Kata Pakar

Rewel Itu Cara Anak Berkomunikasi, Ini yang Sebaiknya Bunda Lakukan

Post pada 30 Sep 2022

Artikel ini sudah ditinjau Psikolog Tioni Asprilia, M.Psi dari Kalbu-layanan online

Menghadapi anak rewel sudah jadi makanan sehari-hari ya bunda. Banyak faktor yang memicu anak rewel. Entah karena lapar, merasa sakit pada tubuh tertentu, maupun sesuatu yang membuatnya tak nyaman.

Seringkali bunda terpancing emosi saat menghadapi anak rewel. Bukannya menenangkan, malah justru memarahi sampai membentak anak. Dalam situasi ini, bunda bisa saja lupa bila rewel merupakan cara anak berkomunikasi kepada orang sekitarnya. Terlebih balita yang kemampuan berkomunikasinya terbatas.

Ada baiknya bunda segera mencari tahu penyebab anak rewel daripada hanya menunggu hingga anak berhenti rewel. Ada beberapa tindakan yang dapat bunda lakukan saat menghadapi anak rewel.

1. Lakukan pendekatan dengan perlahan

Bila anak rewel, cobalah dekati anak dan tenangkan. Bunda bisa memintanya untuk menarik nafas panjang. Bila perlu, bunda mencontohkan langsung apa yang dimaksud. Lakukan beberapa kali sampai anak terlihat tenang. Ketika anak sudah tenang, baru kemudian ajak bicara apa penyebab ketidaknyamanan yang memicu anak rewel.

2. Tunjukan simpati

Perlihatkan rasa simpati pada anak. caranya bisa dengan ekspresi bunda atau pun sentuhan fisik. Tularkan energi positif dan memastikan bunda memahami perasaan anak.

3. Kontak mata yang sejajar

Dalam menghadapi anak yang rewel, upayakan kontak mata bunda sejajar dengan anak. Kontak mata sejajar dapat memberikan anak perasaan bahwa lawan bicaranya setara dan berusaha memasuki dunianya. Artinya, bunda mesti membungkuk agar pandangan mata anak segaris dengan mata bunda. Ini adalah cara berkomunikasi yang efektif. Lagi pula, bunda akan mudah memahami kondisi anak melalui sorotan matanya.

4. Validasi perasaan anak

Bunda dapat menanyakan apa yang menyebabkan anak rewel. Daripada memarahinya, Bunda dapat mengakui perasaan sedih, kecewa, atau mungkin membutuhkan sesuatu dan berikan ia pengertian.

5. Tetap beri batasan

Dalam kasus tertentu, pemicu anak rewel disebabkan keinginannya yang tidak dipenuhi. Misalnya enggan tidur siang atau masih ingin bermain di luar. Alhasil, bunda mesti melatih diri menjadi negosiator ulung agar anak memahami ada batasan-batasan tertentu terkait keinginannya. Dalam bernegosiasi, libatkan anak dalam menentukan pilihan dan konsekuensi dari pilihannya.

6. Tawarkan pilihan

Bunda pasti punya segudang jurus untuk meredakan anak rewel. Jurus-jurus yang dikeluarkan sangat tergantung dengan situasi pemicu anak rewel. Terlepas dari itu, proaktiflah untuk menanyakan apa yang dibutuhkan anak. Bisa jadi, sumber anak rewel karena merasa kurang menghabiskan waktu bersama bunda. Dengan mengikutsertakan anak dalam bentuk tawaran pilihan, anak dapat merasa lebih didengarkan dan dapat lebih memiliki rasa tanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Menghadapi situasi anak rewel memang menuntut keterampilan khusus dari bunda. Sebaiknya segera tenangkan mengingat saat anak rewel dapat meningkatkan hormon kortisol alias hormon stres.

Jangan lupa untuk mengunjungi Instagram PINO Indonesia, Tokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel