Artikel

Tujuan Khusus Unifam Tingkatkan Keahlian Mendongeng Tenaga Pendidik  

Post pada 10 Agu 2021

Tak semua orang, khususnya tenaga pendidik, memiliki kecakapan dalam mendongeng. Maklum, mendongeng menuntut seseorang menguasai keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif.

Di saat bersamaan, mendongeng juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan keahlian berkomunikasi. Atas dasar inilah, Unifam bersama Majalah Bobo dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) menggelar ‘Workshop Mendongeng’ yang melibatkan peserta dari Himpaudi, pengurus panti dan relawan di Jakarta. Workshop ini menjadi wujud nyata kontribusi Unifam yang tahun ini berusia 40 tahun kepada masyarakat.

Corporate Communication Unifam Arviane D.B berharap workshop mendongeng ini berangkat dari kondisi pandemi di mana tenaga pendidik dituntut lebih kreatif menyajikan materi selama penerapan kebijakan school from home.

Menurut penelitian (Papalia & Marorell, 2014), dengan kemampuan kognitif dan bahasa yang dimiliki anak, seorang anak dinilai bisa memahami simbol, gambar ilustrasi, dan mengembangkan imajinasi dari tokoh dongeng.

Melalui cerita dongeng, anak juga akan digiring perspektifnya agar dapat menciptakan empati terhadap segala bentuk kehidupan yang ada di alam semesta.

“Kami berharap dengan workshop, para peserta mendapatkan kemampuan mendongeng yang menarik dan perlu dimiliki oleh tenaga pendidik atau pendamping anak. Sehingga mereka dapat menyampaikan pesan moral dalam dongeng lebih efektif,” kata Anne, demikian sapaan akrabnya.

Workshop ini sejalan dengan misi “to honour the unspoken hero”, dengan makna Unifam menghargai segala bentuk usaha yang dilakukan setiap orang untuk memberikan yang terbaik bagi orang di sekeliling.

GM ACT Jakarta Barat, Andrey Alfiansyah menyambut baik kolaborasi antara Unifam dan Majalah Bobo. “Kami dari ACT berterima kasih kepada Unifam, Majalah Bobo, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan juga ikut dalam kolaborasi ini,” ujarnya.

Sementara, Pemimpin Redaksi Majalah Bobo Lucia Triundari mengharapkan peserta yang telah mengikuti workshop yang diikuti 128 peserta ini dapat mempraktikan kegiatan  mendongeng yang asyik dan bermanfaat. “Saya harapkan para guru dapat menghibur, mendidik, menanamkan nilai lewat mendongeng kepada anak-anak,” pintanya.

 

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel