidak menjadi pelaku bullying di masa depan. Selain 7 cara di atas, Bunda juga dapat mengajarkan buruknya bullying melalui role play atau story telling. 

Bunda dapat menggunakan figur fiksional seperti Neon Sky, Neon Ruby dan Neon Jax dari Jagoan Neon untuk menjelaskan buruknya tindakan bullying. Buat cerita bagaimana ketiga karakter tidak menyukai bullying dan berani melawan jika melihat ada bullying di sekitar.

Dengan demikian, si Kecil akan lebih paham dan mengikuti jejak karakter kesayangannya itu – menjadi anak yang anti bullying. O iya, Bunda bisa beli Jagoan Neon di toko official Unifam di Shopee dan Tokopedia loh. 

Sebagai orang tua, menjaga si Kecil dari menjadi korban atau pelaku bullying adalah tanggung jawab yang sangat besar. Dengan menyediakan lingkungan yang aman, mendidik dengan nilai-nilai yang benar, dan memberikan perhatian serta dukungan yang berkelanjutan, Bunda dapat membantu melindungi si Kecil dari pengalaman traumatis terkait bullying.

Ingatlah bahwa setiap tindakan kecil yang Bunda lakukan untuk membentuk karakter si Kecil akan memiliki dampak yang besar dalam membentuk kepribadiannya di masa depan.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel