Kata Pakar

Berkenalan Puasa Ramadhan Nyaman untuk Anak

Post pada 18 Apr 2023

Mengenalkan konsep dan makna berpuasa pada anak di bulan Ramadhan adalah sebuah tantangan untuk orangtua terutama ibu. 

Sehingga mengetahui hal yang harus di perhatikan saat berpuasa menjadi point utama, karena kurangnya nutrisi pada anak sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya 

Bagaimana memastikan anak mampu berpuasa dengan sehat, sehingga dapat menjalani puasa dengan aman dan berenergi ?

1. Pastikan status gizi anak normal

Mengejar tumbuh kembang pada anak dengan status gizi kurang adalah prioritas utama. Sehingga memastikan status gizi anak normal sebelum dan setelah ramadhan adalah point yang harus diperhatikan orangtua sebelum mulai mengenalkan puasa pada anak.

2. Lakukan perlahan

Anak dapat berlatih untuk berpuasa mulai 4 jam perhari. Sehingga tetap memiliki waktu makan/ berbuka puasa 3x dalam sehari. Kemudian berubah menjadi 6 jam perhari. Apabila tubuh anak sudah menyesuaikan dan tidak ada kendala berarti.
Karena berpuasa sekitar 5-6 jam tidak cukup signifikan mempengaruhi gula darah pada anak sehat dengan status gizi normal. Sehingga dapat dikategorikan aman.

3. Sahur dengan karbohidrat komplek

Komposisi nutrisi saat sahur mempengaruhi energi anak. Sehingga memastikan bahwa karbohidrat komplek yang dipilih serta kombinasi protein hewani & nabati merupakan bahan bakar selama perpuasa. Jika terlalu sulit mengkombinasikan protein, tambahkan susu atau produk turunannya sebagai pelengkap protein harian.
Karena selain mengandung protein, susu juga mengandung kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

4. Menu buka puasa

Berbuka puasa dengan makanan olahan cepat saji yang tinggi lemak dan tinggi gula dapat menyebabkan rasa mudah lelah, cepat lapar dan mudah terjadi peradangan terutama tenggorokan.

5. Hidrasi

Penuhi kebutuhan cairan sii kecil dengan memperhatikan intake cairan, mulai dari air putih, kuah pada sayur hingga pilihan buah tinggi air seperti semangka, strawberry, jeruk atau buah yang selalu ada di Ramadhan yaitu blewah.
Serta hindari minuman seperti teh yang dapat meningkatkan frekuensi buah air kecil.

Kombinasi menu berbuka puasa dengan buah tinggi air kesukaan anak dan susu adalah salah satu pilihan untuk anak.
Serta puding buah tinggi serat dengan susu sebagai pilihan camilan untuk keluarga setelah tarawih.

Selamat menjalani puasa Ramadhan dan mengenalkan puasa yang aman dan nyaman untuk anak dan keluarga.

 

Ditulis oleh: Ahli Gizi dan Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Widya Fadila

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel