Artikel

Tubuhku Hebat! Cara Mengajarkan Remaja Mencintai Fungsi Tubuh di Masa Pubertas Tanpa Insecure

Post pada 20 Feb 2026

Halo, Bunda! Masih ingat tidak saat Si Kecil dulu asyik lari ke sana kemari tanpa peduli baju apa yang dipakai atau bagaimana bentuk rambutnya? Rasanya baru kemarin ya. Namun, seiring bertambahnya usia, Bunda mungkin mulai melihat perubahan sikap. Si Kecil kini jadi lebih sering berlama-lama di depan cermin, mulai mengeluh soal jerawat yang muncul tiba-tiba, atau merasa tidak percaya diri dengan tinggi badan dan bentuk tubuhnya yang berubah drastis.

Selamat datang di masa pubertas! Ini adalah fase di mana menerima perubahan tubuh remaja menjadi tantangan besar. Di tengah gempuran standar kecantikan di media sosial, remaja kita sangat rentan merasa insecure. Nah, di sinilah peran Bunda sangat krusial. Alih-alih membiarkan mereka fokus mengkritik penampilan luar, yuk kita ajak mereka bergeser fokus untuk mensyukuri “fungsi” tubuhnya. Penasaran gimana caranya? Simak sampai habis ya, Bunda!

Baca juga: Jurus Jitu Mindful Sibling: Cara Keren Mengajarkan Kakak “Baca Pikiran” Adik Tanpa Drama

Apa Sih yang Terjadi? Memahami “Badai” Pubertas

cara bunda membantu menerima perubahan tubuh remaja

Berdasarkan referensi dari Hello Sehat dan Alodokter, pubertas adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang dipicu oleh perubahan hormon. Tubuh Si Kecil seolah sedang “merenovasi” dirinya sendiri secara besar-besaran.

Beberapa perubahan yang sering membuat remaja kaget antara lain:

  • Perubahan Bentuk Fisik: Munculnya jerawat, perubahan suara, hingga pertumbuhan tinggi badan yang melonjak tajam.
  • Perubahan Hormonal: Hormon estrogen pada anak perempuan dan testosteron pada anak laki-laki mulai aktif, yang tidak hanya mengubah fisik tapi juga memengaruhi emosi.
  • Perkembangan Organ Reproduksi: Ini adalah fase alami, namun seringkali membuat remaja merasa aneh atau malu jika tidak mendapatkan penjelasan yang benar.

Bunda perlu menjelaskan bahwa semua “keanehan” ini adalah tanda bahwa tubuh mereka sehat dan sedang bekerja keras untuk tumbuh.

Mindful Body: Mengajarkan Syukur atas Fungsi Tubuh

Seringkali, remaja terjebak dalam pikiran “Aku terlalu pendek,” “Kulitku kusam,” atau “Badanku tidak ideal.” Tugas Bunda adalah mengajarkan mereka konsep mindful body, yaitu menyadari betapa hebatnya fungsi tubuh mereka terlepas dari tampilannya di cermin.

Berikut adalah cara mengajarkan Si Kecil bersyukur atas fungsi tubuhnya:

  • Apresiasi Kekuatan Fisik: Ingatkan Si Kecil bahwa kaki yang mungkin menurutnya “terlalu jenjang” atau “besar” adalah kaki yang kuat yang bisa membawanya lari saat olahraga atau jalan-jalan bareng teman.
  • Kekuatan Saat Beribadah: Saat bulan puasa, ajak Si Kecil menyadari betapa hebatnya organ dalam tubuhnya. Meskipun tidak makan dan minum belasan jam, tubuhnya tetap bisa bertahan dan berfungsi dengan baik. Itu adalah mukjizat!
  • Panca Indra yang Hebat: Syukuri mata yang bisa melihat indahnya dunia dan telinga yang bisa mendengarkan musik favorit. Fokus pada kegunaan ini akan mengurangi rasa benci pada bentuk fisik.
  • Rumah Bagi Jiwa: Berikan pengertian bahwa tubuh adalah “rumah” tempat ia tinggal. Kita harus merawat rumah tersebut karena ia telah melindungi kita dari penyakit dan kuman setiap hari.

