Artikel

Hari Kanker Anak Sedunia Jadi Momen Pahami Potensi Kanker pada Anak

Post pada 10 Feb 2022

Hari Kanker Anak Sedunia atau International Childhood Cancer Day (ICCD) selalu diperingati setiap 15 Februari. Peringatan ini memang disengaja mengingat kanker menjadi pemicu utama kematian anak dan remaja di seluruh dunia. Data menyebutkan bila setiap tahun terdapat 400 ribu anak yang didiagnosis menderita kanker.

Secara umum, sedikitnya terdapat enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Sebut saja Leukemia, Retinoblastoma, Osteosarkoma, Neuroblastoma, Limfoma Maligna, dan Karsinoma.

Meski secara statistik penyakit kanker pada anak hanya menyumbang kurang 5 persen dari semua kanker, tapi penanganannya mesti membutuhkan pendekatan khusus. Apalagi kanker pada anak sering terdeteksi secara tiba-tiba tanpa gejala.

Dari sinilah, peringatan Hari Kanker Anak Sedunia dapat membangkitkan kesadaran kepada semua orangtua. Sejatinya, bunda tak perlu harus mengambil peran di setiap peringatan Hari Kanker Anak Sedunia.

Memahami pengetahuan bagaimana kanker berpotensi diderita anak sudah lebih dari cukup. Bila memungkinkan, dapat pula mendonasikan sebagian penghasilan ke lembaga nirlaba yang bergerak dalam pengentasan penyakit kanker anak.

Ada sejumlah hal yang dapat dilakukan orangtua dalam pencegahan kanker pada anak. Misalnya selalu memastikan buah hati terhindar dari produk makanan dengan bahan pengawet, menerapkan perilaku gaya hidup bersih dan sehat, memastikan sayuran dan buah yang dikonsumsi terhindar dari pestisida. Kemudian, hindari rumah terpapar dari asap rokok dan polusi.

Apa yang Dilakukan Begitu Buah Hati Didiagnosis Kanker?

Begitu anak didiagnosis kanker, tentu saja menjadi kabar yang membuat syok orangtua. Bukan hal yang mudah menerima kabar tersebut, baik orang tua maupun anak. Meski begitu, tetap ada jalan yang dapat ditempuh demi kesembuhan buah hati. Apa saja itu?

1. Tenangkan diri

Betul, kabar anak didiagnosis kanker akan membawa dampak negatif bagi orangtua. Rasa syok, gelisah, takut, depresi, dan lain-lain langsung menghantui. Situasi ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Tenangkan diri. Berikutnya, bisa terlibat dalam komunitas yang bergerak dalam bidang penanganan kanker pada anak. Ini akan membangun sikap positif.

2. Bangun pengertian ke anak

Memang tak gampang memberi pengertian ke anak soal ini. Tapi cobalah untuk jujur dan transparan apa yang terjadi. Ajak ngobrol dengan suasana yang nyaman agar tak menimbulkan ketakutan pada anak.

3. Komitmen mendampingi

Orangtua harus memiliki tekad kuat untuk selalu mendampingi anak. Mulai dari keseharian sampai menjalani pengobatan yang membutuhkan waktu panjang. Jangan mencari sosok yang harus disalahkan, tapi tekankan bahwa semua berjalan biasa saja dan normal.

4. Belajar perawatan

Begitu banyak seliweran informasi seputar kanker pada anak. Langkah yang sebaiknya dilakukan adalah mengkonsultasikan langsung pada dokter. Utamanya seputar cara perawatan anak penderita kanker.

Demikian informasi yang dapat dibagikan seputar kanker pada anak. Mumpung dalam peringatan Hari Kanker Anak Sedunia menjadi momen membangun kesadaran pentingnya kesehatan sejak dini.

Menghadapi situasi anak yang menderita kanker memang tak mudah, tapi bukan berarti mesti menjalani hari dalam suasana berkabung terus-menerus. Bangunlah pandangan baru dan cara baru yang dapat dilakukan agar hidup tetap terus penuh harapan.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel