Artikel

Wahai Ibu Hamil, Cek Indikator Ini untuk Tetap Lanjutkan Puasa sampai Maghrib

Post pada 18 Apr 2022

Pada dasarnya, ibu hamil tidak berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Bukan ibu hamil saja, ibu yang sedang menyusui juga tak wajib kok berpuasa. Dalam hukum Islam sendiri, hal ini sudah diatur. Ibu hamil ataupun ibu menyusui masuk golongan mereka mendapat keringanan dari kewajiban berpuasa.

Mereka yang tak mampu berpuasa bisa mengganti dengan berpuasa di waktu lain atau membayar fidyah atau memberi makan orang miskin. Meski begitu, ada pula ibu hamil berpuasa selama Ramadan ini. Lantas apakah keputusan itu bijak?

Mungkin ada baiknya konsultasikan dulu ke bidan atau dokter kandungan. Mereka akan memberi saran apakah puasa akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu maupun bayi yang dikandung. Pendek kata, silakan berpuasa bila mampu. Sebaliknya, jangan paksakan bila tidak mampu.

Sebagai jalan tengah, cobalah berpuasa dalam beberapa hari saja dulu. Meski begitu tetap kedepankan kehati-hatian dan kewaspadaan. Selain itu, ada pula beberapa kondisi kesehatan tertentu yang membuat ibu hamil disarankan membatalkan puasa.

Apa saja indikasi yang perlu diketahui bagi ibu hamil untuk tak melanjutkan aktivitas berpuasa?

1. Cek berat badan

Catatan penting, ibu hamil memerlukan makanan dengan kandungan gizi yang tinggi selama berpuasa. Meski sudah dipenuhi tapi berat badan tidak naik sesuai periode kehamilan, lebih baik tidak berpuasa dulu. Tidak ada perubahan pada berat badan bisa menjadi indikasi janin dan ibu mengalami kurang gizi.

2. Sering haus

Haus dan urine berwarna gelap pekat adalah sinyal kuat tubuh mengalami dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan akan diikuti gejala lain seperti pusing, demam, lemas, muntah, sampai permukaan bibir pecah-pecah.

Menurut kalangan medis, dehidrasi yang dialami ibu hamil dapat mengundang komplikasi serius. Sudah cukup menjadi penanda kuat agar berbuka puasa sebelum waktunya.

3. Mual plus muntah

Ibu hamil di trisemester pertama ada baiknya tidak berpuasa dulu. Lazimnya, periode ini sangat menguras fisik. Tubuh akan terasa lemah karena sering mengalami mual dan muntah-muntah. Bila ini terjadi, segera batalkan!

4. Pantau pergerakan janin

Poin lain yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil berpuasa adalah cek pergerakan janin. Jika si jabang bayi tiba-tiba kurang aktif, sebaiknya putuskan untuk membatalkan puasa. Cobalah berbuka dengan makanan atau minuman sebagai cara merangsang si janin. Jika belum ada reaksi, segera temui dokter kandungan atau bidan.

Pendek kata, kondisi kesehatan ibu hamil adalah hal mutlak yang menjadi pertimbangan sebelum berpuasa. Ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu disarankan untuk tidak bersikeras berpuasa.

Misalnya saja kehamilan yang tak disertai diabetes gestasional tentunya dapat mengonsumsi permen dalam jumlah sedang, asalkan tidak menghilangkan makanan bergizi. Permen susu Milkita dapat menjadi pilihan bagi ibu hamil, karena dapat menambah kalori kosong. Sebaiknya, tetap konsultasikan ke dokter kandungan atau bidan untuk lebih nyaman lagi.

Jangan lupa untuk mengunjungi Tokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM.

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel