Articles

Biar Lancar Donor Darah, Ini 7 Asupan yang Boleh dan Nggak Boleh Dikonsumsi, Bunda!

Post pada 29 Aug 2025

Pernah nggak sih Bunda punya niat baik untuk donor darah, tapi malah batal gara-gara tekanan darah rendah atau hemoglobin kurang? Padahal, donor darah itu bukan cuma bantu orang lain yang butuh, tapi juga bisa jadi cara kita menjaga kesehatan tubuh sendiri, lho.

Nah, karena sebentar lagi kita memperingati Hari Palang Merah Indonesia pada tanggal 3 September, yuk kita ngobrolin soal asupan makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi sebelum donor darah. Soalnya, pemilihan makanan sebelum donor itu penting banget, Bunda. Bisa mempengaruhi hasil screening medis dan kenyamanan saat proses donor berlangsung.

Artikel ini cocok banget buat Bunda yang ingin ikut berpartisipasi jadi pahlawan darah dengan cara yang sehat dan siap. Cus, kita bahas bareng-bareng, ya!

Baca juga: Dear Aku yang Hebat: 5 Manfaat Menulis Surat untuk Diri Sendiri ala Bunda

Kenapa Asupan Makanan Penting Sebelum Donor Darah?

asupan sebelum donor darah yang boleh dan tidka boleh dikonsumsi

Sebelum donor darah, tubuh kita harus dalam kondisi optimal. Artinya, kadar hemoglobin cukup, tekanan darah stabil, dan tubuh nggak dalam kondisi lemas atau dehidrasi. Salah satu cara paling simpel untuk memastikan semua itu adalah lewat asupan makanan yang tepat.

Jangan sampai niat mulia Bunda jadi gagal karena salah makan sebelum donor, ya! Soalnya, makanan itu bisa banget mempengaruhi hasil tes pra-donor seperti kadar zat besi dan gula darah.

3 Jenis Makanan yang Wajib Dikonsumsi Sebelum Donor Darah

k

Yuk, Bunda, kita mulai dari makanan yang boleh dan dianjurkan sebelum donor darah. Soalnya, apa yang kita konsumsi sebelum donor bisa mempengaruhi hasil screening dan kenyamanan saat proses berlangsung, lho. 

Menurut penjelasan dari Halodoc, ada tiga jenis makanan utama yang perlu diprioritaskan, yaitu makanan tinggi zat besi, makanan kaya vitamin C, dan cairan yang cukup seperti air putih. Kombinasi ketiganya bisa bantu menjaga kadar hemoglobin tetap stabil dan mencegah tubuh lemas setelah donor. Yuk, kita bahas satu per satu jenis makanan ini supaya Bunda makin siap jadi pahlawan darah!

1. Makanan Tinggi Zat Besi

Zat besi penting banget untuk membantu tubuh memproduksi hemoglobin, yaitu komponen utama dalam sel darah merah. Kalau kadar zat besi Bunda rendah, bisa-bisa kadar Hb ikut turun dan bikin gagal donor, deh. Supaya nggak kejadian begitu, Bunda bisa mulai mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah tanpa lemak (misalnya daging sapi atau ayam), sayuran hijau gelap seperti bayam dan kangkung, kacang-kacangan seperti kacang merah dan lentil, serta sereal atau roti yang sudah difortifikasi zat besi. Usahakan konsumsi makanan-makanan ini sejak sehari sebelumnya dan juga di pagi hari sebelum donor, ya, Bunda. Jangan terlalu mepet, supaya nutrisinya bisa terserap dengan maksimal dan tubuh siap untuk berbagi kebaikan lewat donor darah.

2. Makanan Kaya Vitamin C

Selain makan makanan tinggi zat besi, Bunda juga perlu menambahkan asupan vitamin C agar penyerapan zat besinya jadi lebih maksimal—terutama zat besi non-heme yang berasal dari tumbuhan. Caranya gampang kok, cukup konsumsi buah-buahan segar seperti jeruk, kiwi, stroberi, atau pepaya. Bunda juga bisa minum segelas jus jeruk segar di pagi hari sebelum donor. Kombinasikan vitamin C ini dengan makanan kaya zat besi, ya, supaya tubuh lebih optimal dalam menyerap nutrisinya dan kadar hemoglobin tetap stabil.

3. Camilan atau Makanan Ringan Sebelum Donor

Donor darah dengan perut kosong bisa bikin Bunda merasa pusing, lemas, atau bahkan mual. Makanya, penting banget untuk makan dulu minimal 2–3 jam sebelum jadwal donor. Nggak perlu makan berat, cukup camilan sehat seperti roti gandum, pisang, atau biskuit oat. Camilan ini bisa bantu menjaga energi dan kestabilan gula darah selama proses donor. Tapi ingat, jangan sampai kekenyangan juga, ya, Bunda. Yang penting cukup untuk isi tenaga supaya tubuh tetap nyaman dan siap berbagi kebaikan lewat donor darah.

Baca juga: 5 Resep Makanan Bergizi untuk Keluarga yang Gampang Banget Dibuat

4 Makanan dan Minuman yang Wajib Dihindari Sebelum Donor Darah

Setelah tahu yang boleh, sekarang yuk kita bahas yang nggak boleh atau sebaiknya dihindari. Ini penting banget supaya Bunda nggak kena diskualifikasi dari meja donor, huhu.

1. Makanan Tinggi Lemak

Sebelum donor darah, sebaiknya Bunda hindari dulu makanan tinggi lemak seperti gorengan, burger, makanan cepat saji, dan keju yang tinggi kandungan lemaknya. Kenapa? Karena makanan berlemak bisa bikin hasil tes darah jadi kurang akurat. Lemak yang beredar dalam darah dapat membuat sampel darah tampak keruh, sehingga menyulitkan petugas laboratorium dalam memeriksa kualitas darah Bunda. Supaya proses donor berjalan lancar, lebih baik hindari makanan berlemak mulai dari sehari sebelum hingga hari H donor, ya, Bunda.

2. Minuman Berkafein Berlebihan

Buat Bunda yang sehari-harinya nggak bisa jauh dari kopi atau teh, tenang… nggak dilarang kok! Tapi ingat, konsumsinya jangan berlebihan, ya. Terlalu banyak kafein bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan atau mengalami dehidrasi ringan. Nah, kondisi ini bisa memperburuk keadaan saat Bunda mendonorkan darah, seperti bikin tubuh jadi lemas atau pusing setelahnya. Jadi, kalau memang Bunda ingin minum kopi atau teh di hari donor, pastikan tetap diimbangi dengan asupan air putih yang cukup agar cairan tubuh tetap terjaga. Lebih baik lagi kalau kafein dikurangi sejak sehari sebelumnya, supaya tubuh benar-benar dalam kondisi prima saat berbagi kebaikan lewat donor darah.

3. Minuman Beralkohol

Nah, kalau yang satu ini udah jelas banget harus dihindari, ya, Bunda. Konsumsi alkohol sebelum donor darah bisa berdampak negatif pada tubuh dan kualitas darah yang akan disumbangkan. Alkohol dapat mempengaruhi tekanan darah dan membuat darah jadi kurang layak untuk didonorkan. Selain itu, alkohol juga bersifat diuretik, yang artinya bisa menyebabkan dehidrasi dan bikin tubuh Bunda terasa lemas saat proses donor berlangsung. Untuk menjaga kualitas darah tetap baik dan tubuh tetap fit, sebaiknya hindari minum alkohol setidaknya 24 jam sebelum donor darah, ya, Bunda. Lebih lama? Lebih baik!

4. Produk Olahan Susu dan Makanan Asam

Mungkin terdengar sepele, tapi kombinasi antara produk olahan susu—seperti susu segar, keju, atau yogurt—dengan makanan yang tinggi asam seperti jeruk, nanas, atau buah asam lainnya bisa menimbulkan ketidaknyamanan di perut bagi sebagian orang. Efeknya bisa berupa mual, perut kembung, atau bahkan gangguan pencernaan ringan. Nah, kondisi ini tentu bisa mengganggu saat Bunda sedang proses donor darah, apalagi kalau perut terasa nggak enak. Jadi, untuk amannya, sebaiknya hindari dulu konsumsi produk olahan susu dan makanan asam bersamaan sebelum donor darah, terutama kalau Bunda punya perut yang sensitif.

Baca juga: 7 Resep Olahan Cokelat Mudah untuk Keluarga, Spesial Rayakan Hari Coklat Sedunia

Siapkan dari Dalam, Donormu Jadi Lebih Bermakna

Bunda, donor darah itu bukan cuma soal datang ke lokasi donor dan duduk manis nunggu disuntik jarum. Lebih dari itu, donor darah adalah bentuk kepedulian yang perlu dipersiapkan dari dalam, termasuk lewat asupan makanan yang tepat. Yuk, mulai jaga asupan sebelum donor dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, tambahkan vitamin C supaya penyerapannya lebih maksimal, hindari makanan tinggi lemak serta minuman berkafein berlebihan, dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup. Dengan persiapan sederhana ini, donor darah bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, nyaman, dan pastinya bermanfaat, bukan cuma buat orang lain, tapi juga buat tubuh kita sendiri.

Lagipula, siapa sangka satu kantong darah Bunda bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa? Luar biasa banget, kan! Dan kalau Bunda ingin tahu lebih lengkap soal apa saja syarat dan manfaat donor darah, langsung aja baca artikel ini, ya:  Apa Syarat dan Manfaat Donor Darah?

Jangan lupa follow Instagram @Unifam.id ya, Bunda, buat dapetin banyak info seputar kesehatan keluarga, camilan bergizi, dan aktivitas seru bareng si kecil.

Dan pastikan Bunda belanja produk-produk Unifam hanya di Toko Official Unifam di Shopee dan Tokopedia biar dapat produk asli dan promo menarik!

Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Bunda. Jangan lupa jaga kesehatan dan terus tebarkan kebaikan, ya.

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel