Kata Pakar

Para Bunda Juga Perlu Jaga Pertemanan Meski Sibuk dengan Si Kecil

Post pada 08 Mar 2023

Penulis:Ā Putu Andani, Psikolog dan juga FounderĀ @tigagenerasi

Banyak di antara Bunda yang merasakan pertemanannya berubah semenjak si Kecil hadir di kehidupannya. Teman-teman lama, terutama yang belum memiliki anak, terasa semakin jauh. Mungkin karena mereka sulit memahami peran baru yang sedang Bunda jalani sekarang1 atau sesederhana Bunda dan mereka sudah memiliki perhatian yang berbeda2.

Menurut sebuah studi kualitatif melalui wawancara dengan 5 orang ibu muda di Minnesota, Amerika Serikat, kesulitan mempertahankan hubungan dengan teman lama dan memulai pertemanan baru menjadi salah satu tantangan yang dialami oleh para ibu muda tersebut setelah kelahiran anak-anak mereka2. Setelah menjadi seorang ibu, biasanya waktu dan prioritas Bunda juga ikut berubah. Rasanya kumpul-kumpul dan menghabiskan waktu bersama teman tidak lagi terasa penting jika dibandingkan dengan waktu untuk si Kecil.

Akan tetapi, Bunda tetap perlu memiliki pertemanan yang dapat membantu Bunda untuk menemukan kenyamanan di saat stress, butuh untuk berkeluh kesah, serta mendapatkan perasaan dicintai dan diterima apa adanya.

Untuk itu, Bunda dapat menemukan makna dan bentuk pertemanan yang baru, salah satunya melalui pertemanan sesama ibu. Penelitian dariĀ The Sociological ReviewĀ menunjukkan bahwa pertemanan sesama ibu menjadi tempat berbagi pengalaman, tantangan, dan perasaan yang serupa antar ibu, sehingga dapat memfasilitasi kebutuhan para ibu untuk terhubung dengan ibu lain yang mengalami situasi yang serupa dengan dirinya serta kebutuhan untuk memiliki relasi di luar keluarga dan rumah tangga3. Hal ini dapat berdampak positif terhadap kesehatan mental, sebab dukungan yang diterima dan diberikan antara satu ibu dengan ibu lainnya dapat menumbuhkan perasaan bahwa ibu tidak sendirian dan ibu mampu menjalani pengasuhan4.

DI samping itu, manfaat dari pertemanan ibu tidak hanya dirasakan oleh Bunda saja lho, melainkan juga berdampak positif pada si Kecil. Penelitian dari Cornell University terhadap lebih dari 1000 ibu dan anak menunjukkan besarnya lingkaran pertemanan ibu, berdampak pada tingginya kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial emosional, dan penyesuaian diri anak. Peneliti melihat adanya kaitan antara ibu yang memiliki lebih banyak teman dengan paparan sosial untuk anak yang didapatkan sejak dini dan juga kecenderungan stres yang lebih rendah pada ibu sehingga peran pengasuhannya pun lebih positif5.

Melihat banyaknya manfaat pertemanan untuk Bunda dan si Kecil, yuk mulai rawat kembali hubungan pertemanan Bunda! Berikut tips untuk Bunda agar dapat menyambung kembali pertemanan setelah memiliki anak6:

  1. Prioritaskan kualitas pertemanan dibanding kuantitas. Pertahankan sahabat-sahabat yang benar-benar dapat memahami kondisi Bunda saat ini dan relakan beberapa teman yang memang sudah tidak sejalan.
  2. Menjaga komunikasi dengan teman tidak harus selalu dengan pertemuan tatap muka. Kita sudah dimudahkan dengan media komunikasi melalui panggilan video ataupun hanya sekedar berkirim pesan untuk saling bertanya kabar.
  3. Sesekali tetap luangkan waktu bertemu langsung dengan teman. Jangan ragu juga untuk minta bantuan padaĀ supportĀ systemĀ untuk bergantian menjaga anak, ya. Misalnya, minta tolong suami untuk ajak anak bermain atau bawa bala bantuan (nannyĀ atau keluarga lain) saat Bunda bertemu dengan teman.
  4. Terima kenyataan bahwa saat ini menghabiskan waktu berkualitas bersama teman mungkin berbeda dengan masa-masa dahulu. Mungkin Bunda jadi sering teringat si Kecil di rumah atau harus pulang lebih cepat. Namun, syukuri sesedikit apapun waktu untuk terhubung kembali dengan teman-teman ibu.

Jadi, jangan lupa untuk terus merawat dan memaknai dengan positif segala bentuk pertemanan yang Bunda miliki saat ini, ya!

 

Bagikan Artikel