Kata Pakar

Mengenal Organic Parenting yang Bangun Anak Peka terhadap Alam

Post pada 27 Sep 2022

*Artikel ini sudah ditinjau Psikolog Tioni Asprilia, M.Psi dari Kalbu-layanan online counseling.

Mungkin istilah organic parenting masih asing di telinga bunda. Tapi sekilas istilah itu mudah ditebak pasti berhubungan dengan pola pengasuhan anak. Yup, bunda betul! Ini adalah pola pengasuhan anak yang berhubungan dengan hal-hal alami. Sebut saja komunikasi, pola konsumsi makanan, sampai interaksi dengan buah hati.

Pendek kata, organic parenting adalah cara mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang dekat dengan alam, peduli lingkungan, dan terbiasa menggunakan segala sesuatu yang alami.

Sebagian kalangan menilai organic parenting sebagai alternatif pengasuhan anak agar tetap mendapat stimulasi yang positif dari orangtua. Mereka berkeyakinan, implementasi organic parenting dapat mendorong kecerdasan emosi anak.

Hal ini karena organic parenting mendorong interaksi yang kuat sekaligus erat antara bunda dan anak. Dengan meminimalisir penggunaan gadget atau mainan modern, interaksi antara orang tua dan anak dapat menjadi semakin intim dan anak dapat lebih banyak terpapar dengan cara berpikir orang tua.

Tentu saja pola pengasuhan ini menjadi solusi di mana waktu orang tua banyak dihabiskan untuk bekerja. Orang tua tetap dapat memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu yang berkualitas Bersama anak sebagai sahabat terdekatnya. Tak hanya orang tua, anak juga memiliki kesempatan untuk membangun relasi sosial yang lebih luas dengan teman sebayanya Ketika bermain Bersama di alam.

Pola pengasuhan ini juga menuntut bunda untuk sering mengajak anak berinteraksi dengan dunia luar dan mengenal alam. Dengan demikian anak dapat lebih banyak bergerak dan dapat melatih keterampilan sensorik motoriknya. Nilai tambah yang bisa diperoleh juga anak semakin peduli dengan lingkungan sekitar.

Dengan semakin mengenal lingkungannya, kepekaan buah hati dapat tumbuh dengan berada di lingkungan yang menerapkan gaya hidup go green. Misalnya dengan mulai mengenal limbah berbahaya, menghemat pemakaian air, dan turut berpartisipasi menjaga alam. Konkretnya, anak sudah paham saat menikmati Pino Es Serut Buah, maka kemasannya harus dibuang di tempat sampah dengan logo ‘recycle’.

Begitu pun dalam konteks makanan yang dikonsumsi. Bunda dapat lebih banyak mengenalkan makanan organik yang lebih baik untuk tubuh dan dapat mendukung kebutuhan gizi buah hati, khususnya di awal-awal anak mulai belajar makan.

Yang tak kalah penting, menerapkan organic parenting juga perlu melibatkan pasangan. Organic parenting menuntut komitmen dan konsistensi dari ayah dan bunda. Mulai dari menyusun dan menerapkan jadwal kegiatan bersama di luar bareng anak, hingga memilih produk makanan yang natural dan baik untuk tumbuh kembang anak. Hal ini penting karena anak banyak belajar dari mencontoh orang tuanya.

Jangan lupa untuk mengunjungi Instagram PINO IndonesiaTokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM.

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel