Post pada 19 Jan 2026
Ayah modern bukan lagi sekadar pencari nafkah di luar rumah; ia adalah sosok yang hadir secara aktif, berinteraksi, bermain, dan mengajarkan kehidupan kepada anak lewat momen sehari-hari yang menyenangkan. Peran Ayah Modern sangat penting dalam perkembangan fisik, emosional, dan sosial si kecil, termasuk lewat hobi kreatif di rumah yang sederhana namun bermakna. Keterlibatan ayah yang engaged atau aktif dalam kehidupan anak telah terbukti membantu mereka merasa aman secara emosional, lebih percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup sejak dini.

Active fathering berarti ayah hadir secara fisik dan emosional dalam interaksi dengan anak, bukan sekadar berada di rumah tanpa keterlibatan. Konsep ini mendorong ayah untuk terlibat dalam kegiatan sehari-hari yang memperkuat kedekatan dan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi anak.
Ayah yang terlibat aktif cenderung membantu anak:
Kegiatan kreatif bersama di rumah menjadi wadah belajar yang menyenangkan bagi anak, sekaligus memberi contoh nyata bagaimana menghadapi tugas dan tantangan dengan kreativitas, fokus, dan kerjasama.
Dan ingat, bonding yang kuat antara Ayah dan anak adalah fondasi yang tak tergantikan untuk tumbuh kembang mereka. Belajar tentang manfaat hubungan ini? Bunda bisa baca juga tentang manfaat bonding ayah dan anak serta caranya di artikel kami sebelumnya.

Life skills atau keterampilan hidup adalah kemampuan yang membantu anak menghadapi dan mengelola tantangan sehari-hari, seperti tanggung jawab, komunikasi, berpikir kritis, hingga kerja sama. Kabar baiknya, keterampilan ini tidak harus diajarkan lewat cara yang kaku. Justru, hobi kreatif sederhana bersama Ayah di rumah bisa menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan penuh makna.
Berikut beberapa contoh life skills yang bisa dipelajari anak lewat aktivitas kreatif bersama Ayah.
Aktivitas memasak sederhana bukan hanya soal menghasilkan makanan, tetapi juga tentang proses berpikir dan belajar yang terjadi di dalamnya. Saat Ayah mengajak Si Kecil ke dapur, anak belajar:
Selain itu, momen memasak sering menjadi waktu ngobrol yang hangat. Ayah dan anak bisa saling bercerita tentang aktivitas harian, belajar bertanya, dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Inilah latihan komunikasi yang sangat penting untuk kehidupan anak ke depan.
Berkebun adalah hobi sederhana yang kaya makna. Dari menanam benih hingga melihat tanaman tumbuh, anak belajar banyak hal, seperti:
Lewat kegiatan ini, Ayah membantu anak memahami bahwa tidak semua hal bisa instan. Ada proses, waktu, dan konsistensi yang perlu dijalani dengan sabar.
Menggambar, mewarnai, mengecat, atau membuat kerajinan dari bahan bekas adalah ruang aman bagi anak untuk berekspresi. Dalam aktivitas ini, Ayah dapat mengajarkan:
Saat anak bebas berekspresi namun tetap mendapat arahan lembut dari Ayah, rasa percaya dirinya akan tumbuh. Anak belajar bahwa pendapat dan karyanya dihargai.
Proyek Do-It-Yourself (DIY), seperti membuat rak kecil, kotak penyimpanan, atau mainan sederhana dari barang bekas, sangat efektif untuk melatih keterampilan hidup anak. Dari sini, anak belajar:
Saat Ayah mengajak anak berdiskusi tentang langkah kerja dan fungsi alat, anak belajar tentang tanggung jawab, kehati-hatian, dan kerja tim.
Mengajak anak merapikan mainan, menyusun buku, atau mengatur sudut kreativitas di rumah juga bisa menjadi aktivitas bonding yang bermakna. Dari kegiatan ini, anak belajar:
Jika dilakukan bersama Ayah dengan suasana santai dan tanpa paksaan, aktivitas ini tidak terasa seperti “tugas”, melainkan bagian dari kebiasaan hidup yang baik.

Agar aktivitas kreatif di rumah tidak berhenti sebagai hiburan semata, Ayah bisa mengolahnya menjadi teaching moment yang penuh makna. Lewat pendekatan yang sadar, sabar, dan penuh kehadiran, hobi sederhana dapat menjadi ruang belajar life skills sekaligus memperkuat bonding Ayah dan anak.
Berikut beberapa cara yang bisa Ayah terapkan, lengkap dengan contoh aktivitas yang mudah dilakukan di rumah.
Saat melakukan kegiatan kreatif, ajak anak berpikir dan berdialog, bukan sekadar mengikuti perintah. Misalnya ketika melakukan eksperimen science fun di dapur menggunakan soda kue dan cuka, Ayah bisa bertanya, “Menurutmu, kenapa ya bisa muncul gelembung?”
Pertanyaan terbuka seperti ini membantu anak belajar berpikir kritis, membuat prediksi, dan merasa pendapatnya dihargai. Anak tidak hanya meniru, tetapi ikut terlibat secara aktif dalam proses belajar.
Teaching moment terbaik terjadi ketika Ayah benar-benar hadir. Letakkan ponsel, matikan notifikasi, dan fokus pada momen bersama Si Kecil. Misalnya saat membangun benteng dari bantal dan selimut, kehadiran penuh Ayah membuat anak merasa diperhatikan dan aman.
Dari aktivitas sederhana ini, anak belajar bahwa kebersamaan dan fokus adalah bagian penting dari bekerja sama dan menikmati proses.
Setiap anak memiliki kapasitas yang berbeda. Libatkan anak dalam peran kecil yang sesuai dengan usianya. Saat bermain musik dan ritme menggunakan panci dan sendok, misalnya, anak bisa memilih alat “musik”-nya sendiri atau menentukan irama yang ingin dimainkan.
Tanggung jawab kecil seperti ini menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kesadaran bahwa kontribusi mereka itu berarti.
Dalam aktivitas kreatif, hasil tidak selalu sempurna. Saat anak membuat benteng yang roboh atau eksperimen dapur yang berantakan, Ayah bisa menekankan bahwa mencoba itu sendiri sudah sangat berharga.
Kalimat sederhana seperti, “Ayah suka caramu tetap mencoba meski sempat gagal,” membantu anak memahami bahwa belajar adalah proses. Ini menjadi pondasi penting untuk membangun mental resilience dan keberanian mencoba hal baru.
Kesalahan kecil adalah bagian alami dari proses belajar. Selama aman, biarkan anak bereksperimen dan menemukan caranya sendiri. Saat melakukan science fun di dapur, misalnya, biarkan anak menuang bahan dengan pengawasan Ayah, meski hasilnya tidak selalu rapi.
Dari sini, anak belajar memecahkan masalah, mengelola rasa kecewa, dan memahami bahwa kesalahan bukan sesuatu yang perlu ditakuti.
Saat melakukan aktivitas kreatif bersama, Ayah bisa menyelipkan cerita ringan dari pengalaman pribadinya. Misalnya saat bermain musik bersama, Ayah bisa bercerita bagaimana dulu belajar mencoba hal baru meski belum bisa.
Cerita sederhana ini membuat anak merasa dekat secara emosional dan belajar nilai kehidupan tanpa merasa digurui.
Agar manfaatnya lebih terasa, aktivitas kreatif sebaiknya dilakukan secara konsisten. Menjadwalkan waktu khusus, misalnya akhir pekan untuk bereksperimen di dapur atau membangun benteng bantal, membantu anak merasa aman dengan rutinitas.
Rutinitas ini tidak hanya memperkuat bonding Ayah dan anak, tetapi juga mengajarkan komitmen, konsistensi, dan prioritas pada kebersamaan keluarga.
Ayah yang hadir dalam kehidupan anak berdampak jauh lebih besar daripada yang sering diasumsikan. Anak yang mendapatkan keterlibatan aktif dari ayah cenderung:
Hal ini sejalan dengan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah yang aktif berhubungan dengan perkembangan mental, sosial, bahkan prestasi akademik anak di kemudian hari.
Ayah modern sering menghadapi tantangan seperti jadwal kerja yang padat atau gangguan digital. Agar keterlibatan ayah tetap optimal:
Memang bukanlah hal yang mudah di tengah kehidupan yang sibuk, namun investasi waktu dan perhatian ini akan memberikan hasil jangka panjang pada hubungan dan perkembangan anak.
Ayah bukan hanya penghasil nafkah; Ayah adalah pembimbing, teman bermain, dan figur teladan yang membantu anak membangun life skills penting lewat cara yang menyenangkan dan alami di rumah. Lewat hobi kreatif bersama, Ayah mengajarkan nilai tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, komunikasi, serta cara berpikir kritis yang berguna sepanjang hidup anak.
Bunda juga bisa membaca artikel lain terkait bonding keluarga dan parenting di Unifam, seperti 8 Pelajaran yang Diajarkan Ayah pada Anak untuk mendapatkan lebih banyak ide bagaimana Ayah dapat membantu tumbuh kembang si kecil setiap hari.
Dengan pendekatan kreatif, waktu berkualitas, dan komunikasi yang penuh empati, Ayah dan anak tidak hanya menciptakan kenangan yang hangat, tetapi juga membangun pondasi kuat bagi masa depan yang penuh potensi. Ini adalah peran Ayah modern yang sesungguhnya: hadir, terlibat, dan tumbuh bersama si kecil.
Jangan lupa follow Instagram @Unifam.id untuk inspirasi parenting lainnya! Oiya, jangan lupa untuk membeli produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia, supaya aman dan terjamin kualitasnya.