Baca juga: Gizi Seimbang untuk Remaja: Kunci Sehat dan Cerdas di Masa Pertumbuhan

Tips Mencegah Insecurity: Membangun Percaya Diri di Depan Cermin

Bunda, kata-kata kita adalah suara hati bagi Si Kecil. Cara kita mengomentari tubuh mereka akan sangat membekas. Agar mereka lebih mudah menerima perubahan tubuh remaja, Bunda bisa mencoba langkah-langkah praktis ini:

  1. Jadilah Role Model: Jika Bunda sering mengeluh “Duh, Bunda gendut banget,” Si Kecil akan belajar untuk juga membenci tubuhnya sendiri. Tunjukkan bahwa Bunda menghargai dan merawat tubuh Bunda apa adanya.
  2. Validasi Perasaan Mereka: Jangan meremehkan keluhannya. Kalau dia mengeluh soal jerawat, dengarkan dulu. Lalu pelan-pelan ajak dia fokus pada solusi perawatan kulit yang sehat, bukan sekadar menutupinya.
  3. Edukasi Soal Filter Media Sosial: Berikan pemahaman bahwa foto-foto yang mereka lihat di internet sering kali sudah diedit. Dunia nyata tidak se-sempurna itu, dan itu tidak apa-apa.
  4. Fokus pada Kesehatan, Bukan Ukuran: Ajak Si Kecil olahraga bukan supaya “kurus”, tapi supaya badannya terasa segar, tidurnya nyenyak, dan jantungnya kuat.

menerima perubahan tubuh remaja

Cara Menyikapi Perubahan Tubuh dengan Nyaman

Bunda bisa membantu Si Kecil agar lebih siap menghadapi masa pubertasnya dengan beberapa tindakan nyata. Mengutip Hello Sehat, kenyamanan adalah kunci utama rasa percaya diri remaja.

Beberapa hal yang bisa Bunda lakukan:

  • Dukungan Perlengkapan Diri: Belikan pakaian dalam yang pas dan nyaman, deodoran, atau sabun cuci muka yang sesuai jenis kulitnya. Hal-hal kecil ini membantu mereka merasa lebih “memegang kendali” atas perubahan tubuhnya.
  • Komunikasi Terbuka: Jangan jadikan topik menstruasi atau mimpi basah sebagai hal yang tabu. Bicarakan dengan santai layaknya sahabat agar Si Kecil tidak mencari informasi yang salah di tempat lain.
  • Berikan Privasi: Di usia ini, mereka mulai butuh ruang pribadi. Hargai privasi mereka saat di kamar mandi atau saat mereka ingin sendiri, selama itu masih dalam batas wajar.

Menghadapi “Mood Swing” Selama Pubertas

Perubahan tubuh sering kali dibarengi dengan emosi yang naik-turun. Bunda mungkin merasa Si Kecil jadi lebih sensitif atau gampang marah.

  • Sabar adalah Kunci: Pahami bahwa ini adalah pengaruh hormon. Jangan langsung membalas kemarahannya dengan kemarahan.
  • Ajak Diskusi Saat Tenang: Tunggu sampai emosinya stabil sebelum memberikan nasihat.
  • Dorong Hobi Positif: Salurkan energi dan emosinya ke kegiatan yang ia sukai, seperti musik, melukis, atau olahraga.

Baca juga: Mengenal 5 Gangguan Psikologis yang Bisa Dialami Remaja: Jangan Sepelekan, Segera Cari Bantuan!

Menumbuhkan Rasa Syukur Melalui Kebiasaan Harian

Mengajarkan syukur itu tidak bisa instan, Bunda. Perlu pembiasaan. Coba deh, sesekali saat makan malam, ajak Si Kecil menyebutkan satu hal yang ia syukuri tentang kesehatan tubuhnya hari ini. Misalnya, “Aku bersyukur hari ini badanku nggak gampang capek pas ekskul basket.” Kebiasaan kecil ini pelan-pelan akan membentuk pola pikir yang positif.

Tubuh Sehat, Jiwa Kuat, Masa Depan Hebat

Membantu remaja dalam menerima perubahan tubuh remaja adalah investasi mental yang sangat berharga. Ketika Si Kecil belajar menghargai fungsi tubuhnya dan mensyukuri setiap anugerah kesehatan yang ada, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah goyah oleh standar kecantikan luar. Tugas kita sebagai Bunda adalah terus mendampingi, memberikan pelukan hangat, dan meyakinkan mereka bahwa mereka lebih dari sekadar apa yang terlihat di cermin. Mereka hebat, mereka berharga, dan mereka dicintai apa adanya.

Bunda bisa temukan artikel parenting lainnya di Instagram @Unifam.idDan pastinya, jangan lupa belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar lebih aman dan pasti asli!

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel