Artikel

Jangan Persempit Makna Anak Hebat adalah yang Juara Kelas

Post pada 31 Jul 2023

Semua anak hebat. Percayalah bunda! Tidak perlu syarat apapun. Lebih-lebih harus juara kelas dulu baru dinilai sebagai anak hebat. Ini sebaiknya menjadi persepektif baru dan mengkritisi anggapan juara kelas sebagai indikator kehebatan anak.

Sangat setuju bila semua bunda menginginkan buah hati menjadi pribadi yang hebat. Namun, jangan mempersempit makna hebat itu harus juara kelas. Memang harus diakui, jika buah hati berhasil menjadi juara kelas atau masuk deretan siswa elite di kelas jelas bikin bangga.

Di saat bersamaan, bunda justru harus berhati-hati agar anak tidak terlalu berambisi menjadi yang selalu nomor satu. Khawatirnya akan kabur, siapa sebenarnya yang berambisi. Bunda ataukah buah hati?

Tidak memaksakan kehendak pada buah hati terkait predikat juara kelas merupakan langkah bijak. Kenali kemampuan anak dengan seksama. Bila memang ‘biasa-biasa saja, beri kebebasan dalam belajar dan meraih prestasi sesuai kapasitasnya. Tidak perlu menuntut hasil maksimal dengan meraih rangking di kelas.

Baca: Biar Bunda Nyaman, Dorong Anak Terapkan Kebiasaan Baca Label Kemasan

Juara kelas juga bukan jaminan anak akan menjadi ‘hebat’ di kemudian hari. Riset yang dilakukan BMJ Open dapat menjadi bahan renungan. Riset itu mengungkapkan fakta di mana para juara kelas ini punya kemungkinan 50% untuk sekali-sekali menggunakan zat terlarang dibanding yang bukan juara kelas.

Parahnya lagi, besar kemungkinan para juara kelas yang masuk golongan elite di sekolah disebut-sebut i dua kali lipat lebih besar untuk rutin menggunakan zat terlarang dibanding yang bukan juara kelas.

Sekali lagi riset itu dapat menjadi bahan renungan. Kembali lagi pada perspektif baru di mana ‘anak hebat’ itu sangat relatif. Posisikan bunda sebagai pembimbing terbaik buah hati. Menggali kemampuan, bakat, dan minat pada buah hati lebih utama ketimbang menyamakan atau membandingkan dengan anak yang lain.

BACA: Si Kecil Takut Dengan Makanan Baru? Itu Food Neophobia

Segeralah memfasilitasi anak dalam mengembangkan kemampuan. Tekanlah keinginan bunda yang hanya menuntut anak membuktikan diri hanya dengan label juara kelas. Kekurangan pada nilai akademis sekolah ternyata tak meluiu membuat buah hati gagal di bidang lain.

Akan lebih asyik bila bunda mencermati kelebihan buah hati di luar sekolah. Bisa dari aspek olahraga, seni, ketrampilan bermusik, dan lain sebagainya. Kelebihan ini dapat bunda dorong dan sah-sah saja bila menjadi suatu kebanggaan kepada orang lain.

Positifnya, bila anak sudah menemukan kelebihan, maka dengan kepercayaan dirinya akan meningkat. Jangan lupakan pula, bunda sebaiknya sering-sering memberi apresiasi kepada si kecil. Bisa dengan pujian dengan untaian kata-kata semangat. Bisa pula dengan memberi ganjaran camilan berupa Pino Es Serut Buah. Ini akan membuat anak merasakan bunda selalu hadir setiap saat.

 

 

 

 

Berita Terpopuler


Berita Terbaru


Bagikan Artikel