Artikel

Memang Bukan Perkara Gampang Kenalkan Si Kecil Konsep Kegiatan Makan

Post pada 11 Sep 2023

Bagi sebagian anak, jam makan tiba bisa dianggap waktu yang horor. Sedangkan bagi bunda, jam makan kadang dianggap sebagai momen yang menguras hati. Ini sudah pasti kalau anak memilih gerakan tutup mulut alias ogah menyantap makanan yang sudah bunda siapkan.

Bunda tidak sendiri kok yang mengalaminya. Berdasarkan studi Food Refusal by Infants and Young Children: Diagnosis and Treatment, hampir seperempat anak usia balita melakukan aksi gerakan tutup mulut alias ogah makan. Aksi si kecil ini disebabkan banyak faktor. Nah, inilah yang menjadi pangkal kekhawatiran bunda. Apalagi kalau was-was aksi penolakan makan ini membuat tumbuh kembang si kecil menjadi terganggu.

Alhasil, peran bunda membangun pemahaman pada si kecil terkait aktivitas makan menjadi penting. Cuma kadang bisa bikin putus asa karena rayuan bunda tak mempan bagi si kecil. Buah hati tetap enggan menyantap makanan.

Solusi yang bisa bunda lakukan adalah mengembangkan imajinasi si anak terkait dengan aktivitas makan. Bunda mesti memahami sejak awal kalau si kecil belum mengerti konsep makan. Maka itu, bundalah yang perlu mengenalkan konsep makan ini kepada si kecil.

BACA JUGA : Ikutan Lomba Hut Kemerdekaan 17 Agustus Bagus bagi Pertumbuhan Si Kecil

Ada banyak cara mengenalkan konsep makan pada si kecil. Misalnya melalui film animasi atau kartun semacam. Contoh dekatnya adalah film kartun Popeye yang mengisahkan pelaut yang perkasa bila makan bayam.

Jam makan itu bukan sekadar si kecil menyantap makanan

Tentu bunda paham bila makanan bergizi berpengaruh penting terhadap tumbuh kembang anak. Makan bagi si kecil tidak sekadar memenuhi kebutuhan dasar dan menghilangkan rasa lapar semata.

Tapi bagi si kecil, dia belum paham betapa pentingnya makanan terhadap dirinya. Bagi si kecil, makan harusnya berupa kegiatan yang menyenangkan, aman, dan membuatnya nyaman. Inilah yang sebaiknya menjadi fokus bunda.

Maka itu, hindari istilah-istilah yang nantinya akan membuat anak salah mengartikannya. Misalnya jangan makan-makanan yang manis nanti membuat sakit gigi. Justru cara ini membuat si kecil mengingat terus tentang makanan manis. Pendek kata, aktivitas makan ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Di mata si kecil, aktivitas makan ini terkait dengan proses di otak, memori, dan emosional.

Adalah menjadi tugas bunda untuk memberi kesan yang baik terhadap makanan. Contoh konkretnya dengan mengajak makan bersama. Saat makan bersama, bunda menjadi role bagi si kecil saat makan. Bila bunda begitu menikmati makanan, maka si kecil pun akan menirunya.

Langkah lainnya dengan melibatkan anak dalam menyiapkan menu makanan. Dari situ, si kecil akan merasa mendapat penghargaan karena turut berpartisipasi dalam menentukan menu. Selain itu, selera si kecil pun juga mudah dikenali bunda.

Baca: Biar Bunda Nyaman, Dorong Anak Terapkan Kebiasaan Baca Label Kemasan

Kemudian yang tak kalah penting adalah menyiapkan camilan di sela-sela waktu makan. Sebut saja dengan menyajikan Permen Susu Milkita. Ini adalah permen Susu pertama dengan perpaduan tekstur crunchy (renyah) di luar dan chewy (kenyal) di dalam dan dibuat dengan Susu Asli dari New Zealand. Memberikan sensasi seru mulai dari gigitan pertama.

Kunjungi di lapak official Unifam untuk mendapatkan Permen Susu Milkita Bites  di Shopee dan Tokopedia 

 

 

 

Berita Terpopuler


Bagikan Artikel